Bendera Pelangi Tidak Diizinkan Berkibar di Gedung Pentagon

Bendera Pelangi Tidak Diizinkan Berkibar di Gedung Pentagon

Bendera Pelangi Tidak Diizinkan Berkibar di Gedung Pentagon – Bendera pelangi, yang umumnya disebut bendera gay dan bendera LGBT, adalah sebuah simbol dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan gerakan sosial LGBT. .Penggunaan lainnya dari bendera-bendera pelangi meliputi sebuah simbol perdamaian.

Warna-warnanya merefleksikan keragaman komunis LGBT, dan bendera tersebut sering kali digunakan sebagai sebuah simbol gay saat bendera tersebut dibawa-bawa pada pawai-pawai hak asasi LGBTQ+. Bendera tersebut bermula di California Utara, tetapi sekarang digunakan di seluruh dunia.

Pentagon dalam pernyataannya pada hari Jumat (4/05/2021), waktu setempat bahwa tidak mengizinkan militer Amerika Serikat untuk mengibarkan bendera warna pelangi. Aturan Download IDNPlay Apk tersebut sebelumnya sudah diberlakukan pada bulan Juli 2020 lalu oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Bagaimana awal ceritanya?

1. Beberapa hari sebelum pengumuman, Biden mengatakan hampir 1.500 orang yang ditunjuk mengidentifikasi diri sebagai kaum LGBTQ
Pentagon Tidak Izinkan Militer AS Kibarkan Bendera Pelangi

Dilansir The Guardian, Pentagon secara tegas tidak akan membuat pengecualian untuk mengizinkan instalasi militer Amerika Serikat untuk mengibarkan bendera kebanggan pelangi pada bulan Juni 2021 ini. Ini berarti Pentagon mempertahankan kebijakan yang ditetapkan oleh Trump saati itu untuk membatasi jenis bendera yang dapat dikibarkan di pangkalan militer.

Beberapa hari sebelum pengumuman tersebut, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa hampir 1.500 orang yang ditunjuk agen federalnya mengidentifikasi diri sebagai kaum LGBT dalam sebuah proklamasi yang menandai dimulainya bulan kebanggan merayakan komunitas LGBTQ

Juru bicara Pentagon, John Kirby, mengatakan keputusan itu tidak dengan cara apapun mencerminkan rasa hormat dan kekaguman yang dirasakan untuk semua personel LGBTQ+ di dalam dan luar seragam.

Ini membuat Pentagon berselisih dengan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, di mana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengeluarkan otorisasi menyeluruh bagi pos-pos diplomatik Amerika Serikat untuk mengibarkan bendera pelangi di tiang bendera yang sama dengan bendera Amerika Serikat di kedutaan dan konsulat pada bulan April 2021 lalu.

2. Menurut Kirby, keputusan ini berasal dari kekhawatiran tentang tantangan lain
Pentagon Tidak Izinkan Militer AS Kibarkan Bendera Pelangi

Keputusan untuk tidak mengubah kebijakan dan mengziinkan bendera pelangi dikibarkan berasal dari kekhawatiran mengenai tantangan lain hingga kebijakan yang mungkin ditimbulkan serta didorong oleh pengecualian semacam ini.

CEO dan Direktur Eksekutif Modern Military Association of America, Jennifer Dane, kecewa bahwa departemen tersebut tidak mengubah kebijakan untuk mengizinkan bendera pelangi dikibarkan.

Dane mengatakan bendera pelangi adalah simbol keragaman dan inklusi, persis apa yang harus diperjuangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Kirby menekankan bahwa keputusan itu sama sekali tidak mencerminkan kurangnya rasa hormat atau kekaguman terhadap orang-orang dari komunitas LGBTQ+, personel yang mengenakan seragam yang bertugas.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, akan berpartisipasi dalam kegiatan “Pride Month” di Pentagon pada pekan depan dan Austin juga mendorong semua perintah untuk menemukan cara dalam mengakui layanan serta komunitas LGBTQ+ dalam membela bangsa ini.

3. Kebijakan-kebijakan Trump sebelumnya sudah dibatalkan oleh Biden
Pentagon Tidak Izinkan Militer AS Kibarkan Bendera Pelangi

Pada bulan Juli 2020 lalu, Pentagon di bawah pemerintahan Trump mengeluarkan kebijakan yang hanya mengizinkan bendera tertentu pada instalasi militer dan dipandang sebagai cara bagi Menteri Pertahanan Amerika Serikat saat itu, Mark Esper, untuk mengeluarkan larangan de facto untuk mengibarkan bendera konfederasi tanpa disebutkan secara khusus.

Namun, di masa-masa awal pemerintahan Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan lembaga federal untuk melindungi orang-orang LGBTQ di bawah semua undang-undang federal yang melarang adanya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.

Biden juga membatalkan larangan orang-orang transgender secara terbuka mendaftar dan bertugas di militer. Gedung Putih di pemerintahan Biden juga membatalkan perintah yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada saat itu, Mike Pompeo, tentang mengibarkan bendera pelangi dan beberapa Kedutaan Besar Amerika Serikat, termasuk di India dan Australia, yang menyoroti dukungan mereka untuk orang-orang LGBTQ.

Bendera Pelangi Dirancang oleh artis San Francisco Gilbert Baker pada 1978, rancangan tersebut mengalami beberapa revisi mula-mula menghilangkan kemudian menambahkan kembali warna-warna karena ketersediaan ruang kain. Pada 2008, varian paling umum terdiri dari enam strip, dengan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dan violet. Bendera tersebut umumnya dikibarkan secara horizontal, dengan strip merah di bagian atas, seperti halnya pelangi alam.