Pihak Berwenang Spanyol Menemukan 8 Migran Tewas di Pantai

Pihak Berwenang Spanyol Menemukan 8 Migran Tewas di Pantai

Pihak Berwenang Spanyol Menemukan 8 Migran Tewas di Pantai – Spanyol mengirim pasukan ke wilayah otonom Ceuta di kawasan Afrika Utara setelah ribuan imigran, sebagian besar dari Maroko, masuk ke wilayah tersebut. Sekitar 8.000 orang, termasuk 1.500 anak-anak, telah masuk ke Ceuta dalam dua hari saja, kata para pejabat Spanyol.

Mereka datang dengan berenang di sekitar pagar perbatasan atau berjalan menyeberang perairan dangkal. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez bertekad untuk memulihkan ketertiban di sana. Sekitar setengah jumlah imigran telah dikirim pulang ke Maroko.

Ia langsung berangkat ke Ceuta dan Melilla untuk menangani langsung krisis ini, yang menimbulkan ketegangan diplomatik dengan Maroko. Pihak berwenang Spanyol mengonfirmasi jika mereka telah menemukan delapan tubuh migran yang tewas di lepas pantai Spanyol. Di antara delapan mayat tersebut, tiga di antaranya merupakan wanita dan seorang anak.

1. Ditemukan di garis pantai sepanjang 20 km (12,4 mil) di provinsi Almeria, Spanyol selatan

Delapan mayat migran Aljazair dan Maroko tersebut ditemukan pihak berwenang Spanyol dalam kurun waktu tiga hari, yang dimulai sejak hari Minggu. Pihak polisi juga menambahkan jika mereka ditemukan di sepanjang garis pantai sepanjang 20 km (12,4 mil) di pantai provisi Almeria, Spanyol bagian selatan, dilansir dari Euro News.

“Antara Minggu dan Selasa pagi, delapan mayat ditemukan di sepanjang pantai. (Mereka) yang berasal dari satu atau lebih kapal,” kata pihak berwenang Almeria.

Lebih lanjut mereka juga mengatakan masih melakukan proses penyelidikan hingga saat ini.

2. Para migran tersebut diyakini menaiki kapal dari Maroko atau Aljazair

Kepolisian Spanyol melalui konferensi pers yang dilakukan pada Selasa, menyampaikan jika kapal-kapal yang ditumpangi migran tersebut kemungkinan besar berasal dari kapal Maroko atau pun Aljazair.

Perjalanan yang telah mereka tempuh setidaknya berjarak 200 km (124 mil) yang dimana telah melintasi Mediterania barat. Adapun tujuan para migran tersebut ingin berlabuh ke Eropa.

Perahu yang memiliki kecepatan tinggi yang digunakan oleh penyelundup manusia dinilai lebih aman daripada kapal kayu yang lebih kecil dan perahu karet tipis yang terkadang digunakan para migran, melansir dari Al Jazeera.

Hingga kini, penyebab kematian delapan migran yang ditemukan di pantai provinsi Almeria tersebut masih dalam tanda tanya.

3. Tingginya arus kedatangan migran di Spanyol
Terobos Perbatasan Turki-Bulgaria, Pencari Suaka Ditembak Mati - Global  Liputan6.com

Dalam tahun ini, tercatat telah terdapat 10.701 migran dan pengungsi yang berhasil menduduki pantai selatan Spanyol, atau Kepulauan Baleriac melalui laut. Sejauh ini, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dikatakan meningkat hingga 1.680. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan dari banyaknya angka tersebut, terdapat sedikitnya 238 orang yang tewas dalam perjalanan sejak awal tahun 2021.

Lebih lanjut, pihak IOM juga menyebutkan bahwa tingginya kematian para migran dan pengungsi ini disebabkan karena rute yang mereka lalui menuju Eropa, yakni antara Libya dan Italia merupakan salah satu rute yang paling mematikan di tahun 2021 ini, dengan perkiraan 741 nyawa telah melayang.

Migran-migran yang mempertaruhkan dirinya menyeberangi laut menggunakan kapal sederhana dengan puluhan orang di dalamnya, hanya menginginkan sebuah kehidupan yang layak. Ingin melarikan dirinya dari kemiskinan, konflik, kerja paksa dan ancaman lain yang didapatkan di negara mereka sendiri. Dengan harapan, jika berada di Eropa, hidup mereka akan lebih baik.

Selasa malam, video dari lokasi menunjukkan lokasi pantai di Ceuta sudah bersih dari imigran. Maroko menarik pulang duta besarnya d Spanyol untuk konsultasi, setelah ia “disemprot” oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha González.

Pasukan Spanyol dikerahkan di wilayah pantai untuk membantu polisi di Tarajal, gerbang utama masuk Ceuta. Foto-foto dramatis dari lokasi menunjukkan para imigran yang datang dari laut dan pasukan Garda Sipil Spanyol melakukan penyelamatan terhadap anak-anak.