Seorang Polisi London Dituduh Lakukan Kejahatan Pemerkosaan

Seorang Polisi London Dituduh Lakukan Kejahatan Pemerkosaan

Seorang Polisi London Dituduh Lakukan Kejahatan Pemerkosaan – Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan  hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

seorang polisi London berusia 46 tahun yang dituduh telah melakukan kejahatan pemerkosaan. Carrick akan diseret ke persidangan untuk diadili. Sebelumnya, polisi yang bertugas di komando yang sama dengan Carrick bernama Wayne Couzens dijatuhi hukuman seumur hidup karena menculik, memperkosa dan membunuh Sarah Everard.

Couzens dan Carrick sama-sama bertugas di Parliamentary and Diplomatic Protection Command. Kasus-kasus tersebut memicu seruan untuk reformasi besar-besaran kepolisian Inggris, tentang bagaimana petugas diperiksa dan bagaimana kejahatan kepada perempuan ditangani.

1. Kejahatan dilakukan tahun 2020 lalu

Polisi London, David Carrick, ditangkap pada hari Sabtu (2/10) dan sehari setelahnya, dirinya didakwa atas tuduhan kejahatan pemerkosaan yang ia lakukan.

Kantor Kejaksaan Inggris, Crown Prosecution Service (CPS) pada 3 Oktober telah mengesahkan tuduhan pemerkosaan tersebut.

Dilansir dari laman resminya, Malcolm McHaffie, dari CPS, mengatakan bahwa “CPS telah memberi wewenang kepada Hertfordshire Constabulary untuk mendakwa petugas Polisi Metropolitan David Carrick, 46, dengan satu tuduhan pemerkosaan menyusul dugaan serangan terhadap seorang wanita pada malam 4 September 2020.”

CPS adalah kejaksaan yang menuntut dan menyelidiki kasus kriminal polisi dan organisasi investigasi lainnya di Inggris dan Wales. CPS bersifat independen.

2. Pelaku diskors dan akan segera diseret ke pengadilan

Kejahatan pemerkosaan yang dilakukan oleh David Carrick dilakukan pada malam hari pada bulan September 2020. Dia melakukannya ketika sedang tidak bertugas.

Menurut kantor berita Reuters, Cressida Dick, Komisaris kepolisian Metro London mengatakan, “saya sangat prihatin mendengar berita hari ini bahwa seorang perwira dari Komando Perlindungan Parlemen dan Diplomatik Metro telah ditangkap dan sekarang didakwa dengan pelanggaran serius ini.”

Carrick segera akan diproses secara pidana atas kejahatan pemerkosaan yang telah ia lakukan. Persidangan akan dimulai pada hari Senin pukul 10 pagi waktu setempat dan pelaku akan dihadirkan melalui tautan video.

David Carrick yang ditangkap pada hari Sabtu, seketika itu juga telah diskors dari lembaga tempatnya bekerja.

3. Sarah Everard yang diperkosa dan dibunuh polisi

Sebelum kasus yang menyeret petugas polisi bernama David Carrick, petugas lain yang bernama Wayne Couzens telah menggegerkan Inggris. Dia merencanakan penculikan, pemerkosaan dan melakukan pembunuhan terhadap Sarah Everard pada Maret tahun ini.

Couzens telah merencanakan penculikan itu, tapi korban yang jadikan sebagai target, dipilih secara acak. Dia melancarkan rencana jahatnya usai bertugas dari Kedutaan AS, memilih wanita muda, menculik dan membawanya pergi ke daerah pedesaan untuk diperkosa dan dibunuh.

Menurut BBC, Sarah Everard yang berusia 33 tahun meninggal karena dicekik menggunakan sabuk polisi. Jenazahnya dibakar dalam lemari es, sebelum kemudian dibuang di dekat area hutan milik Couzens.

Wayne Couzens akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Dalam persidangan, ayah Sarah Everard yang bernama Jeremy, menuntut agar Couzens menatapnya saat dia memberi tahu si pembunuh, bahwa dia tidak akan pernah bisa memaafkannya karena membunuh putrinya.

Di zaman kuno hingga akhir Abad Pertengahan, pemerkosaan pada umumnya tidak dianggap sebagai kejahatan terhadap seorang gadis atau perempuan, melainkan lebih kepada pribadi sang laki-laki yang “memilikinya”.

Jadi, hukuman atas pemerkosaan seringkali berupa denda, yang harus dibayarkan kepada sang ayah atau suami yang mengalami “kerugian” karena “harta miliknya” “dirusak”. Posisi ini kemudian diubah di banyak lingkungan budaya karena pandangan bahwa, seperti halnya sang “pemilik”, si perempuan itu sendiripun mestinya ikut mendapatkan ganti ruginya.

Pemerkosaan dalam peperangan juga dapat dilihat terjadi pada zaman kuno sehingga disebutkan pula di dalam Alkitab, misalnya di dalam kisah tentang kaum perempuan yang diculik sebagai hadiah kemenangan.

Tentara Yunani, Kekaisaran Persia dan Kekaisaran Romawi, secara rutin memperkosa kaum perempuan maupun anak-anak lelaki di kota-kota yang ditaklukkan. Perilaku yang sama masih terjadi bahkan hingga tahun 1990-an, ketika pasukan-pasukan Serbia yang menyerang Bosnia dan Kosovo, melakukan kampanye yang penuh perhitungan dengan memperkosa kaum perempuan dan anak-anak lelaki di daerah-daerah yang mereka kuasai.