Sebanyak 272 Penembakan Massal yang Terjadi di AS Tahun Ini

Sebanyak 272 Penembakan Massal yang Terjadi di AS Tahun Ini

Sebanyak 272 Penembakan Massal yang Terjadi di AS Tahun Ini – Penembakan massal adalah insiden yang melibatkan banyak korban kekerasan terkait senjata api. Tidak ada definisi dari istilah “penembakan massal” yang diterima secara luas, meskipun pembunuhan massal sebagai akibat dari terorisme, penegakan hukum yang berwenang atau tindakan militer yang berwenang biasanya tidak dianggap sebagai penembakan massal.

Congressional Research Service dari Amerika Serikat mengakui bahwa tidak ada definisi yang diterima secara luas dan mendefinisikan “penembakan massal publik” sebagai peristiwa di mana seseorang memilih empat orang atau lebih dan membunuhnya dengan cara yang membabi buta, sesuai dengan definisi Biro Investigasi Federal (FBI) dari istilah “pembunuhan massal.”

Kasus penembakan massal bukan lagi cerita baru di Amerika Serikat (AS). Bahkan di sepanjang 2021 ini, sudah ada 272 kasus penembakan massal tercatat di negara tersebut, menurut Arsip Kekerasan Senjata yang dikutip CNN. Dari total kejadian itu, sembilan penembakan massal terbaru terjadi di enam negara bagian pekan lalu. Di mana dari sembilan tragedi yang terjadi sejak Jumat sore (11/6/2021) hingga Minggu, setidaknya 10 orang tewas dan 50 lainnya terluka.

Seorang anak berusia 18 bulan dan 4 tahun termasuk di antara korban termuda, menurut pihak IDNPoker berwenang. Jumlah total penembakan massal ini sekitar 40 persen lebih tinggi daripada yang terjadi di periode yang sama pada tahun 2020, dan sekitar 65 persen lebih tinggi dari periode yang sama di 2019, menurut data dari Arsip Kekerasan Senjata. Diperkirakan ada 194 penembakan massal di AS selama periode yang sama pada 2020, dan 164 penembakan pada periode yang sama pada 2019.

1. Washington
Ratusan Tewas, Lima Penembakan Massal Paling Mengerikan!

Polisi menemukan dua orang tewas setelah mereka menanggapi penembakan di White Center, tepat di selatan Seattle, pada Jumat sore. Dua orang lainnya dirawat di rumah sakit setelah penembakan itu, kata Sersan Tim Meyer dari Kantor Sheriff King County.

Satu yang selamat dirawat dalam kondisi kritis di Harborview Medical Center di Seattle, sementara yang lainnya dalam kondisi serius pada Jumat malam, menurut juru bicara Harborview Susan Gregg. Pada Jumat malam Meyer mengatakan bahwa mereka belum mengidentifikasi tersangka atau motif dalam kasus tersebut.

2. Georgia
Jubir Kemlu: Tak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal Las Vegas - Global  Liputan6.com

Menurut polisi, seorang pria berusia 20 tahun tewas dan tujuh lainnya terluka dalam penembakan pada Jumat malam di Savannah, Georgia.

Orang-orang sedang berdiri di luar sebuah kediaman sekitar jam 9 malam ketika sebuah sedan berwarna gelap atau merah mendekat, kata Kepala Polisi Savannah Roy Minter. Orang dalam kendaraan itu kemudian mulai menembaki kerumunan sebelum pergi, katanya.

Beberapa korban ditemukan di tempat kejadian, sementara yang lain dibawa ke rumah sakit dengan kendaraan pribadi. Usia para korban berkisar antara 18 bulan hingga 33 tahun, kata Minter.

3. North Carolina

9 Orang Tewas Dalam Penembakan Massal di Sekolah Rusia - Bagian 1

Petugas yang berpatroli mendengar banyak tembakan tepat sebelum pukul 10 malam pada Jumat, menurut siaran pers dari Departemen Kepolisian Winston-Salem. Mereka menemukan empat korban mengalami luka tembak, termasuk seorang anak berusia 17 tahun, kata rilis tersebut.

Salah satu dari mereka dinyatakan meninggal di tempat kejadian sementara tiga lainnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius tetapi tidak mengancam jiwa. Polisi menemukan dua senjata di tempat kejadian dan mengumpulkan bukti lain yang mengindikasikan bahwa ada beberapa tembakan dilepaskan.

4. Texas
Ngeri! 2 Orang Tewas Dalam Penembakan Massal di New York AS

Sebanyak 14 orang terluka dalam penembakan di pusat kota Austin, Texas, Sabtu dini hari. Satu di antaranya meninggal pada Minggu, kata Polisi Austin. Pada jumpa pers hari Sabtu, Kepala Polisi sementara Joseph Chacon mendata ada dua orang dalam kondisi kritis.

Polisi Austin juga membuat pernyataan bahwa satu tersangka ditahan dan tersangka kedua masih buron. Kurang dari 12 jam sebelumnya, hanya 200 mil di selatan kota, lima orang lainnya ditembak di Dallas. Korban itu termasuk seorang anak perempuan berusia 4 tahun.

“Polisi menanggapi penembakan sekitar pukul 16:45 hari Jumat yang dilaporkan terjadi di antara dua kelompok yang terlibat dalam perselisihan mengenai masalah yang tidak diketahui,” kata Polisi Dallas dalam sebuah postingan di situs web mereka.

Anak perempuan itu dibawa ke Pusat Medis Anak dan dalam kondisi stabil, dan empat korban dewasa yang semuanya perempuan, dibawa ke rumah sakit setempat dengan luka yang tidak mengancam jiwa, menurut polisi.

5. Illinois
Derita Masitoh, Istri Korban Aksi Koboi Sersan Yoyok di Cibinong - Nasional  Tempo.co

Polisi sedang mencari dua pria bersenjata yang terlibat penembakan di Chicago pada Sabtu pagi. Akibat tragedi itu, 10 orang dilarikan ke rumah sakit, di mana seorang perempuan meninggal.

“Orang-orang berdiri di trotoar di Sisi Selatan kota ketika dua pria mendekat dan melepaskan tembakan,” kata polisi.

6. Ohio
Berusaha Kabur, Komplotan Begal Turis Ditembak – LOMBOKita

Di sisi timur Cleveland, tiga orang ditembak mati di luar sebuah pom bensin pada Sabtu pagi. Detektif Alexander Sinclair dengan Polisi Cleveland mengatakan kepada CNN bahwa mereka belum mengetahui motif dalam kasus ini.

“Itu tampak seperti situasi tembak-menembak,” katanya.

Dua pria berusia 40 tahun dan seorang pria berusia 36 tahun tewas dalam penembakan di sebelah Prestige Petro di Buckeye Road itu, kata Sinclair. Tiga perempuan juga ditembak dan dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa. Polisi belum menetapkan tersangka.

Di Cincinnati, setidaknya empat orang, termasuk seorang anak berusia 6 tahun dan seorang anak berusia 8 tahun, terluka dalam penembakan yang terjadi pada Sabtu, menurut polisi setempat.

Kedua anak itu dalam kondisi kritis, di mana satu di antaranya kemungkinan mengalami cedera yang mengancam jiwa, kata Emily Szink, juru bicara Kepolisian Cincinnati, dalam sebuah pernyataan. Sementara dua orang lainnya, yang keduanya adalah remaja laki-laki, menderita luka yang tidak mengancam jiwa.

Penembakan massal dapat dimotivasi oleh ideologi politik (misalnya Neo-Nazisme, politik kiri jauh dan terorisme), misantropi, gangguan jiwa,  perundungan (bullying), serta alasan-alasan lainnya. Psikolog forensik  Stephen Ross berpendapat bahwa amarah yang ekstrem dan gagasan bahwa seseorang berbuat untuk suatu prinsip atau pergerakan—bukan gangguan jiwa—adalah penjelasan utama dari penembakan massal.