Berikut Hasil Dari Pertemuan Para Pemimpin Mesir & Israel

Berikut Hasil Dari Pertemuan Para Pemimpin Mesir & Israel

Berikut Hasil Dari Pertemuan Para Pemimpin Mesir & Israel – Presiden Palestina Mahmoud Abbas  meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menyelenggarakan konferensi internasional untuk membahas perdamaian di Timur Tengah.

Menurut kantor berita, WAFA, Abbas mengirimkan surat kepada Guterres, memintanya untuk berkoordinasi dengan Kuartet Timur Tengah dan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadakan konferensi tersebut. Presiden Mesir El-Sisi menjamu Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennet di Sharm El-Sheikh pada 13 September 2021.

Mereka berdua mendiskusikan perdamaian di Timur Tengah, khususnya perseteruan Israel-Palestina. Mesir adalah salah satu negara Arab yang melakukan normalisasi dengan Israel. Kunjungan Bannet atas undangan El-Sisi jadi kunjungan resmi pertama Israel dalam satu dekade terakhir.

1. Fondasi hubungan masa depan

Presiden El-Sisi menjamu PM Bennet di sebuah resort mewah Laut Merah di kota Sharm el-Sheikh. Mereka berdua mendiskusikan banyak hal, terutama hubungan antara kedua negara yang telah tegang beberapa dekade yang lalu.

Ketika normalisasi beberapa negara Arab dengan Israel berlangsung, Mesir adalah salah satu negara yang sepakat untuk membangun kembali hubungan dengan negara Yahudi tersebut.

Dalam pertemuan pada hari Senin, Naftali Bennet mengatakan “kami menciptakan fondasi untuk hubungan yang mendalam ke depan,” ujarnya dikutip Reuters.

“Jelas ada upaya nyata di sini dari orang Mesir untuk menunjukkan bahwa mereka mencoba membangun dan memperkuat hubungan ini dengan cara yang lebih umum,” kata Harry Fawcett dari Al Jazeera.

Sejak perang Arab-Israel yang terjadi pada tahun 1948, hubungan negara-negara Arab dengan Israel mengalami ketegangan akut. Tapi Mesir adalah negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai pada tahun 1979.

Meski begitu, hubungan dua negara itu hanya terbatas pada kerja sama keamanan dan hubungan ekonomi yang terbatas.

2. Perdamaian di Timur Tengah

Konflik antara Palestina dengan Israel, khusunya di jalur Gaza, terus terjadi sepanjang waktu. Ancaman dari kelompok Hamas membuat wilayah itu mendapatkan blokade, baik itu dari pihak Israel maupun Mesir.

Presiden El-Sisi menyebutkan bahwa ia mendukung perdamaian di Timur Tengah, khususnya Palestina. Menurut Al Ahram, El-Sisi tegas memberi dukungan terciptanya perdamaian berdasarkan solusi dua negara.

Selain itu, Presiden Mesir tersebut juga menyebutkan pentingnya dukungan dari pihak internasional bagi upaya rekonstruksi Mesir di wilayah Palestina serta perlunya mempertahankan gencatan senjata antara Palestina dan Israel.

Mesir memang salah satu negara yang memiliki peran penting dalam permasalahan di Palestina. Mesir juga memiliki pengaruh secara signifikan sebagai perantara dalam gencatan senjata Hizbullah-Israel.

PM Israel menilai bahwa peran Mesir penting di kawasan itu. Perjanjian damai antara Mesir dan Israel menurutnya telah menjadi ujung tombak keamanan dan stabilitas kawasan.

3. Isu perbatasan dan masalah internasional

Mesir dan Israel memang memiliki ketegangan dalam persoalan Palestina. Tapi dua negara itu juga memiliki relasi yang kuat dengan Amerika Serikat (AS). Israel adalah negara penerima bantuan terbesar dari AS dan Mesir adalah negara kedua.

Dalam kunjungan PM Israel ke Mesir, hubungan transportasi dua negara juga mulai ditingkatkan.

Dilansir dari kantor berita Reuters, kementrian transportasi Israel mengatakan akan mulai membuka penyeberangan Taba yang jadi titik masuk turis Israel ke Mesir lewat Sinai. Maskapai Egyptair juga akan mulai mengoperasikan jalur penerbangan antara Kairo dan Tel Aviv.

Selain itu, El-Sisi dan Bennet juga membahas bendungan raksasa (GERD) yang sedang dibangun oleh Ethiopia. Bendungan tersebut menjadi salah satu titik ketegangan antara Ethiopia dengan beberapa negara tetangga, khususnya Mesir.

El-Sisi mengatakan “kami berbicara tentang masalah GERD dan kami menemukan bahwa ada pemahaman bersama saat kami mencoba menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan dan negosiasi untuk mencapai kesepakatan,” katanya dikutip Al Ahram.

Abbas mengatakan bahwa konferensi tersebut akan membantu membuka jalan untuk terlibat dalam proses perdamaian yang serius berdasarkan hukum internasional, resolusi PBB, dan referensi yang relevan, kata WAFA.

Dalam surat itu, Abbas mengatakan bahwa konferensi itu “harus mengakhiri okupasi (Israel) serta membantu rakyat Palestina mencapai kebebasan dan kemerdekaan mereka.”