Sosok Angela Merkel yang Jadi Simbol Dari Ketangguhan Eropa

Sosok Angela Merkel yang Jadi Simbol Dari Ketangguhan Eropa

Sosok Angela Merkel yang Jadi Simbol Dari Ketangguhan Eropa – Angela Dorothea Merkel adalah politikus dan mantan ilmuwan peneliti Jerman yang menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 2005 dan Ketua Persatuan Demokrat Kristen sejak 2000. Merkel adalah perempuan pertama yang memegang kedua jabatan tersebut.

Angela Merkel dalam pertemuan puncak para pemimpin Eropa di Brussel mendapatkan pujian dari para pemimpin Eropa. Ia hadir di acara tersebut, kemungkinan untuk terakhir kalinya, sebab politik dalam negeri Jerman sedang bergegas untuk mencari pengganti Kanselir.

Merkel, seorang perempuan Jerman yang fasih berbicara bahasa Rusia, adalah perempuan yang jadi simbol ketangguhan Eropa. Dia memimpin Jerman selama 16 tahun dan menjadi salah satu perempuan paling berpengaruh di Eropa dan dunia.

1. Angela Merkel disebut sebagai ‘Menara Eiffelnya’ UE

Konferensi Tingkat Tinggi pertemuan puncak para pemimpin UE dilaksanakan pada hari Jumat (22/10) di Brussel. Itu adalah pertemuan resmi ke-107 blok tersebut. Dalam pertemuan itu, Angela Merkel yang hadir, kemungkinan adalah pertemuan terakhirnya.

Saat ini Merkel masih memegang jabatan Kanselir Jerman. Dia dalam posisi jabatan sementara sedangkan parlemen Jerman sedang bermusyawarah untuk mencari penggantinya. Jika parlemen Jerman belum dapat memutuskan siapa yang akan jadi Kanselir dalam beberapa bulan ke depan, ada kemungkinan posisi sementara itu tetap berada di tangan Angela Merkel.

Namun, secara resmi, Merkel telah mundur dari jabatan Kanselir dan partainya sendiri kalah dalam pemilu bulan lalu. Dan ketika ia hadir pada pertemuan UE tersebut, para pemimpin Eropa telah memutuskan untuk memberikan penghormatan kepada Angela Merkel. Dilansir dari Deutsche Welle, selama 16 tahun perempuan tersebut memimpin Jerman, dia telah jadi pemimpin yang menonjol tidak hanya di Eropa, tapi juga di dunia.

Charles Michel, Presiden Dewan UE mengibaratkan pertemuan para pemimpin Eropa tanpa kehadiran Merkel akan seperti “Roma tanpa Vatikan atau Paris tanpa menara Eiffel.” Michel juga menyatakan bahwa semangat dan pengalaman Angela Merkel dalam memimpin Jerman “tetap bersama kami. Engkau tidak akan meninggalkan kami.”

2. Angela Merkel adalah perempuan yang telah mendorong Eropa lebih kuat dan lebih erat

Angela Merkel hadir pertama kali pada pertemuan puncak para pemimpin UE pada tahun 2005. Saat itu Prancis masih dipimpin oleh Jacques Chirac dan Perdana Menteri Inggris masih dijabat Tony Blair. Menurut Al Jazeera, Merkel saat itu telah mendorong negara-negara blok UE untuk lebih bersatu agar menjadi lebih kuat.

Dan selama 16 tahun jadi Kanselir, Merkel telah dianggap sebagai kompas untuk kinerja Eropa. Menanggapi pujian dan penghormatan dari pemimpin UE, perempuan berusia 67 tahun itu mengucapkan terima kasih. Namun ia juga mengatakan bahwa blok tersebut masih akan tetap mendapatkan tantangan yang kuat di masa depan yang harus dihadapi.

Dia merujuk pada beberapa perselisihan antara negara UE seperti tentang migrasi, ekonomi dan supremasi hukum. Di hadapan para wartawan, Merkel mengatakan “Kami telah mengatasi banyak krisis tetapi kami memiliki serangkaian masalah yang belum terselesaikan.”

3. Angela Merkel dinilai sebagai pemecah masalah

Tak dapat disangsikan bahwa selama 16 tahun Angela Merkel memimpin Jerman, negara itu menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di blok UE. Jerman memiliki pengaruh yang sangat besar untuk memberikan kekuatan dan kestabilan Eropa.

Dalam menghadapi beberapa perselisihan, keberadaan Angela Merkel juga dinilai sebagai sosok yang secara cepat dapat mendinginkan emosi serta membawa kompromi di masalah-masalah yang pelik.

Xavier Bettel, Perdana Menteri Luksemburg mengakui bahwa sangat sering ketika para pemimpin UE terjebak dalam pembicaraan dan perdebatan, Angela Merkel datang untuk menyelesaikan permasalahan

Dia mengatakan “Nyonya Merkel adalah semacam mesin kompromi.”

Dilansir dari The Guardian, dalam pertemuan itu juga ada kejutan yakni Barrack Obama, mantan Presiden AS, mengirimkan video yang berisi ucapan terima kasih kepada Merel.

Dalam video tersebut, Obama mengatakan “Begitu banyak orang, generasi muda perempuan dan laki-laki, memiliki panutan yang dapat mereka teladani melalui masa-masa yang penuh tantangan. Saya tahu karena saya (adalah) salah satunya. Danke schon.”

4. Perempuan dalam politik Jerman
Pemimpin Eropa Beri Penghormatan Terakhir untuk Angela Merkel

Meski pernah ditahbiskan sebagai seorang perempuan paling kuat dan paling berpengaruh di dunia, tapi Merkel mengaku bahwa masih dibutuhkan lebih banyak perempuan dalam dunia politik, khususnya di Jerman.

Dilansir dari Reuters, dia mengatakan “kami masih belum berhasil membuat cukup banyak perempuan tertarik untuk berpolitik.” Di dalam internal CDU sendiri yang didominasi lelaki, sangat jarang seorang perempuan berada di jabatan tertinggi partai.

Diskusi tentang peran perempuan di dalam politik tersebut muncul ketika Merkel yang khas mengenakan blazer warna-warni ditanya, apakah akan memberikan blazer tersebut ke museum. Merkel menjawab bahwa dia tidak akan memberikan blazernya ke museum tapi justru akan disumbangkan ke pusat pengumpulan barang bekas.

Setelah mendapat gelar doktoralnya di bidang kimia fisik, Merkel terjun ke dunia politik pasca-Revolusi 1989. Ia sempat menjabat sebagai wakil juru bicara untuk kabinet Jerman Timur yang terpilih secara demokratis untuk pertama kalinya tahun 1990.

Setelah penyatuan kembali Jerman tahun 1990, ia terpilih sebagai anggota Bundestag mewakili Stralsund-Nordvorpommern-Rügen di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern. Ia kemudian diangkat sebagai Menteri Perempuan dan Pemuda pada tahun 1991 di bawah pemerintahan Kanselir Helmut Kohl, lalu Menteri Lingkungan tahun 1994.

Setelah Kohl dikalahkan tahun 1998, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal CDU. Tahun 2000, Merkel diangkat menjadi ketua partai CDU perempuan pertama setelah Wolfgang Schäuble dipaksa turun karena terlibat skandal sumbangan.