AS Akan Memulai Vaksinasi untuk Anak-anak Usia 5-11 tahun

AS Akan Memulai Vaksinasi untuk Anak-anak Usia 5-11 tahun

AS Akan Memulai Vaksinasi untuk Anak-anak Usia 5-11 tahun – Gedung Putih mengumumkan rencana peluncuran vaksin COVID-19 untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun, sambil menunggu persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. “Untuk mengantisipasi pertemuan komite penasihat independen FDA pada 26 Oktober dan pertemuan komite penasihat independen CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS) 2 hingga 3 November.

Dimulainya program vaksinasi untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun akan tergantung pada proses dan garis waktu FDA dan CDC independen, kata Gedung Putih, demikian dikutip dari Xinhua, Kamis (21/10/2021). Pemerintahan Joe Biden telah mendapatkan cukup vaksin untuk mendukung vaksinasi bagi 28 juta anak di negara itu yang berusia 5 hingga 11 tahun, menurut Gedung Putih.

“Rencana kami adalah memulai suntikan beberapa hari setelah rekomendasi akhir CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Wabah),” demikian keterangan Gedung Putih pada Rabu (20/10/2021), sebagaimana dikutip dari CNA.

1. Izin pemberian vaksin harus mengantongi izin dari dua panel
AS: Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 5-11 Tahun Akan Dimulai Bulan Depan

Produsen vaksin Pfizer-BioNTech telah mengajukan otorisasi vaksin pada awal Oktober. Hasil uji klinis yang disajikan akan diperdebatkan oleh dua panel ahli, yaitu panel dari Food and Drug Administration (FDA) yang akan bertemu pekan depan dan CDC yang akan bertemu pada 2-3 November.

Mereka diharapkan segera memberi rekomendasi setelah pertemuan panel.

Selama uji klinis, anak-anak dalam kelompok usia 5-11 tahun menerima dua suntikan dengan dosis 10 mikogram, jumlahnya tiga kali lipat lebih sedikit dari vaksin yang dibagikan secara kepada orang dewasa. Jarak suntikan pertama dan kedua adalah 21 hari.

Sebelumnya, Pfizer-BioNTech telah diberikan persetujuan FDA untuk menginokulasi remaja berusia 12-15 tahun pada Mei lalu.

2. Vaksinasi anak-anak mempercepat kekebalan kawanan
Meski Ada Vaksin COVID-19, Butuh Rata-Rata 7 Tahun Agar Dunia Kembali  Normal - Global Liputan6.com

Para ahli mengatakan, vaksinasi terhadap anak-anak sangat penting untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) terhadap penyakit tersebut.

Sekalipun hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak cenderung tidak mengalami kasus parah, tetapi mereka masih bisa menularkan virus ke masyarakat luas.

Kepercayaan terhadap vaksin di Negeri Paman Sam mulai menunjukkan tren positif dalam beberapa hari terakhir. Dilansir Vaccine Tracker Bloomberg, vaksin COVID-19 yang telah terdaftar di AS mencapai 409 juta dosis. Jumlah warga yang telah menerima suntikan dosis pertama adalah 66 persen dan mereka yang sudah menerima dua suntikan sebanyak 57 persen.

3. WHO tidak mendukung vaksinasi anak-anak
AS: Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 5-11 Tahun Akan Dimulai Bulan Depan

Selain AS, Pfizer-BioNTech juga mengajukan otorisasi vaksin di Kanada dan Uni Eropa. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah melakukan uji klinis yang melibatkan 2.268 anak-anak, dikutip dari AFP.

Sayangnya, World Health Organization (WHO) tidak mendukung gagasan untuk memvaksinasi anak-anak. Pasalnya, banyak tenaga kesehatan di negara-negara miskin yang belum divaksinasi.

Ketimpangan vaksin menjadi permasalahaan utama yang menjadi sorotan dunia. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menuturkan bahwa permasalahan pandemik COVID-19 saat ini adalah distribusi vaksinnya.

“Pengadaan vaksin sudah tidak ada kendala,” kata Retno yang dipercaya menjadi co-chair COVAX pada Selasa (12/10/2021), seraya menyampaikan bahwa produksi vaksin COVID-19 global mencapai 1,5 miliar per bulan.