Bencana Alam Gempa Bumi Besar Mengguncang Negara Haiti

Bencana Alam Gempa Bumi Besar Mengguncang Negara Haiti

Bencana Alam Gempa Bumi Besar Mengguncang Negara Haiti  – Gempa Haiti bermagnitudo 7,2 pada Sabtu pagi (14/8/2021) menewaskan sedikitnya 304 korban jiwa, dan melukai lebih dari 1.800 orang. Bencana alam yang melanda barat daya Haiti ini terjadi pukul 8.29 pagi waktu setempat.

Kuatnya guncangan gempa Haiti 2021 terasa di seluruh Karibia, dan menghidupkan kembali kenangan menyakitkan dari gempa dahsyat 2010 yang menewaskan lebih dari 200.000 orang. Menurut Badan Survei Geologi AS (USGS), pusat gempa Haiti 14 Agustus 2021 terletak sekitar 12 km dari kota Saint-Louis du Sud.

Guncangannya terasa hingga ke ibu kota Port-au-Prince yang sejauh 125 km, dan negara-negara apk idn poker tetangga Haiti. Bencana gempa bumi yang melanda Haiti pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, lalu ini membuat jumlah korban tewas bertambah menjadi 1.297 orang sampai saat ini. Gempa bumi telah menambah masalah yang dihadapi oleh Haiti dalam beberapa bulan terakhir ini.

1. Beberapa rumah sakit tampak kewalahan serta membutuhkan banyak pasokan
Jumlah Korban Tewas Gempa Haiti Capai 1.297 Orang

Dilansir dari BBC, para pejabat di Haiti pada hari Minggu, 15 Agustus 2021, waktu setempat telah mengkonfirmasi sedikitnya sebanyak 1.297 orang tewas setelah gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Haiti pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, lalu. Tim penyelamat sedang memilah-milah beberapa puing dalam pencarian yang sempat putus asa untuk mencari korban selamat. Rumah, gereja, dan sekolah termasuk di antara bangunan yang rata dengan gempa serta beberapa rumah sakit mengalami kewalahan dan membutuhkan pasokan.

Sejumlah orang yang tidak diketahui telah hilang dan sekitar 5.700 orang mengalami luka-luka. Bencana itu menambah masalah yang dihadapi negara yang berada di kawasan Karibia itu, yang sudah terhuyung-huyung dari krisis politik menyusul peristiwa pembunuhan terhadap Presiden Haiti, Jovenel Moise, pada bulan Juli 2021 lalu. Bagian barat daya Haiti tampaknya mengalami kerusakan paling parah, terutama di sekitar kota Les Cayes.

Perdana Menteri Haiti, Ariel Henry, mengatakan untuk kebutuhan medis, ini adalah urgensi terbesarnya dan pihaknya sudah mulai mengirimkan obat-obatan dan tenaga medis ke fasilitas yang terdampak. Ia menambahkan orang-orang yang membutuhkan perawatan khusus yang mendesak sehingga pihaknya telah mengevakuasi sejumlah dari mereka serta pihaknya akan mengevakuasi beberapa lagi pada hari itu dan esok harinya. Keadaan darurat telah berlaku untuk Departemen Barat, Departemen Selatan, Nippes, dan Grand’Anse.

2. PM Haiti meminta seluruh warganya untuk bersatu
Jumlah Korban Tewas Gempa Haiti Capai 1.297 Orang

Henry mengatakan bahwa dia melihat banyak kehancuran serta penderitaan, tetapi juga ketahanan. Rumah sakit Haiti sebagian besar mengalami kerusakan dan rumah sakir bergerak akan segera didirikan untuk membantu yang terluka serta ia juga menyampaikan rasa simpati kepada para kerabat korban gempa bumi dahsyat ini yang menyebabkan beberapa korban jiwa dan hilangnya harta benda di beberapa departemen geografis Haiti.

Tak hanya itu, ia juga menghimbau semangat solidaritas dan komitmen semua warga Haiti untuk membentuk front bersama dalam menghadapi situasi dramatis yang sedang dialami saat ini. Mantan Ibu Negara Haiti, Martine Moise, mengatakan ia merasa sakit hati setelah menerima berita mengenai gempa melanda negaranya. Serupa dengan pernyataan Henry, Martine Moise meminta warganya untuk menyatukan bahu demi bersatu menunjukkan solidaritas Haiti serta kebersamaan itulah yang membentuk kekuatan dan ketahanan warga Haiti.

Selain itu, Haiti kemungkinan akan mengalami bencana angin kencang serta hujan lebat dari Badai Tropis Grace pada hari Senin, 16 Agustus 2021, hingga Selasa, 17 Agustus 2021, ini waktu setempat, di mana hujan tersebut dapat menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor, sehingga mempersulit upaya pemulihan.

3. AS bersama negara-negara lain menawarkan bantuan kepada Haiti
Jumlah Korban Tewas Gempa Haiti Capai 1.297 Orang

Penjaga Pantai Amerika Serikat mengirimkan sumber daya untuk membantu dalam mengangkut personel medis dan pasokan serta mengangkut warga yang terluka parah ke fasilitas di Port-au-Prince sehingga mereka dapat menerima tingkat perawatan yang lebih tinggi.

Pada hari Minggu, 15 Agustus 2021, waktu setempat, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Wendy Sherman, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat telah menempatkan sumber daya yang mendukung tanggap darurat Haiti dan meyakinkan Perdana Menteri Henry bahwa Amerika Serikat tetap menjadi teman dekat dan abadi bagi rakyat Haiti.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, lalu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan dia merasa sedih dengan bencana gempa bumi yang menghancurkan Haiti dan pihaknya telah menyampaikan rasa belasungkawa terdalam kepada semua orang yang mengalami kehilangan orang yang dicintai atau melihat rumah dan bisnis mereka hancur.

Ia juga menambahkan telah mengizinkan langsung Amerika Serikat dan menunjuk Administrator USAID, Samantha Power, sebagai pejabat senior Amerika Serikat untuk mengoordinasikan upaya ini. Beberapa negara Amerika Latin mengatakan mereka juga bersiap untuk mendukung Haiti.

Presiden Cile, Sebastian Pinera, mengatakan pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, lalu bahwa pemerintahannya telah menghubungi pihak berwenang Haiti dan sedang bersiap untuk mengirim bantuan kemanusiaan. Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, juga mengatakan bahwa dia telah memerintahkan Koordinasi Nasional Perlindungan Sipil dan Kementerian Luar Negeri Meksiko, Angkatan Laut Meksiko, dan Kementerian Pertahanan Meksiko untuk mempersiapkan bantuan segera.

Pihak Kementerian Luar Negeri Panama juga mengumumkan sedang bersiap unuk mengirim bantuan kemanusiaan serta Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, mengatakan dia memberikan instruksi kepada Menteri Luar Negeri Republik Dominika untuk memanggi mitranya dari Haiti untuk memfasilitasi bantuan apa pun.

Perdana Menteri, Ariel Henry, kemudian mengumumkan keadaan darurat selama sebulan Belum diketahui pasti tingkat kerusakan akibat gempa Haiti, tetapi Henry yang memimpin negara sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise baru-baru ini, menyebut beberapa daerah mengalami kerusakan besar.