Presiden Taiwan Katakan Tidak Akan Tunduk Pada Tekanan China

Presiden Taiwan Katakan Tidak Akan Tunduk Pada Tekanan China

Presiden Taiwan Katakan Tidak Akan Tunduk Pada Tekanan China – China mengecam pidato Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bahwa pemerintahannya tidak akan tunduk pada tekanan Beijing dan teru memperkuat pertahanan pulau tersebut untuk melindungi cara hidup demokratisnya.

Kantor Urusan Taiwan China mengatakan pada hari Minggu (10/10/2021) bahwa pidato Tsai menghasut konfrontasi dan memutarbalikkan fakta. Disebutkan, keputusan Taiwan  untuk mencari kemerdekaan adalah menutup pintu untuk dialog. Selama ini China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Sebagai informasi, Beijing memiliki kebijakan one-China policy yang menganggap Taiwan sebagai wilayah separatis yang ingin memisahkan diri. Adapun Taipei menganggap dirinya sebagai entitas demokrasi yang merdeka, berdaulat, dan bukan bagian dari China.

1. Taiwan ingatkan China supaya tidak halu
Presiden Taiwan: Kami Tidak Akan Tunduk Pada China, Jangan Halu!

Pada saat yang sama, Tsai menegaskan komitmennya untuk meredakan ketegangan di Selat Taiwan dan berjanji tidak akan bertindak gegabah.

Pekan lalu, hampir 150 pesawat jet China menerobos wilayah udara Taiwan. Kementerian Pertahanan mencatat kampanye militer itu sebagai provokasi terburuk dalam 40 tahun terakhir. Para ahli khawatir provokasi itu menjadi momen bagi salah satu negara untuk melepas tembakkan terlebih dahulu, sehingga memicu konflik terbuka.

“(China) seharusnya sama sekali tidak memiliki ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan. Ini karena jalan yang telah ditetapkan China tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan, atau kedaulatan bagi 23 juta orang kami,” kata Tsai.

2. Taiwan sebut semakin hebat mereka, maka China akan semakin iri
Presiden Taiwan: Kami Tidak Akan Tunduk Pada China, Jangan Halu!Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memberikan keterangan kepada media setelah pidato langsung kebijakan kedua menjelang pemilu pada Januari mendatang di Taipei, Taiwan, pada 25 Desember 2020.

Menurut Tsai, fokus Taipei saat ini adalah menjaga status quo, supaya provokasi militer China tidak mengganggu stabilitas dan perdamaian regional. Tsai juga mengatakan bahwa Taiwan akan menjadi negara yang lebih fleksibel ketika China.

Hal yang menarik adalah Tsai menegaskan posisi Taiwan sebagai negara demokrasi, memperlihatkan upaya Taiwan untuk mencari dukungan internasional dari entitas demokrasi lainnya.

“Semakin banyak yang kami capai, semakin besar pula tekanan yang kami hadapi dari China. Jadi saya ingin mengingatkan semua warga saya, bahwa kita tidak memiliki hak istimewa untuk lengah,” ujar Tsai.

Menanggapi pidato pada Hari Nasional, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan bahwa Tsai telah melakukan penghasutan, konfrontasi, dan mendistorsi fakta.

3. Pidato Tsai Ing-wen disebut mewakili pandangan rakyat Taiwan
Presiden Taiwan: Kami Tidak Akan Tunduk Pada China, Jangan Halu!

Parade angkatan bersenjata pada Hari Nasional menjadi sorotan utama Minggu kemarin. Jet tempur menderu di atas kantor kepresidenan dan peluncur rudal yang dipasang di atas truk melewati panggung tempat Tsai bersama pejabat lainnya duduk menikmati parade.

Koresponden Al Jazeera, Rob McBride, yang melaporkan dari Hong Kong, menggambarkan pidato Tsai sebagai penentangan atas kebijakan China yang dianggap sewenang-wenang.

“Dia (Tsai) mencerminkan pandangan yang berlaku di Taiwan saat ini, di mana mayoritas orang menentang peningkatan tekanan dari China daratan,” kata dia.

“Reunifikasi dengan Taiwan telah menjadi tujuan presiden China sejak pembentukan Republik Rakyat China dan Xi bertekad untuk mencapai ini di bawah kepemimpinannya. Tetapi posisi Tsai Ing-wen adalah masa depan pulau itu akan ditentukan oleh rakyatnya,” tambah dia.