PM Rumania Meninggalkan Upaya Pembentukan Pemerintahan

PM Rumania Meninggalkan Upaya Pembentukan Pemerintahan

PM Rumania Meninggalkan Upaya Pembentukan Pemerintahan – Perdana Menteri Rumania Nicolae Ciucă yang baru saja ditunjuk pada Senin (1/11/2021) telah meninggalkan upaya pembentukan pemerintahan.  “Saya berharap bisa mendapatkan solusi politik. Namun, realitasnya tidak begitu,” ujar Ciuca, yang ditunjuk sebagai penjabat perdana menteri, 10 hari yang lalu, oleh Presiden Klaus Iohannis.

Rumania dilanda krisis politik, awal Oktober lalu, ketika Perdana Menteri Florin Citu diganjar mosi tidak percaya oleh parlemen, beberapa pekan setelah sekutu koalisi keluar dari pemerintahannya setelah menuding Citu bersikap sebagai diktator. Hal ini setelah rendahnya dukungan dari partai penguasa parlemen dan berujung penolakan pada kabinet pemerintahan Ciucă.

Sebelumnya, Rumania tengah dihadapkan dengan masalah krisis politik usai eks PM Florin Citu dilengserkan lewat mosi tidak percaya. Situasi ini berdampak pada krisis yang berkepanjangan di tengah situasi pandemik COVID-19 yang tidak menentu.

1. Ciucă mundur sebelum acara voting di parlemen

Nicolae Ciucă mengumumkan secara langsung penyerahannya sebelum diadakannya voting di parlemen. Ia juga berkata bahwa, “Saya berharap dapat menemukan solusi masalah politik. Namun, secara matematis menunjukkan bahwa realitanya berbanding terbalik.”

Keputusan ini dilatar belakangi Partai Nasional Liberal (PNL) yang merupakan partai Ciuca hanya mendapatkan dukung kecil dari segelintir partai di parlemen. Sementara itu, dua partai oposisi penguasa parlemen, Partai Sosial Demokrat (PSD) dan USR secara blak-blakan menolak proposal Ciucă.

Padahal Perdana Menteri yang ditunjuk langsung oleh Presiden Klaus Iohannis sejak 21 Oktober lalu itu diutus menjalankan mandat demi mengatasi krisis politik di Rumania sepeninggal eks PM Florin Citu, dilansir dari Euronews.

2. Ciucă ditunjuk usai kegagalan Dacian Ciolos

pemerintahan minoritas beraliran kanan-tengah dari Partai Nasional Liberal (PNL). Penunjukkan Ciuca ini berlangsung sehari setelah gagalnya Dacian Ciolos, pemimpin USR untuk memenangkan voting percaya dalam parlemen.

Usai kegagalan kedua ini, maka Iohannis akan memberikan mandat kepada kandidat Perdana Menteri lain. Artinya, mundurnya Ciuca akan memperpanjang krisis politik dan kekosongan pemerintahan di Rumania.

Ciuca yang merupakan mantan Menteri Pertahanan pada masa kepemimpinan PM Florin Citu telah mengajukan proposal kabinet dari partainya dan etnis Hungaria UDMR. Namun, partai itu hanya memiliki 163 kursi dalam parlemen dari 466 anggota parlemen Rumania dilaporkan dari Reuters.

3. Berlanjutnya krisis politik dan kesehatan di Rumania

Mundurnya Ciucă, menandakan terus belarut-larutnya krisis politik di Rumania yang kini juga diterpa gelombang keempat COVID-19. Bahkan, tingginya infeksi COVID-19 di negara Eropa Timur itu dalam beberapa minggu terakhir telah berdampak pada penuhnya rumah sakit serta terus bertambahnya angka kematian.

Krisis kesehatan akibat COVID-19 yang terus terjadi juga mengancam perekonomian di Rumania. Padahal negara Eropa Timur itu tengah berupaya membangkitkan ekonominya yang telah terpuruk selama lebih dari satu tahun.

Terkait masalah ini, Iohannis akan melanjutkan konsultasi kepada partai parlemen dan mengajukan nominasi Perdana Menteri baru. Ia juga dapat merombak parlemen dan menyerukan pemilih umum lebih awal setelah penolakan dua kandidat Perdana Menteri