Pemerinta Australia Tingkatkan Denda Bagi Pelanggar Lockdown

Pemerinta Australia Tingkatkan Denda Bagi Pelanggar Lockdown

Pemerinta Australia Tingkatkan Denda Bagi Pelanggar Lockdown – Pemerintah Australia adalah penyelanggara negara federal Persemakmuran Australia, sebuah monarki konstitusional federal parlementer. Persemakmuran Australia dibentuk tahun 1901 sebagai hasil dari perjanjian di antara enam koloni Britania yang memiliki pemerintahan sendiri, dan kemudian menjadi enam negara bagian.

Sebutan perjanjian ini tercantum dalam Konstitusi Australia, yang tergambar pada Konvensi Konstitusional dan diratifikasi oleh penduduk koloni melalui berbagai referendum. Pemerintah Australia pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, waktu setempat akan meningkatkan denda kepada para pelanggar lockdown di Negara Bagian New South Wales dalam memerangi lonjakan kasus COVID-19.

Struktur pemerintah Australia dapat dilihat dari dua konsep berbeda, yaitu federalisme dan pemisahan kekuasaan menjadi cabang pemerintahan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Meski dalam situasi lockdown, Dikutip dari idn poker negara bagian tersebut mengalami peningkatan kasus drastis. Bagaimana awal ceritanya?

1. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 466 kasus baru terjadi di negara bagian itu
Langgar Aturan Lockdown, Australia akan Tingkatkan Denda

Dilansir dari Channelnewsasia.com, Australia akan meningkatkan denda kepada orang-orang yang melanggar aturan lockdown di Negara Bagian New South Wales setelah memasuki minggu ke-8 lockdown. Peningkatan kasus melonjak sebanyak 466 kasus baru dalam 24 jam terakhir di New South Wales, di mana polisi akan mendenda pelanggar hingga 5.000 dolar Australia atau setara dengan Rp52,9 juta di tempat karena melanggar perintah untuk tetap tinggal di rumah atau karena berbohong. Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan pihaknya harus menerima bahwa ini adalah situasi terburuk yang dialami New South Wales sejak hari pertama dan juga disesalkan karena itu, situasi terburuk yang pernah dialami Australia.

Ketika situasinya meningkat, semakin tidak mungkin Sydney akan mengakhiri lockdown 9 minggu pada tanggal 28 Agustus 2021 ini seperti yang direncanakan semula. Pihak berwenang telah berbicara dengan pelonggaran beberapa pembatasan jika cukup banyak orang yang divaksinasi serta jumlah kasus turun. Ratusan personel petugas keamanan lainnya akan dikerahkan pada pekan depan ke Sydney untuk membantu menegakkan lockdown ketika wabah menyebar ke beberapa kota di Australia.

Beberapa kota di negara bagian itu juga dilockdown karena orang-orang melanggar aturan lockdown di Sydney dan menyebarkan virus.

2. Jumlah penambahan kasus baru tersebut telah melampaui rekor sehari sebelumnya
Langgar Aturan Lockdown, Australia akan Tingkatkan Denda

Nilai denda tersebut juga akan berlaku bagi orang yang memasuki wilayah regional negara bagian tanpa izin resmi dan izin hanya akan diberikan untuk alasan tertentu termasuk pekerjaan resmi, inspeksi properti, atau perbaikan pekerjaan mendesak di rumah kedua. Komisaris Polisi New South Wales, Mick Fuller, menilai denda itu adalah beberapa denda terbesar yang pernah dilihat dan pihaknya akan mengeluarkan denda itu saat ini juga. Ia menambahkan telah meminta peningkatan kekuatan setelah melihat tingkat pergerakan yang tinggi di masyarakat dan mengalami kesulitan mendapatkan kepatuhan dari beberapa anggota komunitas.

Jumlah penambahan kasus baru tersebut telah melampaui tinggi penambahan kasus baru harian sebelumnya yang mencapai angka 390 kasus pada hari Jumat, 13 Agustus 2021, waktu setempat, dengan infeksi harian melampaui 300 kasus selama 5 hari terakhir. Sebanyak 4 kasus berakhir meninggal dunia pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, waktu setempat, menjadikan total kematian di Negara Bagian New South Wales mencapai angka 42 kasus. Di negara bagian lainnya seperti Victoria, di mana ibu kota negara bagian, Melbourne, berada dalam situasi lockdown minggu ke-2 yang diperpanjang, pihak berwenang telah melaporkan sebanyak 21 kasus yang didapat secara lokal, naik dari 15 kasus sehari sebelumnya.

3. Jumlah kasus COVID-19 di Australia sampai saat ini
Langgar Aturan Lockdown, Australia akan Tingkatkan Denda

Jumlah kasus COVID-19 di Australia sampai hari Sabtu, 14 Agustus 2021, waktu setempat mencapai angka 38.658 kasus dengan rincian 953 kasus berakhir meninggal dunia serta 31.011 kasus berakhir sembuh. Di hari yang sama, Australia mengalami penambahan kasus sebanyak 490 kasus baru dengan rincian 4 kasus berakhir meninggal dunia. Jumlah penambahan kasus di New South Wales telah menyumbang kasus COVID-19 di Australia terbanyak.

Penyebaran cepat varian Delta di New South Wales dan peluncuran vaksin yang lambat telah membuat Australia rentan terhadap gelombang kasus COVID-19 yang baru. Hanya sekitar 24 persen orang di atas berusia 18 tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Di ibu kota Australia, Canberra, sebagian besar telah lolos dari kasus COVID-19 sejak awal pandemi dan konfirmasi varian Delta membuat terjadi panic buying di beberapa supermarket serta adanya antrian panjang di lokasi pengujian.