Puluhan Rumah di Kabupaten Malang Telah Rusak Akibat Gempa

Puluhan Rumah di Kabupaten Malang Telah Rusak Akibat Gempa

Puluhan Rumah di Kabupaten Malang Telah Rusak Akibat Gempa – Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa berkekuatan ma 6,2 yang berpusat di Tenggarta Kabupaten Blitar mengakibatkan sejumlah kerusakan. BPBD Kabupaten Malang mencatat setidaknya ada 30 rumah yang mengalami kerusakan.

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Rumah rusak tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Malang. Catatan itu didapat dari Live Chat Live22 hingga pukul 21.00 WIB, Jumat malam (21/5/2021).

1. Kerusakan terbanyak di Sumbermanjing Wetan
warga Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengatakan, gempa merusak rumah penduduk, mulai tembok bangunan retak sampai genting rumah ambruk. Kerusakan serupa terjadi di Kecamatan Dampit dan Turen, wilayah terdekat dengan pantai selatan Malang.
Kerusakan yang terjadi di bagian plafon rumah warga di Kelurahan Bakalan Krajan, Sukun, Kota Malang. Dok/BPBD Kota Malang

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Iriawan menjelaskan bahwa kerusakan terbanyak terjadi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Ada delapan rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan.

Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah lantaran tim masih terus melakukan pendataan pasca gempa Jumat malam.

“Secara keseluruhan darj data yang masuk ada 30 rumah di Kabupaten Malang,” ucap Sadono, Jumat (21/5/2021).

2. Posko penanggulangan bencana diperpanjang

Sejauh ini, Sadono mengakui bahwa BPBD belum mendirikan posko penanggulangan bencana baru. Pasalnya posko penanggulangan gempa yang terjadi pada 10 April lalu masih berdiri.  Hanya saja pasca kejadian gempa Jumat (21/5/2021) pihaknya kembali menambah personel untuk bersiaga melakukan sejumlah pendataan pada wilayah terdampak. Sebab, ada kemungkinan gempa kali ini memiliki dampak lebih luas ketimbang sebelumnya.

“Untuk posko utama kami siapkan di kantor BPBD. Karena keadaan darurat bencana pasca gempa 10 April lalu masih berlangsung,” tambahnya.

3. Di Kota Malang ada satu rumah rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengonfirmasi data sementara ada satu rumah warga di Kecamatan Sukun mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,2 yang berpusat di Kabupaten Blitar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Alie Mulyanto mengatakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Blitar pada Jumat pukul 19.09 WIB tersebut, satu rumah di Kota Malang mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa.

Kerusakan pasca gempa yang terjadi di Kota Malang. Dok/BPBD Kota Malang

Sementara itu, di Kota Malang dilaporkan terdapat satu rumah rusak terdampak gempa. Rumah yang terdampak tersebut berada di Kelurahan Bakalan Krajan, Sukun, Kota Malang. Kerusakan yang terjadi berupa tembok pada bagian atas plafon runtuh dan menimpa plafon. Namun, kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah.

“Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut,” kata Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto.

4. Terjadi beberapa kali gempa susulan

Terpisah, Kepala BMKG Klimatologi, Geofisika Stasiun Karangkates, Ma’muri menyampaikan bahwa hingga dini hari setidaknya tercatat ada beberapa kali gempa susulan. Namun, kekuatan dari masing-masing gempa susulan tersebut lebih kecil daripada gempa pertama yang mencapai magnitudo 6,2.

Gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 2,7 pukul 19.31 WIB dengan kedalaman 91 KM Barat Daya Turen. Lalu gempa susulan kedua berkekuatan magnitudo 2,8 terjadi pukul 19.40 WIB  berpusat 94 km selatan Blitar, dengan kedalaman 32 kilometer.

“Data kami terakhir mencatat gempa susulan terjadi pukul 20.15 WIB berkekuatan 3,1 berpusat di 102 km tenggara, Blitar. Kedalamannya 50 kilometer,” pungkasnya.