Sambaran Petir Membuat 18 Ekor Gajah Asia di India Tewas

Sambaran Petir Membuat 18 Ekor Gajah Asia di India Tewas

Sambaran Petir Membuat 18 Ekor Gajah Asia di India Tewas – Gajah asia, kadang dikenal dengan nama salah satu subspesiesnya, gajah india, adalah satu dari tiga spesies gajah yang masih hidup, dan merupakan satu-satunya spesies gajah dari genus Elephas yang masih hidup.

Hewan ini adalah hewan darat terbesat di Asia. Sebanyak 18 gajah liar Asia tewas secara misterius di hutan lindung Kondali, negara bagian Assam, India. Berdasarkan keterangan dari otoritas satwa liar setempat, penemuan jasad para gajah terjadi pada Kamis (13/5/2021) waktu setempat, di lokasi terpencil dalam hutan.

Laporan awal oleh dokter hewan menyebutkan kemungkinan bahwa kawanan gajah itu mati karena tersambar oleh Club388 Indonesia petir. Namun, otopsi masih harus di lakukan untuk memastikan penyebab sesungguhnya kematian, dilansir Associated Press.

1. Lima di antara gajah yang ditemukan tewas tergolong masih anak-anak

Menurut keterangan yang disampaikan Jayanta Goswami, perwakilan otoritas setempat, penjaga hutan menemukan kondisi 14 gajah yang mati berada di atas bukit sementara 4 lain di bawahnya.

Di antara para gajah tersebut, lima gajah diketahui masih berusia anak-anak. Mengingat kondisi hutan yang dilanda hujan sebelum kejadian dan sejumlah luka bakar yang ditemukan di jasad gajah, Goswami dan dokter meyakini bahwa penyebab kematian hewan-hewan tersebut adalah disebabkan oleh petir.

Tetapi, Soumyadeep Datta, seorang konservasionis terkemuka dari kelompok aktivis lingkungan Nature’s Beckon, justru menunjukkan keraguan terkait dugaan petir usai melihat foto yang tersebar di media sosial.

“Keracunan bisa jadi penyebab kematian gajah,” kata Datta. “Kami harus menunggu laporan otopsi, yang akan segera dilakukan oleh departemen kehutanan.”

2. Negara bagian Assam, India, merupakan rumah bagi 6.000 gajah Asia

Pada hari Jumat (14/5/2021), tim dokter hewan bersama dengan otoritas setempat serta Menteri Hutan dan Lingkungan wilayah Assam, Parimal Shuklabaidya, dilaporkan telah menuju ke lokasi cagar alam tempat para jasad gajah ditemukan untuk melakukan peninjauan. Cagar alam yang berada di distrik Nagaon yang terletak 150 km di timur Gauhati, ibu kota negara bagian Assam, dikenal luas dengan margasatwanya dan memiliki sekitar 6.000 spesies gajah Asia.

India sendiri adalah rumah bagi hampir 30.000 gajah, yang berarti sekitar 60 persen dari populasi gajah liar Asia tinggal di negara tersebut. Para gajah di Assam seringkali dilaporkan keluar dari hutan untuk mencari makan dan dalam prosesnya, tak jarang mereka memasuki kawasan desa pemukiman, merusak tanaman, hingga dituduh menyebabkan kematian pada manusia.

Demi mencegah ‘ketegangan’ di antara gajah dan manusia terus berlanjut, para konservasionis telah mendesak pemerintah untuk mencegah perambahan masyarakat ke wilayah gajah, serta meminta agar koridor bebas bagi gajah dapat dibuat demi memudahkan akses berpindah di antara hutan dengan aman.

3. Duka mendalam bagi kepergian para gajah

Kematian para gajah tersebut menyebabkan duka mendalam bagi banyak orang dan menarik perhatian luas internasional.

Terlebih, kasus kematian gajah dalam jumlah sebanyak ini di India merupakan kondisi yang sangat jarang terdengar. Untuk memberikan penghormatan terakhir, sejumlah foto dan video yang tersebar pun tampak menunjukkan para penduduk setempat yang terlihat menaburkan bunga di sekitar jasad para gajah, hingga melakukan upacara adat sembari memanjatkan doa.