Tumpahan Minyak di Suriah Mendekati Pantai di Siprus Utara

Tumpahan Minyak di Suriah Mendekati Pantai di Siprus Utara

Tumpahan Minyak di Suriah Mendekati Pantai di Siprus Utara – Minyak mengalir ke Mediterania dari pembangkit listrik Suriah dan sekarang menuju Siprus. Tumpahan minyak bisa sampai di sana pada hari Selasa. Pihak berwenang khawatir. Tumpahan minyak di Mediterania timur dari pantai Suriah memperingatkan pihak berwenang Siprus. Seperti yang dikatakan Kementerian Perikanan pada hari Senin, pihak berwenang memperkirakan tumpahan minyak akan mencapai bagian utara pulau itu pada hari Selasa.

Laporan pertama kebocoran bahan bakar minyak dari pembangkit listrik di kota pelabuhan Suriah Banias telah ada sejak pekan lalu. Menurut kantor berita negara Suriah Sana, kebocoran itu disebabkan oleh kecelakaan. Pemerintah Suriah mengatakan Senin di surat kabar pro-pemerintah “Al-Watan” bahwa sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu. Menurut ini, hanya antara dua dan empat ton minyak pemanas bocor dari pembangkit listrik.

Tumpahan minyak dari dari kilang di Baniyas, Suriah pada pekan lalu telah menyebar di perairan Mediterania dan pada hari Selasa (31/8/2021) semakin mendekati pantai di Siprus Utara. Tumpahan minyak itu telah membuat pihak Siprus Utara mengambil tindakan agar minyak tidak mengotori pantai mereka.

1. Tumpahan minyak Suriah
Siprus Utara Hadapi Tumpahan Minyak dari Suriah

Melansir dari CNN, menurut keterangan para pejabat Suriah pada pekan lalu, menyampaikan ada sebuah tangki berisi 15 ribu ton bahan bakar telah bocor sejak 23 Agustus di pembangkit listrik termal di kota pesisir Baniyas, Suriah. Kilang Baniyas merupakan pasokan utama bahan bakar Suriah dan merupakan sumber daya penting negara yang dilanda perang itu.

Pejabat Suriah memberitahu minyak yang bocor itu telah berhasil dikendalikan. Namun, hasil tangkapan dari satelit oleh Orbital EOS menunjukkan tumpahan jauh lebih besar dari yang diperkirakan semula, meliputi sekitar 800 km persegi. Orbital EOS mengatakan tumpahan minyak pada Selasa malam sudah berjarak sekitar 7 km dari pantai Siprus Utara.

Menyebarnya minyak ke laut ini merupakan tumpahan besar kedua di Mediterania timur pada tahun ini. Pada bulan Februari terjadi kebocoran minyak di lepas pantai Israel yang mengotori pantai negara itu dan juga mencemari pantai Lebanon.

Berdasarkan keterangan warga di Baniyas kepada CNN, tumpahan kini sudah mencemari sebagian besar pantai. Warga yang tidak ingin namanya diberitahu ini menyampaikan pemerintah tidak banyak membantu, hanya mengirim tim dengan alat spons dan selang air. Dia mengatakan tercemarnya laut mempengaruhi kehidupan warga sekitar yang sudah kesulitan mencari nafkah.

2. Siprus menawarkan bantuan kepada Siprus Utara

Siprus telah terpecah sejak 1974 menjadi dua bagian, Siprus dan Siprus Utara. Pemerintah Siprus memiliki kedakatan dengan Yunani dan berada di wilayah selatan, sedangkan Siprus Utara menjalin hubungan dekat dengan Turki, yang merupakan satu-satunya yang mengakui kedaulatan Siprus Utara.

Melansir dari BBC, merespons tumpahan itu pemerintah Siprus telah mengeluarkan peringatan pada hari Senin mengenai potensi minyak mencapai Tanjung Apostolos Andreas, yang merupakan titik paling timur laut Semenanjung Karpas, berada di Siprus Utara, berjarak berjarak sekitar 130 km dari Baniyas.

Hasil pemantauan Departemen Perikanan dan Penelitian Kelautan Siprus tumpahan tersebut tampak seperti “kilap minyak” daripada minyak mentah, diperkirakan minyak akan mempengaruhi tanjung dalam waktu 24 jam. Pihak berwenang telah memberitahu Siprus Utara dan telah menawarkan bantuan.

Siprus dilaporkan telah meminta bantuan kapal pemulihan minyak dari Badan Keselamatan Maritim Eropa.

3. Turki siap membantu
Siprus Utara Hadapi Tumpahan Minyak dari Suriah

Melansir dari The Guardian, Siprus utara yang memiliki kedekatan dengan Turki bergantung hampir secara eksklusif pada bantuan keuangan dan hal lainnya dari Turki. Turki dilaporkan telah mengirim tim untuk menilai situasi dan mempersiapkan tanggapan terkait situasi itu, dan telah siap membantu dengan mengirim dua kapal untuk mengumpulkan tumpahan.

Pejabat lingkungan di Siprus utara menyampaikan tumpahan tersebut adalah bencana bagi ekosistem laut. Pejabat itu menyerukan agar kerja sama dilakukan dengan pemerintah Siprus. Kepala pusat penyelaman dalam Siprus Utara, Erol Adalier, mengatakan tumpahan semakin mendekati semenanjung Karpaz, yang merupakan wilayah dengan pantai berpasir dan perbukitan hijau.

Siprus Utara dilaporkan telah mendirikan pengahalang sepanjang 400 meter dari semenanjung Karpas untuk mencegah minyak mengotori pantai.

Kerja sama dengan Turki telah disampaikan oleh Perdana Menteri Siprus Utara, Ersan Saner, dia menyampaikan negara akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk mencegah Siprus Utara mengalami kerugian. Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, menyampaikan akan mencegah minyak sampai ke pantai.

Banias berjarak sekitar 160 kilometer dari Siprus. Gambar satelit pertama menunjukkan tumpahan minyak 36 kilometer di lepas pantai Suriah, tetapi gambar yang lebih baru menunjukkan bahwa tumpahan minyak bisa jauh lebih besar.

Menurut Kementerian Perikanan Siprus, bagaimanapun, ini lebih merupakan selubung minyak yang relatif tipis daripada lapisan minyak yang tebal. Pihak berwenang Siprus telah menawarkan untuk membantu mengangkut minyak ke Siprus utara.

Pulau ini telah dibagi sejak tahun 1974. Saat itu, bagian utara pulau Mediterania diduduki oleh Turki. Siprus Utara tidak diakui oleh masyarakat internasional kecuali Turki.