Puluhan Penguin Tewas Diduga Karena Sengatan Sekawanan Lebah

Puluhan Penguin Tewas Diduga Karena Sengatan Sekawanan Lebah

Puluhan Penguin Tewas Diduga Karena Sengatan Sekawanan Lebah – Penguin Afrika adalah penyelam pengejaran , dan makanan utamanya adalah ikan dan cumi-cumi. Setelah sangat banyak, penguin Afrika menurun dengan cepat karena kombinasi dari beberapa ancaman dan diklasifikasikan sebagai  terancam punah . Ini adalah spesies karismatik dan populer di kalangan wisatawan.

Penguin Afrika (Spheniscus demersus), juga yang dikenal sebagai Cape penguin atau South African penguin adalah salah satu binatang yang terancam punah. Namun kabar terbaru yang mengejutkan dilaporkan, puluhan langka tersebut tewas dibunuh kawanan lebah.

Penguin dan lebah selama ini diketahui oleh para ilmuwan dapat hidup secara berdampingan. Kawanan lebah tidak akan menyerang dan menyengat jika tidak diprovokasi. Karena itu, ditemukannya mayat puluhan penguin tersebut di pantai dengan bekas sengatan lebah adalah peristiwa pertama yang mengejutkan para ilmuwan.

1. Penguin yang dibunuh lebah sebanyak 63 ekor

Penguin Afrika Selatan adalah burung dari jenisnya yang khas karena ukurannya kecil. Mereka hidup di pantai dan pulau-pulau di Afrika Selatan serta Namibia. Beberapa laporan juga menunjukkan penguin tersebut ada di utara Gabon.

Sebagai kelompok binatang yang khas serta populasinya yang terus menurun, terbunuhnya mereka dari sengatan lebah adalah hal yang mengejutkan dan langka. Dilansir dari The Guardian, para burung penguin yang tewas berjumlah sebanyak 63 ekor. Mayat burung ditemukan di kota kecil Simons Town, di dekat Cape Town.

Populasi burung penguin Afrika turun dengan cepat karena kekurangan makanan. Para nelayan yang melakukan penangkapan ikan komersial, aktivitas mereka telah turut berdampak pada pasokan makanan burung tersebut.

Selain itu, pengaruh lingkungan juga diyakini sebagai sebab utama menurunnya populasi hewan langka penguin Afrika.

2. Lebah menyerang penguin di sekitar mata
Lebah Bunuh Puluhan Penguin di Afrika Selatan

Dalam keterangan yang dinyatakan oleh South African National Parks (SANParks), para penguin ditemukan mati mendadak pada Kamis dan Jumat (16-17/9). Mayat penguin tersebut kemudian diselidiki dan ditemukan banyak bekas sengatan lebah yang membuat mereka terbunuh.

Dilansir dari laman CNN, SANParks menjelaskan bahwa “pemeriksaan mayat mengungkapkan bahwa semua penguin memiliki beberapa sengatan lebah, dan banyak lebah mati ditemukan di lokasi di mana burung-burung itu mati.”

Sementara ini, lebah yang jadi tersangka adalah lebah madu. Tapi sampel uji untuk mencari penyebab kematian lain masih diteliti oleh para ilmuwan.

David Roberts, seorang dokter hewan dari Southern African Foundation for the Conservation of Coastal Birds (SANCCOB) menjelaskan bahwa sengatan lebah ditemukan di sekitar mata penguin. Karena di tempat itulah, kulit penguin tidak tertutup bulu.

3. Penguin yang mati mendapatkan lebih dari 20 sengatan lebah

Dalam pemeriksaan mayat para penguin, “tidak ada luka fisik eksternal yang ditemukan pada salah satu burung,” jelas SANParks seperti dikutip Al Jazeera. Tapi penguin yang mati memiliki luka sengatan lebah yang lebih dari 20 sangatan.

Menurut BBC, ada salah satu penguin yang tewas dengan 27 sengatan lebah. Katta Ludynia, seorang dokter dari SANCCOBB menjelaskan “melihat jumlah sengatan pada masing-masing burung, itu mungkin akan mematikan bagi hewan sebesar itu,” katanya.

Saat ini sedang dilakukan upaya untuk mencari sarang lebah dan mencari tahu apa yang memicu kawanan lebah melakukan serangan terhadap kelompok penguin.

Menurut Foundation for the Conservation of Coastal Birds in Southern Africa, dalam tiga dekade terakhir, jumlah penguin di Afrika Selatan telah turun 73 persen menjadi sekitar 10.400 pasang. Sedangkan di Namibia masih ada 4.300 pasang penguin. Pada tahun 2010, spesies burung tersebut dinyatakan sebagai terancam punah.

Penguin Afrika adalah penguin berpita , ditempatkan dalam genus Spheniscus. Penguin berpita lainnya adalah kerabat terdekat penguin Afrika, dan semuanya ditemukan terutama di Belahan Bumi Selatan: penguin Humboldt dan penguin Magellan ditemukan di Amerika Selatan bagian selatan, dan penguin Galápagos ditemukan di Samudra Pasifik dekat khatulistiwa. Semuanya serupa dalam bentuk, warna, dan perilaku.

Penguin Afrika adalah anggota kelas Aves dan ordo Sphenisciformes . Itu milik keluarga penguin Spheniscidae , dan diklasifikasikan sebagai Spheniscus demersus . Genus yang dimiliki penguin Afrika, Spheniscus , mendapatkan namanya dari kata Yunani Kuno sphen (‘irisan’), mengacu pada bentuk tubuh mereka yang ramping. Nama spesiesnya, demersus , adalah kata Latin untuk “terjun”.