Uni Eropa Disarankan Memberi Bantuan Finansial ke Belarusia

Uni Eropa Disarankan Memberi Bantuan Finansial ke Belarusia

Uni Eropa Disarankan Memberi Bantuan Finansial ke Belarusia – Republik Belarus atau Belarusia adalah sebuah negara di Eropa Timur dengan ibu kota Minsk. Negara ini secara administratif terbagi menjadi 6 provinsi dan sebuah kota khusus. Berbatasan dengan Rusia di timur dan timur laut, Ukraina di selatan, Polandia di barat, dan Lituania dan Latvia di barat laut

Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov menyarankan Uni Eropa (UE) agar memberi bantuan finansial ke Belarusia. Saran itu disampaikan Lavrov, setelah perseteruan Belarusia dan Polandia di perbatasan mencapai titik panas baru karena memadatnya ribuan imigran ilegal dan pengungsi.

Melansir Reuters, sanksi ekonomi Uni Eropa yang melemahkan ekonomi Belarusia dipercaya Rusia sebagai alasan mengapa Minsk kesulitan menghalang gelombang imigran ilegal.

1. Lavrov ingin Belarusia diperlakukan sama seperti Turki
Rusia: Uni Eropa Harus Beri Bantuan Finansial ke Belarusia

Berbagai negara di Uni Eropa sering kali mengalami krisis imigran, di mana semua itu bermula sejak 2010an silam. Guna mengantisipasi melonjaknya jumlah imigran yang datang, Uni Eropa tidak segan mengeluarkan banyak dana untuk membantu negara non-Uni Eropa yang digunakan sebagai pagar pembatas.

Dikutip dari Reuters, Sergey Lavrov berpendapat ketika Uni Eropa dapat membayar Turki untuk menampung jutaan pengungsi dan imigran ilegal maka hal serupa bisa dilakukan terhadap Belarusia.

Lavrov tidak ingin melihat adanya standar ganda, dan seharusnya Uni Eropa memperlakukan setiap negara yang menjadi pintu masuk imigran secara setara tanpa pengecualian.

2. Uni Eropa tuduh Belarusia terapkan kebijakan “brandal”
Rusia: Uni Eropa Harus Beri Bantuan Finansial ke Belarusia

Semakin banyaknya pengungsi dan imigran ilegal yang mendekati perbatasan Polandia dari Belarusia membuat Uni Eropa marah besar. Juru Bicara Komisi Uni Eropa menjelaskan bahwa krisis imigran yang terjadi sekarang adalah hasil dari kebijakan pemerintah Belarusia yang “tidak manusiawi” dan “brandal”, seperti yang dilansir dari BBC.

Uni Eropa tuding Belarusia secara sengaja mengundang pengungsi dan imigran ilegal untuk masuk ke negara mereka lalu ditelantarkan ketika mencapai perbatasan Belarusia-Polandia. Sekarang setidaknya terdapat sekitar 2 ribu pengungsi di perbatasan Belarusia-Polandia yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah.

3. Lukashenko sebut Rusia dapat terseret dalam konfrontasi perbatasan Belarusia-Polandia
Rusia: Uni Eropa Harus Beri Bantuan Finansial ke Belarusia

Sebagai salah satu sekutu terdekat dan terpercaya Rusia, Belarusia akui jika sekutunya tersebut kemungkinan besar dapat ikut terjebak dalam krisis.

Dilaporkan The Telegraph, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyampaikan kekhawatirannya atas perselisihan perbatasan Belarusia-Polandia dan tidak ingin konfrontasi ini menjadi masalah yang jauh lebih besar sehingga Rusia terpaksa terlibat.

Lukashenko juga menegaskan bahwa negaranya tidak pernah merancang ataupun dengan sengaja mengirim ribuan imigran ilegal untuk masuk ke Uni Eropa. Belarusia adalah negara berkembang dan merupakan negara  kediktatoran terakhir dibenua eropa dengan peringkat yang sangat tinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia.

Belarus telah menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak didirikan; dan anggota CIS, CSTO, EAEU, dan Gerakan Non-Blok, ia tidak menunjukkan aspirasi untuk bergabung dengan Uni Eropa tetapi tetap mempertahankan hubungan bilateral dengan UE, dan juga berpartisipasi dalam dua proyek UE: Kemitraan Timur dan Baku Initiative.