Kecelakaan Tambang Batubara di Rusia Mencelakai 285 Orang

Kecelakaan Tambang Batubara di Rusia Mencelakai 285 Orang

Kecelakaan Tambang Batubara di Rusia Mencelakai 285 Orang – Tambang Listvyazhnaya adalah bagian dari SDS-Holding, yang dimiliki oleh Siberian Business Union milik swasta. Tidak ada komentar langsung dari pemilik. Menurut outlet berita Interfax, mengutip pejabat dari Rostekhnadzor, pengawas teknologi dan ekologi negara Rusia, inspeksi terbaru dari tambang Listvyazhnaya berlangsung pada 19 November.

Laporan itu tidak memberikan rincian tentang hasil inspeksi. Tambang batubara Listvyazhnaya di Siberia Barat, Rusia, mengalami kecelakaan pada 25 November. Ada 285 orang yang berada di dalam tambang ketika kecelakaan itu terjadi.

Sebanyak 239 penambang berhasil dievakuasi dan sisanya diduga tidak selamat. Korban jiwa, selain para penambang, adalah para petugas darurat yang sedang berusaha menyelamatkan. Mereka terjebak di dalam tambang dan diduga tewas lemas karena kehabisan nafas.

1. Total 52 orang tewas, termasuk penambang dan petugas penyelamat

Listvyazhnaya berada di wilayah Kemerovo, lebih dari 3.000 kilometer sebelah timur ibu kota Moskow. Di daerah tersebut, beroperasi sebuah tambang batubara milik SDS-Holding, yang dimiliki oleh Siberian Business Union, salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Rusia.

Pada hari Rabu (25/11/21), tambang batubara itu mengalami kecelakaan yang berupa ledakan. Menurut Reuters, bahwa ada 285 orang yang berada di dalam tambang ketika ledakan terjadi.

Tapi setelah ada laporan kecelakaan yang berupa ledakan, layanan darurat segera dipanggil dan bekerja untuk mengevakuasi para pekerja. Sebanyak 239 penambang berhasil dievakuasi namun sisanya terjebak di dalam tambang.

Sebanyak 46 penambang berusaha diselamatkan oleh tim penyelamat yang berjumlah enam orang. Dari jumlah itu, 11 orang dipastikan tewas dan 35 orang lainnya dilaporkan hilang.

Enam petugas penyelamat yang dikirim untuk melakukan operasi berhenti menanggapi komunikasi, yang akhirnya diduga kuat mereka semua juga tewas karena lemas menghirup metana. Total korban berarti 52 orang.

2. Penyebab ledakan diperkirakan karena gas metana yang terpercik api

Pada saat 239 penambang berhasil dievakuasi, pencarian untuk menyelamatkan korban yang terjebak sempat dihentikan. Ini karena konsentrasi metana yang tinggi.

Dilansir The Moscow Times, Wakil Jaksa Agung Dmitry Demeshin mengatakan bahwa insiden itu adalah akibat dari ledakan metana yang disebabkan oleh percikan api. Beberapa media lokal menyebutkan bahwa debu di lubang ventilasi terbakar, menyebabkan tambang dipenuhi asap.

Dari semua penambang yang berhasil diselamatkan, otoritas regional menjelaskan sebanyak 38 orang telah dirawat di rumah sakit karena cedera dan 13 orang mendapatkan rawat jalan. Selain itu, tiga dari mereka yang berada di rumah sakit berada dalam kondisi kritis.

Kepala Serikat Penambang Independen Rusia, Alexander Sergeyev, menyalahkan insiden tragis itu pada kecerobohan terhadap aturan keselamatan oleh pemilik dan manajemen tambang.

“Dan sekarang mereka kembali menyalahkan pekerja. Ini adalah masalah sistemik ketika orang melakukan apa pun demi keuntungan,” kata Sergeyev.

3. Tiga orang yang dinilai bertanggung jawab, ditangkap pihak berwajib
Target Produksi Batubara Adaro Konservatif, Analis Tetap Rekomendasikan  Saham ADRO

Pada tahun 2007 lalu, wilayah Kemorov juga pernah terjadi kecelakaan pertambangan. Bahkan disebut insiden saat itu adalah kecelakaan pertambangan terburuk sejak runtuhnya Uni Soviet. Lebih dari 100 orang tewas.

Lalu pada tahun 2010, juga terjadi ledakan di Kemorov, tepatnya di tambang yang berada di Raspadskaya. Kecelakaan itu menewaskan lebih dari 90 orang.

Dalam insiden terbaru yang terjadi di Listvyazhnaya, pihak berwajib telah menangkap tiga orang. Dilansir BBC, tiga orang tersebut adalah direktur tambang, wakil direktur dan manajer lokasi tambang.

Gubernur Sergey Tsivilyov mengatakan “kami berduka untuk para korban dan menyampaikan belasungkawa kepada orang-orang terdekat dan tersayang mereka.

Kami akan memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada keluarga mereka yang meninggal atau terluka,” ujarnya. Selain itu, gubernur juga menyatakan hari berkabung tiga hari pada 26 sampai 28 November. Bendera akan dikibarkan setengah tiang dan semua acara hiburan lokal dan acara TV akan dibatalkan.

Menurut Tass, perusahaan menjelaskan bahwa untuk keluarga korban yang meninggal akan mendapatkan bantuan 2 juta rubel atau sekitar Rp384 juta. Ganti rugi tambahan juga akan diberikan untuk mereka yang terkena dampaknya, tergantung keseriusan setiap kasus.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara dengan gubernur dan pejabat darurat dan telah memerintahkan Menteri Darurat untuk terbang ke wilayah tersebut guna mengupayakan segala bantuan yang diperlukan.

4. Kecelakaan Lainnya

Ini Daftar Perusahaan Tambang Raksasa yang Melakukan Amendemen Kontrak -  Ekonomi Bisnis.com

Pada 2016, 36 penambang tewas dalam serangkaian ledakan metana di tambang batu bara Severnaya di ujung utara Rusia. Setelah insiden itu, pihak berwenang menganalisis keamanan 58 tambang batu bara di negara itu dan menyatakan 20 di antaranya berpotensi tidak aman.

Dalam insiden lain pada 2010, 91 orang tewas dan 100 terluka di tambang Raspadskaya di Siberia. Kecelakaan itu akibat ledakan metana ketika lebih dari 300 penambang berada di dalamnya. Ledakan kedua kemudian menjebak sekelompok penyelamat.

Pada 2007, 110 orang tewas setelah ledakan gas di tambang Ulyanovskaya, di wilayah yang sama.