Kemenkes Pastikan Data dari E-HAC Aman & Tidak Disebar

Kemenkes Pastikan Data dari E-HAC Aman & Tidak Disebar

Kemenkes Pastikan Data dari E-HAC Aman & Tidak Disebar – Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dr. Anas Maruf memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam sistem electronic Health Alert Card (e-HAC) tidak bocor dan dalam perlindungan. Hasil penelusuran saat ini mengindikasikan bahwa terjadi dugaan kebocoran data pada aplikasi e-HAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak tanggal 2 Juli 2021.

Aplikasi e-HAC yang saat ini digunakan oleh masyarakat telah terintegrasi dengan Sistem informasi Satu Data Covid-19 PeduliLindungi yang terdapat pada Pusat Data Nasional dalam kondisi tidak terpengaruh insiden tersebut dan pengamanannya didukung oleh Kemenkominfo dan BSSN.

Integrasi tersebut dilakukan sesuai amanat SE No HK. 02.01/MENKES/847/2021 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi

1. Kepolisian hentikan penyelidikan kasus kebocoran data e-HAC
Kemenkes Pastikan Data e-HAC Aman dan Tidak Bocor 

Menurut Anas, hal ini sesuai dengan hasil penyelidikan kepolisian yang tidak menemukan adanya dugaan kebocoran data pengguna pada aplikasi e-HAC. Polisi juga tidak menemukan upaya pengambilan data dari server e-HAC.

Setelah dipastikan tidak ditemukan pengambilan data pengguna e-HAC, maka bantuan penyelidikan oleh Siber Polri dihentikan.

Kepolisian resmi menghentikan penyelidikan terhadap dugaan kasus kebocoran data di aplikasi sistem e-HAC.

2. VPN Mentor laporkan kebocoran data e-HAC
1,3 Juta Data Pengguna Aplikasi e-HAC Bocor

Sebelumnya, informasi adanya kebocoran data e-HAC dilaporkan oleh VPN Mentor. Laporan tersebut telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan diterima oleh Kementerian Kesehatan pada 23 Agustus 2021.

Kemudian Kementerian Kesehatan melakukan penelusuran dan langsung, melakukan tindakan perbaikan-perbaikan pada sistem e-HAC.

3. Masyarakat diimbau menggunakan aplikasi PeduliLindungi
Kemenkes Pastikan Data e-HAC Aman dan Tidak Bocor 

Sebagai bagian dari mitigasi risiko keamanan siber, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Kementerian kominfo, BSSN, serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk melakukan investigasi guna menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada kerentanan lain yang bisa digunakan untuk mengeksploitasi sistem e-HAC PeduliLindungi.

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Platform PeduliLindungi ini tersimpan di pusat data nasional dan sudah dilakukan oleh BSSN yaitu IT Security Assessment,” tegas Anas.