Konflik Terjadi di Kawasan Pertahanan Polandia & Belarusia

Konflik Terjadi di Kawasan Pertahanan Polandia & Belarusia

Konflik Terjadi di Kawasan Pertahanan Polandia & Belarusia – Polandia tidak sendirian dengan tuduhan terhadap Belarus itu. Negara-negara lain di kawasan Baltik juga mengatakan Minsk mendorong para migran ke arah negara-negara mereka.

Kementerian Pertahanan Polandia menyampaikan bahwa prajuritnya sempat akan ditembak oleh Pasukan Belarusia. Pernyataan itu disampaikan Polandia, setelah prajurit Polandia secara tidak sengaja menemukan ratusan imigran ilegal yang dilindungi personel militer Belarusia di dekat perbatasan Polandia-Belarusia.

Berdasarkan laporan resmi otoritas pertahanan, tiga prajurit Polandia dikabarkan berhasil menemukan sekitar 250 imigran ilegal yang memperoleh perlindungan dari militer Belarusia.

1. Minsk dituduh mendorong imigran ilegal masuk ke Uni Eropa via negaranya
Polandia Tuding Belarusia Sengaja Selundupkan Imigran Ilegal ke Eropa

Pemerintah Belarusia yang terus dikucilkan oleh negara-negara Uni Eropa ternyata disebut melancarkan sebuah aksi pembalasan. Hal itu dilakukan mereka dengan mengizinkan imigran ilegal untuk menggunakan negaranya sebagai transit sebelum masuk ke kawasan Uni Eropa.

Dikutip dari Reuters, melihat Belarusia yang tidak kooperatif, Polandia dan Uni Eropa menuduh jika Belarusia memang secara sengaja membuka pintu perbatasannya untuk imigran ilegal. Menurut ahli, semua ini dilakukan Minsk guna mendesak Uni Eropa agar mencabut sanksi-sanski ekonomi yang memberatkan Belarusia.

Tidak hanya itu, Warsawa menambahkan jika Belarusia sempat melancarkan aksi penyusupan bersenjata ke Wilayah Polandia yang berlangsung pada 1-2 November 2021.

2. Belarusia panggil atase militer Polandia terkait masalah perbatasan
Polandia Tuding Belarusia Sengaja Selundupkan Imigran Ilegal ke Eropa

Merasa dituduh melakukan sesuatu yang tidak dilakukan, Belarusia memanggil atase militer dari Kedutaaan Besar Polandia untuk Belarusia. Kementerian Luar Negeri Belarusia menyuarakan protesnya atas tuduhan penyusupan yang disuarakan Polandia karena dinilai tidak berdasar.

“Sebuah protes tegas telah dilontarkan kepada diplomat Polandia terkait pernyataan yang disampaikan pejabat Polandia mengenai ‘penyusupan’ ke Polandia dari Wilayah Belarusia oleh orang-orang berseragam dan bersenjata lengkap yang tidak diketahui pada 2 November,” ujar Kementerian Luar Negeri Belarusia.

Lanjutnya, pemerintah Belarusia menegaskan bahwa mereka tidak pernah memprovokasi insiden perbatasan dengan Polandia, dan insiden yang terjadi adalah rekayasa yang dibuat-buat guna menghancurkan martabat Belarusia.

3. Polandia terus memperkokoh perbatasan timurnya

Tidak ingin dibanjiri imigran ilegal dari Belarusia, Polandia terpaksa deklarasikan situasi gawat darurat nasional. Kondisi ini membuat Warsawa bisa dengan mudah mengarahkan aset pertahanan dan keamanan demi memperkuat perbatasannya dengan Belarusia.

Selain mengirim ribuan tentara ke perbatasan Polandia-Belarusia, Warsawa dikabarkan telah menyetujui pembagunan dinding pembatas senilai 407 juta dollar AS atau setara dengan 5,8 triliun rupiah.

Untuk saat ini, wilayah perbatasan Polandia-Belarusia hanya diberi pembatas dengan kawat berduri yang dianggap belum cukup menghentikan gerak laju imigran ilegal. Walaupun sebenarnya kawat berduri berhasil diterapkan di negara-negara Eropa lain, namun para imigran diklaim memiliki pemotong kawat yang disediakan oleh militer Belarusia.

Sekitar 3.000 migran, sebagian dari Irak dan Afghanistan, telah berusaha memasuki Polandia dari Belarus bulan ini, lapor kantor berita Associated Press. Polandia menolak mereka masuk dan mengatakan akan membangun pagar untuk menghalangi mereka masuk Polandia.

Pemerintah Polandia mengatakan, telah menyediakan tenda, selimut dan generator listrik untuk para migran, yang tetap berada di wilayah Belarus.