Seorang Miliarder Rusia Ditangkap Oleh Otoritas Montenegro

Seorang Miliarder Rusia Ditangkap Oleh Otoritas Montenegro

Seorang Miliarder Rusia Ditangkap Oleh Otoritas Montenegro – Telman Mardanovich Ismailov adalah seorang pengusaha kelahiran Azerbaijan dan pengusaha asal Yahudi Pegunungan. Karena Azerbaijan tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda, ia memiliki kewarganegaraan Rusia-Turki.

Dia adalah ketua grup perusahaan AST Rusia, yang aktif di banyak negara. Miliarder  Telman Ismailov telah ditangkap oleh otoritas Montenegro. Pasalnya, pebisnis itu menjadi buronan Pemerintah Rusia usai dituding terlibat dalam dua aksi pembunuhan di negaranya.

Beberapa waktu belakangan ini, Pemerintah Rusia sudah melakukan sejumlah penangkapan terhadap aktivis. Bahkan negara Eurasia itu juga telah memberlakukan pengetatan terhadap media independen.

1. Ismailov ditangkap usai mendaftar sebagai pencari suaka di Montenegro

Telman Ismailov yang merupakan pebisnis Rusia kelahiran Azerbaijan berhasil ditangkap di Podgorica, Montenegro setelah adanya perintah penangkapan dari Pemerintah Rusia. Bahkan diketahui pebisnis berusia 64 tahun itu telah menjadi buronan sejak tahun 2017.

Selain itu, pengacaranya Milos Vuksanovic sudah mengonfirmasi kabar ini  dan menyebutkan apabila Kejaksaan Podgorica meminta agar Ismailov tetap berada di tahanan dan menunda proses pemulangannya ke Rusia.

Vuksanovic juga berkata bahwa, kliennya merupakan korban persekusi politik oleh Rusia dan sebelumnya sudah meminta suaka di Montenegro, di mana anaknya Alekper Ismailov memiliki sebuah kasino di Kota Budva, dikutip dari laman The Moscow Times.

2. Ia dituduh membiayai kasus pembunuhan dua pebisnis Rusia

Dilansir dari RFE/RL, perintah penangkapan kepada Ismailov terkait dugaan ia membiayai kasus pembunuhan dua pebisnis di Moskow bernama Vladimir Savkin dan Yury Brylev di tahun 2016. Selain itu Pemerintah Rusia juga menudingnya melakukan penculikan pada seorang penyanyi di tahun 2004.

Di sisi lain, pebisnis besar itu selama ini menjadi target kecaman dari Presiden Vladimir Putin dan kerap memberikan kritik terkait gaya hidup ekstravagansa dan gemerlap yang ditunjukkannya.

Ismailov yang sebelumnya merupakan salah satu pebisnis tersukses di Rusia itu juga telah membangun pusat perbelanjaan raksasa di Moskow bernama Cherkizovsky. Sayangnya, bangunan megah itu terpaksa ditutup pada tahun 2009 terkait pelanggaran kebersihan dan sanitasi, termasuk adanya aktivitas penyelundupan senjata.

3. Montenegro juga berhasil menangkap mantan pejabat Rusia, Igor Chuyan

Pada hari yang sama, Pengadilan Tinggi Podgorica juga sudah memindahkan mantan kepala Badan Regulasi Alkohol Rusia, Igor Chuyan ke dalam tahanan ekstradisi. Hal ini setelah aparat kepolisian Montenegro berhasil menangkapnya saat tengah berada di kota pesisir Tivat.

Kepolisian Montenegro menerangkan bila pebisnis Rusia itu ditangkap setelah dalam pencarian selama beberapa minggu. Pasalnya, ia diinginkan oleh otoritas negara asalnya lantaran melakukan aksi kriminal dengan menerima suap dari organisasi non profit.

“Ia dituding melakukan aksi ilegal dan kriminal dengan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga menimbulkan konsekuensi serius” ujar pihak kepolisian. Sejak April 2018 lalu, Kejaksaan Rusia sudah membuka kasus kriminal Chuyan, tetapi ia disebut sudah melarikan diri dari negaranya, dikutip dari Balkan Insight.

Setelah pembukaan resor hotel yang mewah di Antalya , Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dilaporkan marah karena Ismailov berinvestasi begitu banyak di luar negeri dan memamerkan kekayaannya sementara Rusia sedang dilanda krisis kredit. Sebagai pembalasan, Putin yang marah memerintahkan penutupan Pasar Cherkizovsky pada tahun 2009, menyebabkan 100.000 pedagang di bazaar terkenal kehilangan pekerjaan mereka.