WHO Katakan Agar Masyarakat Tak Sepelekan Varian Omicron

34 Pasien Omicron Dinyatakan Sembuh dari Total 152 Kasus, Mereka Cukup  Diberi Obat dan Vitamin - Tribunnews.com Mobile

WHO Katakan Agar Masyarakat Tak Sepelekan Varian Omicron – Seperti yang sudah di beritakan sebelumnya bahwa sekerang ini ada virus Covid-19 varian baru yaitu Omicron. Berdasarkan yang data yang ada, di smaoaikan bahwa virus yang satu ini bisa menyebar dan menyerang imun tubuh lebih cepat dari pada varian terdahulu. Oleh sebab itu, Dirjen World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa kita tak boleh sampai terlena dan anggap remeh varian Omicron ini.

Apa yang sudah beliau samapaikan, adalah bentuk tanggapan setelah adanya beberapa penelitian terkait varian virus Omicron ini. Hasil penelitian yang ada menyimpulkan bahwa, gejala yang di timbulkan oleh Omicron jauh lebih ringan daripada varian terdahulu.

“Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, tidak berarti Omicron dapat dikategorikan sebagai hal yang ringan,” kata Tedros pada hari Kamis kemarin.

1. Ancaman lain dari Omicron adalah lahirnya varian yang lebih mematikan

34 Pasien Omicron Dinyatakan Sembuh dari Total 152 Kasus, Mereka Cukup  Diberi Obat dan Vitamin - Tribunnews.com Mobile

WHO Eropa pada hari Selasa kemarin mengingatkan bahwa ancaman nyata dari Omicron adalah risiko lahirnya varian baru yang lebih mematikan.

“Semakin banyak Omicron menyebar, semakin banyak replikasi, semakin besar kemungkinan untuk melahirkan varian baru. Omicron dapat menyebabkan kematian, mungkin (ancamannya) lebih sedikit daripada Delta, tapi siapa yang tahu (ancaman) dari varian berikutnya,” kata petugas darurat senior WHO Eropa, Catherine Smallwood, dikutip dari AFP.

Di sisi lain, semakin banyak orang yang terinfeksi Omicron, semakin banyak pula orang yang dirawat di rumah sakit.

“Dampaknya adalah semakin banyak orang dengan penyakit parah yang berakhir di rumah sakit, atau mungkin meninggal,” kata dia.

“Bahkan (di negara) dengan sistem kesehatan yang canggih dan berkapasitas baik, mereka berjuang habis-habisan saat ini. Dan hal ini kemungkinan akan terjadi di seluruh wilayah saat Omicron melonjak,” tambah Smallwood.

2. Omicron tetap dapat meningkatkan risiko kematian

WHO Ingatkan Supaya Varian Omicron Tidak Dianggap Sepele

Tedros menyebut ancaman yang dihasilkan Omicron sama seperti varian lainnya.

“Omicron menyebabkan orang dirawat di rumah sakit dan membunuh orang,” tutur mantan Menteri Kesehatan Ethiopia itu.

Pada saat yang sama, Tedros kembali menyoroti kesenjangan terhadap akses vaksin COVID-19. Berdasarkan prediksi WHO, akan ada 109 negara yang gagal memenuhi target untuk memvaksinasi 70 persen populasinya pada Juli nanti.

Tidak kalah menyedihkan, WHO juga menyayangkan ada 36 negara yang bahkan belum mampu memvaksinasi 10 persen populasinya hingga akhir 2021.

3. Omicron tidak memberikan kerusakan parah pada paru-paru

Gejala Varian Omicron, Vaksin, dan Langkah Pencegahannya | Republika Online

WHO menyoroti beberapa studi yang menyimpulkan bahwa varian Omicron memicu gejala lebih ringan dibanding varian sebelumnya.

“Kami melihat semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Omicron menginfeksi saluran pernapasan bagian atas. Tidak seperti varian lain yang menyebabkan pneumonia parah,” kata Manajer Insiden WHO, Abdi Mahamud, pada Selasa, dikutip dari Al Jazeera.

Senada dengan Smallwood, Mahamud juga khawatir dengan daya transmisi Omicron yang sangat tinggi. Dia juga memprediksi, dalam beberapa pekan ke depan, Omicron akan menjadi varian dominan di banyak negara.

Meski begitu, Mahamud belum menilai, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa hanya vaksin tertentu yang ampuh melawan Omicron. Keterangan yang sama juga berlaku untuk vaksinasi booster.

Dia menekankan, keputusan seputar vaksin memerlukan koordinasi global dan tidak boleh diserahkan kepada sektor komersial untuk memutuskan sendiri.