Rekor Kepolisian Australia yang Menyita 450 Kilogram Narkoba

Rekor Kepolisian Australia yang Menyita 450 Kilogram Narkoba

Rekor Kepolisian Australia yang Menyita 450 Kilogram Narkoba – Kepolisian Australia berhasil menyita 450 kg heroin senilai Rp 1,4 triliun. Ini adalah paket heroin terbesar yang pernah terdeteksi di negara tersebut. Pengiriman  narkoba terbesar itu dikirim dari Malaysia ke Melbourne. Seorang warga Malaysia ditangkap saat operasi gabungan oleh Polisi Federal Australia (AFP) dan Pasukan Perbatasan Australia (ABF).

Pria itu didakwa pada hari Kamis atas impor dan percobaan kepemilikan sejumlah obat komersial yang dikendalikan perbatasan. Dia muncul di Pengadilan Magistrat Melbourne pada hari Jumat dan langsung ditahan dengan jadwal pengadilan pada Januari 2022. Paket itu tiba di Port of Melbourne, Australia dalam wadah angkutan laut dari ubin keramik pada 29 September. Saat memeriksa kiriman, petugas melihat paket dengan merek heroin merah yang khas.

Kepolisian Australia telah memecahkan rekor dengan menyita 450 kilogram narkoba. Barang haram sebanyak itu diperkirakan senilai 104 juta dolar atau Rp1,46 triliun. Narkoba yang diidentifikasi sebagai heroin itu dibawa dalam sebuah kontainer berisi ubin keramik yang dikirim dari Malaysia. Barang haram itu tiba di pelabuhan Port of Melbourne, pelabuhan terbesar Australia, pada 29 September lalu.

1. Kerja sama polisi internasional

Keberhasilan dalam menyita paket heroin seberat hampir setengah ton itu dilakukan dengan jalinan kerja sama lintas negara. Kepolisian Australia telah menjalin kerja sama dengan kepolisian Kerajaan Malaysia untuk mengungkapnya.

Paket narkoba itu ditujukan untuk sebuah tempat bisnis di kota Melbourne, negara bagian Victoria. Menurut BBC, polisi kemudian melakukan serangkaian operasi penggeledahan di beberapa tempat di negara bagian tersebut.

Komisaris Krissy Barret dari Polisi Federal Australia menjelaskan “kami memiliki hubungan yang kuat dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia (RMP) dan khususnya Departemen Reserse Kriminal Narkotika RMP.

“Kami terus bekerja sama dalam mengidentifikasi dan mengganggu sindikat kejahatan terorganisir transnasional yang berusaha merugikan kedua negara kami dan menghasilkan jutaan dolar keuntungan dari kegiatan kriminal.”

Dari barang haram yang telah disita itu, pihak berwenang Australia mengatakan bahwa mereka menyamakan operasi itu telah menyelematkan sekitar 225 nyawa manusia, sebelum obat-obatan itu berhasil diedarkan.

2. Warga Malaysia terancam hukuman seumur hidup

Dalam operasi penyitaan heroin dengan berat hampir setengah ton itu, polisi berhasil menangkap seorang pria warga Malaysia. Identitas tersangka tindak dipublikasikan untuk melindungi keluarganya.

Pria Malaysia itu telah didakwa mengimpor dan mencoba memiliki sejumlah obat terlarang secara komersial. Dilansir dari Reuters, tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup.

Tersangka telah hadir di Pengadilan Magistrat Melbourne pada hari Jumat (15/10) dan akan kembali di seret ke pengadilan pada Januari tahun 2022.

Berdasarkan dokumentasi yang ditampilkan di laman resmi kepolisian federal Australia, heroin itu dibungkus dalam kemasan kotak berwarna krem dan dibalut plastik bertuliskan aksara mandarin.

Dari narkoba yang disita, petugas penyelidik telah mendapatkan total 1290 paket yang berisi heroin dalam pengiriman tersebut.

3. Polisi perbatasan Australia akan terus waspada untuk menggagalkan upaya penyelundupan narkoba
Kasus Pengrusakan Ruko, Pakar Hukum: Vicarious Liability Bisa Berlaku Untuk  Buruh – FAJAR

Pengumuman penyitaan heroin seberat 450 kilogram itu dilakukan oleh pihak berwenang Australia pada hari Sabtu. Menurut komandan polisi federal Chris Holzeimer, meski ada gangguan perbatasan terkait pandemik, mereka terus secara efektif bekerja untuk menggagalkan upaya sindikat kriminal membawa narkoba ke Australia.

Dilansir dari laman resmi polisi federal Australia, dia menjelaskan “ABF (Australian Border Force) tetap waspada terhadap semua upaya mengimpor narkotika berbahaya secara ilegal ke negara ini.

“Sindikat mungkin memvariasikan upaya penyembunyian mereka, tetapi petugas kami memiliki keahlian teknis untuk mengalahkan mereka,” ujarnya.

Polisi Australia juga pernah menyita narkoba dalam jumlah yang lebih besar pada tahun 2019. Saat itu, sejumlah metamfetamin senilai 840 juta dolar atau Rp11,8 triliun ditemukan di dalam paket speaker di pelabuhan Melbourne. Sebanyak 37 kilogram heroin juga ditemukan dalam penggerebakn tersebut.

450 kilogram heroin yang disita bernilai 140 juta dolar Australia (sekitar Rp 1,4 triliun) dan merupakan pengiriman heroin terbesar yang pernah terdeteksi di Australia. “Kami memiliki hubungan yang kuat dengan Departemen Investigasi Kriminal Narkotika RMP,” kata pernyataan mengutip Penjabat Asisten Komisaris Komando Selatan Krissy Barrett.

Menurut Krissy Barrett, Komisaris Polisi Federal Australia Komando Selatan, Polisi Federal Australia bekerja sama dengan Polisi Kerajaan Malaysia (RMP). Polisi memperkirakan penyadapan heroin menyelamatkan 225 nyawa, berdasarkan perkiraan mereka bahwa ada satu kematian di komunitas Australia untuk kira-kira setiap 2kg heroin yang dikonsumsi.