RS Banglades Penuh Karena Dilanda oleh Varian Baru Covid

RS Banglades Penuh Karena Dilanda oleh Varian Baru Covid

RS Banglades Penuh Karena Dilanda oleh Varian Baru Covid – Republik Rakyat Bangladesh adalah sebuah negara di Asia Selatan yang berbatasan dengan India di barat, utara, dan timur, Myanmar di tenggara, serta Teluk Benggala di selatan.

Bangladesh kini dilanda varian baru COVID-19 yang menyebabkan kekacauan dalam beberapa hari terakhir ini dan kerumunan pasien COVID-19 di Bangladesh membuat rumah sakit setempat penuh.

Bangladesh, bersama dengan Benggala Barat di India, membentuk kawasan etno-linguistik Benggala. Dilansir dari cara download idn poker di iphone Amerika Serikat sendiri sudah mengirimkan vaksin ke Bangladesh sebanyak 2.5 juta dosis vaksin COVID-19. Bagaimana situasi di sana saat ini?

1. Kerumunan pasien COVID-19 merupakan pemandangan baru di Rumah Sakit Rajshahi Medical College 
Varian Baru COVID-19 Landa Bangladesh, RS Penuh

Dilansir dari Aljazeera.com, di sebuah rumah sakit yang dikelola negara di dekat perbatasan Bangladesh-India, seorang pria bernama Shahinul Islam berdoa agar ayahnya tidak menjadi salah satu dari lebih 300 pasien yang tewas akibat COVID-19. Ratusan orang seperti ayahnya sedang berjuang untuk bertahan di unit perawatan COVID-19, sementara ia sendiri menunggu di ruang gawat darurat yang penuh sesak dengan orang. Kerabatnya bergegas masuk dan keluar, mati-matian berusaha menemukan tabung oksigen untuk orang yang mereka cintai.

Ia mengatakan bahwa seluruh keluarganya telah dijauhi oleh orang-orang di kampung halamannya yang lebih dekat ke perbatasan. Kasus yang meningkat dan rumah sakit yang penuh sesak terlihat di seluruh Bangladesh, di mana lockdown ketat akan dimulai pada hari Kamis, 1 Juli 2021, ini waktu setempat. Pemerintah Bangladesh akan mengerahkan tentara militer, petugas perbatasan paramiliter, dan polisi anti huru-hara untuk menegakkan lockdown, yang awalnya ditetapkan selama 1 minggu ke depan.

2. Situasi tersebut membuat ribuan warga Bangladesh terdampar di Dhaka sebelum diberlakukannya lockdown 
Varian Baru COVID-19 Landa Bangladesh, RS Penuh

Sebanyak ribuan orang terdampar di Dhaka, ibukota Bangladesh setelah pihak berwenang setempat menghentikan semua transportasi umum sebelum lockdown diberlakukan selama seminggu ke depan demi memerangi kebangkitan wabah COVID-19. Para pejabat setempat menyalahkan lonjakan baru-baru ini pada varian Delta dan mayoritas dari 168 juta warga di Bangladesh akan berada di rumah selama lockdown berlangsung, dengan hanya layanan penting dan beberapa pabrik ekspor yang diizinkan untuk beroperasi.

Sekretaris Kabinet Pemerintah Bangladesh, Khandker Anwarul Islam, mengatakan para pasukan kepolisian dan militer akan dikerahkan. Pengumuman lockdown memicu eksodus pekerja migran dari Dhaka ke desa asal mereka pada hari Minggu, 27 Juni 2021, lalu dengan puluhan ribu orang berdesakan dalam kapal feri untuk menyeberangi sungai besar. Implementasi aturan lockdown yang terkatung-katung membuat ribuan pekerja di Dhaka terpaksa berjalan ke kantor mereka pada hari Senin, 28 Juni 2021, lalu di musim panas yang terik.

3. Bangladesh berjuang mendapatkan vaksin setelah 1,5 juta warga setempat belum diberikan dosis kedua
Varian Baru COVID-19 Landa Bangladesh, RS Penuh

Jumlah kasus COVID-19 di Bangladesh sampai hari Selasa, 29 Juni 2021, waktu setempat mencapai angka 904.436 kasus dengan rincian 14.388 kasus berakhir meninggal dunia serta 811.700 kasus berakhir sembuh. Di hari yang sama, Bangladesh mengalami penambahan kasus sebanyak 7.666 kasus baru dengan rincian 112 kasus berakhir meninggal dunia. Untuk saat ini, Bangladesh berada di urutan ke-30 jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia.

Amerika Serikat pada hari yang sama mulai mengirimkan sebanyak 2,5 juta dosis vaksin COVID-19 produksi Moderna melalui COVAX. Bangladesh saat ini mengalami peningkatan sebesar 55 persen dari minggu ke minggu dalam kasus yang sebagian besar disebabkan oleh varian Delta. Hal ini datang sebagai bagian dari komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk menyumbangkan sebanyak 80 juta dosis vaksin secara global melalui COVAX.

Tak hanya itu, Bangladesh juga sedang berjuang untuk mendapatkan vaksin di tengah lonjakan kasus, dengan sekitar 1,5 juta warga setempat belum diberikan dosis kedua vaksin buatan AstraZeneca karena pengiriman dari India berdasarkan perjanjian resmi dihentikan.