Kongres di Chile Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Kongres di Chile Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Kongres di Chile Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis – Kongres Chile meloloskan aturan pernikahan sesama jenis. Presiden Sebastián Piñera yang dulunya menolak juga telah memberikan restu.  Chile menjadi negara ke delapan di Amerika Selatan yang melegalkan pernikahan sesama jenis, sebelumnya Brasil, Argentina, Ekuador, Kolombia, dan Uruguay sudah melegalkan.

Menurut laporan NPR, Rabu (8/12/2021), aturan ini sempat lama mandek di Kongres, tapi kini anggota DPR dan Senator Chile kompak memberikan dukungan. Pasangan sesama jenis juga akan mendapatkan hak adopsi. Presiden Piñera yang berasal dari partai konservatif berkata sudah saatnya komunitas LGBT di negaranya mendapatkan hak pernikahan.

NPR menyebut pasangan sesama jenis kini memiliki hak yang sama seperti pasangan heteroseksual. Mereka pun berhak mendapatkan benefit yang didapatkan pasangan heteroseksual.

1. Pasangan sesama jenis akan memiliki hak untuk adopsi anak 
Kongres Chile Setujui Pernikahan Sesama Jenis

Melansir dari Al Jazeera, dalam pemungutan suara di Senat Chile ada 21 suara yang mendukung RUU itu, 8 menentang, dan tiga anggota abstain. Satu jam kemudian di Kamar Deputi yang lebih rendah RUU itu disetujui oleh 82 anggota, 20 menolak, dan ada dua yang abstain.

RUU yang disetujui ini telah mendapat dukungan dari Presiden Sebastian Pinera, yang masa jabatannya berakhir pada Maret tahun depan. Pinera telah menyatakan dukungannya pada awal tahu ini, diharapkan RUU itu segera ditandatangani dan kemudian akan berlaku 90 hari setelahnya.

Setelah RUU itu menjadi undang-undang, maka pasangan sesama jenis di Chile akan diakui, mendapat tunjangan pasangan dan hak adopsi anak untuk pasangan sesama jenis yang menikah. Istilah gender akan dihapus dan diganti dengan kata “pasangan” dan “orang tua” dalam hukum perdata negara dan undang-undang lainnya.

Pedro Arraya, seorang senator yang baru terpilih kembali telah memberikan suaranya mendukung RUU tersebut. Dia menganggap persetujuan RUU ini sebagai hari bersejarah.

Menteri Pembangunan Sosial Karla Rubilar, juga menganggap lolosnya RUU di Kongres sebagai hari bersejarah, karena Chile telah bergerak maju dalam hal keadilan dan kesetaraan, dikutip dari Reuters.

2. Chile negara kesembilan di benua Amerika yang mengizinkan pernikahan sesama jenis
Kongres Chile Setujui Pernikahan Sesama Jenis

Melansir dari Al Jazeera, sebuah organisasi LGBTQ di Chile, MOVILH, menyambut dengan senang pemungutan suara pada hari Selasa. Sekitar satu dekade yang lalu MOVILH dan dan tiga pasangan sesama jenis memperjuangkan kesetaraan pernikahan, dengan membawa kasus mereka ke Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika.

Perjuangan mewujudkan pernikahan sesama jenis telah mendorong negara itu melegalkan serikat sipil untuk sesama jenis pada 2015, yang memberi beberapa hak, tapi tidak untuk hak adopsi. Pada 2017 RUU yang saat ini telah disahkan diperkenalkan oleh presiden sebelumnya, Michelle Bachelet.

Chile adalah negara kesembilan di benua Amerika yang meloloskan undang-undang mengenai kesetaraan pernikahan, bergabung dengan Kanada, Argentina, Brasil, Uruguay, Amerika Serikat, Kolombia, Ekuador, dan Kosta Rika. Di Meksiko pernikahan sesama jenis diperbolehkan di 14 dari 32 negara bagian. Di Eropa hampir semua negara melegalkan pernikahan sesama jenis.

3. Pemilu presiden akan mempengaruhi dukungan terhadap komunitas LGBT
Kongres Chile Setujui Pernikahan Sesama Jenis

Melansir dari France24, pada 19 Desember Chile akan mengadakan pemilihan presiden putaran kedua yang akan memilih Gabriel Boric dan Jose Antonio Kast. Keduanya memiliki pandangan yang bertentangan mengenai pernikahan sesama jenis.

Boric kandidat yang mewakili aliansi kiri yang mencakup Partai Komunis, saat ini telah menunjukkan dukungannya kepada komunitas LGBT dengan memberikan suara mendukung RUU itu, dia merupakan anggota parlemen. Dia dalam kampanyenya telah menyatakan dukungan kepada komunitas LGBT.

Namun, Kast kandidat konservatif sayap kanan tidak setuju dengan RUU itu. Konservatif negara itu telah berusaha menentang kehadiran LGBT. Ketika masih berada di Kongres Kast berulang kali menentang hak-hak LGBT.

Dengan dua kandidat yang berbeda pandangan tentunya kelompok LGBT di Chile masih harus berjuang dengan memberikan dukungan kepada kandidat yang mendukung hak-hak yang mereka inginkan.