Penaklukan Kabul Adalah Hal yang Tidak Direncanakan Taliban

Penaklukan Kabul Adalah Hal yang Tidak Direncanakan Taliban

Penaklukan Kabul Adalah Hal yang Tidak Direncanakan Taliban – Satu minggu setelah pengambilalihan Kabul oleh Taliban, situasi di bandara ibu kota menjadi semakin putus asa. Dengan lebih dari 20.000 orang di dalam dan sekitar fasilitas itu mencoba naik pesawat dan tujuh warga sipil Afghanistan lainnya tewas dalam kecelakaan, di tengah salah satu pengangkutan udara terbesar di sejarah Kabul.

Bandara tersebut menjadi pusat kekacauan untuk melarikan diri dari negara itu bagi puluhan ribu orang. Termasuk pekerja internasional, penerjemah Afghanistan, dan wanita yang sekarang terancam di bawah kekuasaan Taliban. Taliban mengungkapkan bahwa penaklukan Kabul, ibu kota Afghanistan, adalah sesuatu yang tidak direncanakan.

Alih-alih merebut kekuasaan pemerintahan Ashraf Ghani, rencana awal Taliban adalah berdialog untuk membangun apk idn poker pemerintahan yang inklusif. Ketika Taliban mulai menaklukkan ibu kota provinsi, seiring Amerika Serikat (AS) dan NATO menarik mundur pasukannya, militan Islam itu menyampaikan berulang kali bila mereka tidak ingin menaklukkan Kabul.

1. Taliban mengambil inisiatif keamanan untuk Kabul
Taliban Ungkap Detik-Detik Penaklukan Ibu Kota Kabul

Saat Taliban mengepung Kabul, dengan menaklukkan kota-kota yang mengelilinginya, Presiden Ghani justru meninggalkan negeri bersama keluarganya. Pada saat yang sama, Taliban juga terkejut karena pasukan keamanan justru meninggalkan tugas mereka.

“Aparat keamanan pergi meninggalkan tempat mereka, dan kami terpaksa meminta pasukan kami untuk masuk dan mengambil alih keamanan. Perkembangannya begitu cepat sehingga semua orang terkejut,” ulas Abdul Qahar.

2. Taliban minta warga Afghanistan tidak takut dengan mereka
Taliban Ungkap Detik-Detik Penaklukan Ibu Kota Kabul

Terlepas dari klaim penaklukan tanpa senjata, citra buruk Taliban telah melekat di pikiran masyarakat. Alhasil, banyak warga Afghanistan berbondong-bondong menuju Bandara Hamid Karzai, Kabul untuk melarikan diri.

Taliban menyayangkan hal itu dan menyebut ketakutan masyarakat merupakan sesuatu yang tak berdasar.

“Sangat disayangkan bagi orang-orang untuk bergegas ke bandara seperti saat ini. Kami telah mengumumkan amnesti umum untuk semua orang di pasukan keamanan dari tingkat senior hingga junior,” tambah Abdul Qahar.

3. Taliban akan menghukum anggotanya bila menyerang warga sipil
Taliban Ungkap Detik-Detik Penaklukan Ibu Kota Kabul

Demi memperoleh dukungan masyarakat, pada Selasa (17/8/2021), Taliban menggelar konferensi pers perdananya, yang berisikan janji-janji reformasi Taliban. Mereka berkomitmen tidak lagi menjadi Taliban yang kejam dan brutal seperti saat mereka berkuasa selama 1996-2001.

Di antara janji-janji yang Taliban disampaikan adalah menjamin hak perempuan dan bekerja, tidak menjadikan Afghanistan sebagai sarang teroris, serta membangun pemerintahan yang inklusif dan moderat.

Terkait laporan yang menyebut Taliban mendiskriminasi, memukul, dan menargetkan kelompok yang menentangnya, Abdul Qahar berjanji hukum akan ditegakkan juga di kalangan internal. Beberapa hari lalu, tiga warga sipil dikabarkan meninggal dunia setelah ditembak Taliban dalam sebuah unjuk rasa.

“Jika mereka terlibat dalam hal-hal seperti itu, [mereka] akan menjadi yang pertama diadili,” kata Abdul Qahar.

Pada Minggu (22/8/2021) pagi, jumlah orang di bandara yang menunggu penerbangan telah membengkak menjadi 18.500, dengan 2.000 lainnya di gerbang menunggu untuk masuk, sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada CNN.

Salah satu penyebab kericuhan adalah keputusan untuk mengeluarkan visa elektronik kepada pemohon Visa Imigran Khusus (SIV), tanpa nama atau nomor dokumen. Visa kemudian disalin sebagai tangkapan layar dan dikirim oleh warga Afghanistan ke ribuan warga Afghanistan lainnya yang tidak memenuhi syarat untuk akses ke bandara, kata sumber itu.