Malaysia Tidak akan Menggunakan Vaksin Sinovac Lagi

Malaysia Tidak akan Menggunakan Vaksin Sinovac Lagi

Malaysia Tidak akan Menggunakan Vaksin Sinovac Lagi – CoronaVac adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac. Malaysia tidak akan lagi menggunakan vaksin COVID-19 Sinovac begitu pasokan yang tersedia telah habis. Sebagai gantinya, otoritas kesehatan Malaysia akan menggunakan vaksin produksi Pfizer-BioNTech untuk menginokulasi warganya.

Sejak pertengahan tahun 2020, calon vaksin ini menjalani penelitian klinis tahap III, dan mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat yang saat ini berlangsung di Brasil, Chili, Indonesia, dan Turki. Dilansir dari idn poker apk versi terbaru, Negeri Jiran berhasil mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Pfizer, yang berarti cukup untuk disuntikkan kepada 70 persen populasinya. Malaysia hanya memesan 16 juta dosis Sinovac.

CoronaVac menggunakan teknologi serupa, tetapi lebih tradisional, dibandingkan dengan BBIBP-CorV dan BBV152, vaksin virus inaktif COVID-19 lainnya yang juga sedang dalam uji coba tahap III. “Sekitar setengah dari 16 juta sudah didistribusikan, sisanya akan digunakan untuk dosis kedua. Jadi bagi mereka yang belum divaksinasi, mereka akan menerima vaksin Pfizer,” kata Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, pada Kamis (15/7/2021).

1. Vaksin Sinovac diragukan keampuhannya
Dianggap Tidak Ampuh, Malaysia Setop Suntikkan Sinovac ke Warganya

Pengumuman dari Adham memberikan ketidakpastian soal 12 juta dosis sinovac yang telah dipesan oleh perusahaan negara Pharmaniaga.

Vaksin produksi Tiongkok itu tidak lagi digunakan karena Malaysia ragu dengan kemanjurannya terhadap varian Delta, yang memiliki daya penularan tinggi dari virus corona pada umumnya.

Pada Kamis kemarin, Malaysia mencatatkan rekor kasus infeksi tertinggi sepanjang pandemik, yaitu 13.215 orang terpapar corona dalam satu hari. Rata-rata kematian sepanjang Juli juga masih tinggi, dengan lebih dari 100 orang meninggal setiap hari.

2. Singapura dan Thailand juga menghindari penggunaan Sinovac
Singapura dan Malaysia Tinjau Ulang Vaksin Covid Sinovac

Selain itu, Malaysia merupakan salah satu negara dengan akselerasi vaksinasi yang bagus, dengan sekitar 26 persen dari 32 juta penduduknya telah menerima inokulasi setidaknya satu dosis.

Selain Malaysia, otoritas kesehatan Thailand juga memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Sinovac. Mereka akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai dosis kedua bagi mereka yang telah disuntik Sinovac.

Begitu pula dengan Singapura, angka inokulasi nasional tidak mencakup mereka yang disuntik dengan Sinovac.

Di Indonesia, pemerintah menggunakan vaksin Moderna sebagai dosis booster kepada mereka yang disuntik Sinovac.

3. Program inokulasi akan dilanjutkan dengan vaksin lain
Dianggap Tidak Ampuh, Malaysia Setop Suntikkan Sinovac ke Warganya

Selain Pfizer, Malaysia juga berhasil mengamankan pasokan vaksin AstraZeneca, CanSino Biologic China, dan Johnson & Johnson.

Sejak pandemik COVID-19, Malaysia telah mencatat 880 ribu kasus infeksi dan sekitar 6 ribu kematian. Malaysia tercatat sebagai salah satu negara dengan infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara.