Adu Tembak di Meksiko Kembali Terjadi Antar Geng Narkoba

Adu Tembak di Meksiko Kembali Terjadi Antar Geng Narkoba

Adu Tembak di Meksiko Kembali Terjadi Antar Geng Narkoba – Baku tembak yang melibatkan geng-geng saingan di pantai dekat resor Cancun di Meksiko  telah menewaskan dua tersangka pengedar narkoba, kata jaksa. Penembakan  itu terjadi di sebuah pantai di Bahia Petempich, Puerto Morelos, tulis kantor jaksa agung negara bagian Quintana Roo di Twitter.

Adu tembak kembali terjadi di Meksiko, bahkan kejadian ini terjadi di area wisata internasional, Cancun. Insiden ini diduga akibat perselisihan antar anggota kartel narkoba dan mengakibatkan warga maupun wisatawan berhamburan menyelamatkan diri.

Sejak beberapa dekade lalu, Meksiko telah dihantui kasus kekerasan akibat peperangan antar kartel narkoba untuk memperluas wilayah kekuasaan. Peperangan ini mengakibatkan tingginya kasus pembunuhan di Meksiko.

1. Dua korban tewas diduga penjual narkoba jalanan

Konfrontasi antara terduga kartel dengan dan penjual narkoba terjadi di Puerto Morelos, Quintana Roo, tak jauh dari Kota Cancun. Hal ini mengakibatkan dua terduga penjual narkoba jalanan itu tewas di tempat usai ditembak oleh terduga anggota kartel narkoba.

Insiden ini tercatat sebagai kejadian terakhir dari rentetan kekerasan yang diakibatkan oleh kartel narkoba. Penembakan ini disebut mencemarkan kedamaian area destinasi wisata internasional di sekitaran Semenanjung Yucatan.

Karena insiden terjadi di lokasi wisata, warga lokal dan para turis terkejut. Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan mencari tempat persembunyian. Kasus ini juga langsung terdengar di seluruh negeri setelah jutaan warganet ramai membicarakannya di media sosial, dilansir dari DW.

Dilaporkan Associated Press, penembakan Puerto Morelos kali ini terjadi hanya berselang dua minggu setelah seorang travel blogger asal California bernama Anjali Ryot dan turis Jerman, Jennifer Henzold, terbunuh dalam adu tembak antar terduga anggota kartel di Kota Tulum.

2. Pelaku penembakan menggunakan kapal boat

Menurut aparat kepolisian, sebanyak 15 orang dengan senjata laras panjang sudah terlihat di sekitaran Hotel Hyatt Ziva dan Resort Azul Beach. Pelaku penyerangan yang diduga anggota kartel menggunakan kapal boat untuk datang ke lokasi dan menyerang kedua penjual narkoba itu.

Salah seorang saksi mata bernama Mike Sington, yang merupakan eksekutif NBC yang berada di Hotel Hyatt, ikut membeberkan kasus itu.

“Semua tamu dan pekerja mengatakan untuk menunduk dan kita dibawa ke tempat tersembunyi di Hyatt Ziva Riviera Cancun Resort. Penembak? Ancaman teroris atau penculikan? Mereka tidak memberi tahu apapun pada kita,” ungkap Sington.

“Pengunjung lain mengatakan, mereka mendengar suara tembakan. Resort ini sudah dikepung orang dengan senjata yang datang dari pantai. Para pekerja hotel saling memeluk satu sama lain,” tambah Sington.

Tamu hotel lainnya juga mengungkapkan di sosial media, “penembak berada di dalam hotel. Kami bersembunyi dalam sebuah ruangan. Kami berdoa agar semua tamu dan staf hotel dapat melalui kasus ini. Seorang pria dengan senjata api datang dari pantai,” ungkapnya, dikutip dari Mexico News Daily.

3. Kartel kerap membunuh penjual narkoba jalanan yang berasosiasi dengan kartel rival

Jaksa Agung Quintana Roo, Oscar Montes de Oca, mengatakan bahwa terdapat perseteruan antara dua kartel narkoba di pantai dekat hotel.

“Beberapa organisasi kartel memang tengah memperebutkan lokasi perdagangan narkoba di area wisata itu. Termasuk di antaranya Kartel Jalisco dan geng yang bersekutu dengan Cartel del Golfo,” ulas dia.

Para anggota kartel kerap membunuh penjual narkoba dari kartel rival di jalanan Meksiko untuk mengurangi kompetisi. Hal itu juga berfungsi memastikan narkoba menjadi komoditi utama di area tersebut.

Selain insiden yang menimpa travel blogger asal AS dan turis Jerman di Tulum pada Oktober lalu. Pada Juni lalu, diketahui terjadi kasus penembakan yang menewaskan dua orang dan menyebabkan tiga orang terluka di pantai Tulum.

Pada Oktober lalu, polisi sudah mengadakan operasi besar di restoran Quinta Avenida, Playa del Carmen dan berhasil menangkap 26 terduga penjual narkoba. Operasi ini dilakukan setelah adanya polisi perempuan yang ditembak mati dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Meski meningkatnya kasus kekerasan di Quintana Roo, Presiden Andrés Manuel López Obrador tengah merencanakan proyek bertajuk Maya Riviera. Proyek tersebut berisikan rencana pembangunan bandara internasional dan kereta api Maya yang melingkari seluruh Semenanjung Yucatan.

Lebih dari 300.000 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam pembunuhan terkait kartel di Meksiko sejak pemerintah mengerahkan militer untuk memerangi kejahatan terkait narkoba pada 2006.

Riviera Maya, rumah bagi resor populer seperti Cancn dan Tulum, telah mengalami peningkatan kekerasan dalam beberapa tahun terakhir. Bulan lalu pasukan keamanan Meksiko dikirim ke Tulum setelah dua turis asing tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam baku tembak antara tersangka anggota geng.