Menteri Luar Negeri Belanda Mengundurkan Diri Dari Kabinet

Menteri Luar Negeri Belanda Mengundurkan Diri Dari Kabinet

Menteri Luar Negeri Belanda Mengundurkan Diri Dari Kabinet – Sigrid Agnes Maria Kaag adalah seorang diplomat dan politikus Belanda. Kaag dibesarkan di Zeist.

Ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan dalam kabinet Rutte ketiga dari 26 Oktober 2017 sampai 10 Agustus 2021. Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag, mengumumkan pengunduran dirinya dari kabinet.

Kaag melepaskan jabatannya setelah mendapat kecaman dari parlemen, yang menganggap penanganan evakuasi di Afghanistan bulan lalu kacau, sehingga gagal membantu warga yang ingin melarikan diri.

1. Parlemen menganggap kabinet tidak bertanggung jawab
Menlu Belanda Resign Karena Gagal Tangani Evakuasi di Afghanistan

Melansir dari Euro News, anggota parlemen di Belanda telah mengeluarkan mosi kecaman terhadap Kaag, karena gagal mengatasi krisis evakuasi di Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban. Mosi juga dilancarkan parlemen kepada Menteri Pertahanan, Ank Bijleveld.

Setelah mosi disetujui, Kaag langsung mengumumkan pengunduran dirinya. Menurut Kaag, parlemen dalam keputusannya telah menganggap kabinet bertindak tidak bertanggung jawab.

Sebagai menteri, Kaag tidak memiliki pilihan lain kecuali menerima mosi parlemen dan menanggalkan jabatannya.

Kaag menambahkan, meski dia telah mengundurkan diri, Kementerian Luar Negeri akan terus berkomitmen membantu Afghanistan.

Anggota Partai Persatuan Kristen Don Ceder mengatakan, partainya menyetujui mosi karena menilai pemerintah gagal mengantisipasi krisis di Afghanistan.

Belum ada keterangan mengenai pengganti Kaag, sementara Bijleveld dilaporkan tidak mengambil tindakan seperti Kaag.

2. Kaag mengakui pemerintah telah membuat kesalahan

Pada saat yang sama, sebagaimana diberitakan BBC, Kaag mengakui bila pemerintah telah salah menilai situasi di Afghanistan. Kendati begitu, dia berkilah bahwa kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan dengan cepat merupakan tindakan yang mengejutkan semua orang.

“Termasuk (mengejutkan) Taliban sendiri,” kata Kaag.

Sepanjang misi evakuasi, Belanda mengangkut sekitar 2.100 orang dari Afghanistan ke negara-negara tetangga dalam dua pekan terakhir bulan Agustus. Kemudian, sebanyak 1.673 orang dievakuasi ke Belanda. Mereka termasuk sekitar 600 warga Afghanistan yang bekerja untuk pasukan Belanda dan misi diplomatik, sisanya adalah aktivis dan jurnalis yang diperkirakan akan berisiko jika ditinggal.

Kecaman terhadap Kaag tidak lepas dari ketidakmampuan pemerintah mengevakuasi warga Belanda. Dikabarkan Reuters, masih ada ratusan warga Belanda dan warga Afghanistan, yang bekerja untuk pemerintah Belanda, yang belum dievakuasi.

3. Menteri luar negeri pertama yang mengudurkan diri akibat krisis evakuasi di Afghanistan

Kaag tercatat sebagai pejabat pemerintahan Barat dan menteri luar negeri pertama yang mengundurkan diri akibat krisis evakuasi di Afghanistan.

Dia merupakan pemimpin partai demokrasi liberal D66, yang saat ini partainya sedang terlibat dalam negosiasi mengenai pembentukan pemerintahan koalisi baru yang telah berjalan sejak pemilihan umum pada bulan Maret. Tapi, upaya untuk membentuk pemerintahan baru sejauh ini masih belum mencapai kesepakatan.

Kang pernah menjabat sebagai koordinator khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Lebanon pada 2015-2017. Dia juga pernah memimpin tim PBB yang mengawasi penghancuran senjata kimia di Suriah.

Sebagai diplomat berdasarkan pekerjaan, Kaag bekerja sebagai pegawai negeri sipil untuk Kementerian Luar Negeri dari 1990 hingga 1993 ketika ia menjadi pejabat PBB untuk UNRWA di Yerusalem dari 1994 hingga 1997.

Kaag bekerja sebagai administrator di Organisasi Internasional untuk Migrasi di Jenewa dari tahun 1998 hingga 2004 ketika dia menjadi penasihat senior Perserikatan Bangsa – Bangsa untuk Khartoum dan Nairobi hingga 2005 ketika dia menjadi pejabat senior di UNICEF .