Inggris Mengakui Bahwa Taliban yang Sekarang Sangat Berbeda

Inggris Mengakui Bahwa Taliban yang Sekarang Sangat Berbeda

Inggris Mengakui Bahwa Taliban yang Sekarang Sangat Berbeda – Kelompok Taliban dibentuk pada September 1994, mendapat dukungan dari  Amerika Serikat dan Pakistan. Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan kelompok ini karena kejahatannya terhadap warga negara Iran dan  Afghanistan. Taliban melakukan berbagai aksi pelanggaran HAM di Afghanistan.

Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia. Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah  Mohammed Omar, pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Kepala Staf Pertahanan Inggris, Nick Carter, meminta seluruh negara agar memberi ruang kepada Taliban untuk membentuk pemerintahan baru di Afghanistan.

Menurut Carter, Taliban yang berhasil merebut Kabul berbeda dengan Taliban yang pernah berkuasa sepanjang 1996-2001. Carter meyakini bahwa apk idn poker Taliban hari ini lebih masuk akal. Pernyataan itu merupakan refleksi setelah Taliban menggelar konferensi pers pertamanya, yang menunjukkan para pemimpinnya di hadapan publik, tidak seperti pemimpin Taliban 20 tahun lalu yang hidup dalam kegelapan.

1. Komitmen Taliban dinamis karena karakternya Homogen
Inggris Sebut Taliban yang Sekarang Berbeda, Lebih Masuk Akal

Kendati begitu, Carter menyinggung soal karakter Taliban yang bersifat homogen dan nilai-nilai tradisional yang mengkristal di Afghanistan, salah satunya adalah komitmen primordial yang sangat kuat.

“Kita mungkin menemukan Taliban yang lebih masuk akal. Tetapi, yang mutlak harus diingat adalah mereka bukan organisasi homogen. Taliban adalah sekelompok tokoh suku yang berbeda, yang datang dari semua distrik pedesaan Afghanistan,” tutur dia.

“Mungkin Taliban yang (sekarang) lebih masuk akal. Tidak terlalu represif, dan memang terlihat dari cara memerintah Kabul saat ini, ada beberapa indikasi bahwa itu (Taliban) lebih masuk akal,” tambahnya.

2. PM Inggris mewanti-wanti agar tidak ada yang mengakui kedaulatan Afghanistan di bawah Taliban
Inggris Sebut Taliban yang Sekarang Berbeda, Lebih Masuk Akal

Pernyataan Carter bertentangan dengan keterangan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Minggu lalu. Sebelumnya, Johnson mewanti-wanti supaya tidak ada negara yang mengakui kedaulatan Taliban.

Dia juga siap memainkan perannya melalui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan NATO untuk mencapai kepentingan tersebut.

“Kami tidak ingin siapapun mengakui Taliban secara bilateral. Kami ingin semuanya bersatu dalam pemikiran yang sama, untuk mencegah Afghanistan kembali menjadi tempat berkembang biak terorisme,” kata Johnson dikutip dari The Guardian.

3. Taliban berjanji akan membentuk pemerintahan yang inklusif
Inggris Sebut Taliban yang Sekarang Berbeda, Lebih Masuk Akal

Melalui penampilan publik pertamanya, Taliban berjanji akan membentuk pemerintahan yang inklusif. Mereka berkomitmen untuk mempertahankan hak-hak perempuan, termasuk mengizinkan mereka untuk beraktivitas di ruang publik, tidak mewajibkan penggunaan burqa, dan mengizinkan perempuan bersekolah hingga bangku kuliah.

Mereka juga berkomitmen untuk tidak menjadikan Afghanistan sebagai sarang terorisme. Lebih dari itu, mereka berjanji tidak akan memanfaatkan kekuasaan untuk membalas atau menyerang Barat, yang selama 20 tahun lebih mengkategorikan mereka sebagai kelompok terorisme.

Pemerintahan Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat karena dituduh melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden yang juga dituduh Washington mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York pada tanggal 11 September 2001 bekerja sama dengan kubu Aliansi Utara.

Invasi ini dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 dengan secara mengejutkan sehingga pihak Taliban langsung keluar dari ibu kota Afganistan, Kabul sehingga pihak Amerika relatif cepat dan mudah menguasainya. Sejak 2001, pasukan Amerika dan negara sekutu yang lain seperti Britania Raya dan Jerman mulai menduduki Afganistan untuk menumpas Taliban dan membantu menjaga keamanan negara.