Petugas Keamanan Disuruh Pemerintah Tembak Pendemo di Almaty

Protes Harga Bahan Bakar Berubah Jadi Bentrokan, Pemerintah Kazakhstan  Mengundurkan Diri

Petugas Keamanan Disuruh Pemerintah Tembak Pendemo di Almaty – Demonstrasi besar di Kazakhstan yang diwarnai oleh kerusuhan sejak Minggu yang lalu, lanjut. Bahkan, Presiden Kassim-Jomart Tokayev, Jumat kemarin, memberikan cahaya hijau bagi pasukan keamanan untuk menarik peluru kepada para pengunjuk rasa. Demonstrasi dimulai dengan persyaratan pemerintah untuk kenaikan harga bahan bakar di Zhanaozen, Manghegsau. Alih-alih mensubsidi, peristiwa menjadi semakin menjadi semakin menjadi dan tersebar di seluruh negeri, termasuk di dua kota utama, Nur Sultan dan Almaty.

Pasukan keamanan Kazakhstan berhasil mengendalikan jalan-jalan Almaty pada hari Jumat kemarin setelah kerusuhan dipicu oleh harga bahan bakar minyak. Presiden Kassim-Jomart Tokayev mengklaim telah menerbitkan penembakan pada siapa saja yang selalu putus asa dengan kerusuhan. Tokayev menyalahkan teroris yang dibentuk oleh kekuatan asing seperti kerusuhan utama di Almaty. Namun sejauh ini, dia tidak memanipulasi bukti tentang partisipasi partai asing.

“Para militan belum meletakkan senjata. Mereka terus melakukan kejahatan atau sedang mempersiapkannya,” tutur Tokayev dalam sebuah pidato di televisi.

1. Ribuan pasukan CSTO diterjunkan ke Kazakhstan

Beberapa hari ini, pasukan terjun payung asal Rusia sudah tiba di Kazakhstan yang diikuti oleh pasukan negara anggota Collective Security Treaty Organization (CSTO) lain, Belarusia pada Kamis (6/1/2022). Pada Jumat, personel militer tambahan dari Rusia sudah tiba disertai dengan sekitar 200 pasukan dari Armenia dan Tajikistan.

Selain itu, Kyrgyzstan juga sudah setuju untuk mengirimkan 150 tentara dan perlengkapan militer ke Kazakhstan. Moskow sebelumnya juga mengatakan bila pasukan yang akan dikirim mencapai 2.500 personel.

Dikutip dari RT, Tokayev juga sudah mengungkapkan terima kasihnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin lantaran bersedia membantu Kazakhstan dan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke negaranya.

2. Puluhan pendemo dan petugas keamanan tewas dalam kerusuhan di Kazakhstan

Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan menyebut bahwa Lapangan Republikan di Almaty yang menjadi pusat kerusuhan, sudah berhasil dibersihkan dari kelompok kriminal. Salah seorang jurnalis juga mengungkapkan tiga jenazah ditemukan di sekitar area tersebut.

Sejauh ini, tercatat puluhan orang tewas, termasuk 18 petugas keamanan yang tewas setelah para pendemo memaksa masuk ke dalam gedung pemerintahan di beberapa kota di Kazakhstan. Namun, sejumlah pihak mengatakan bila korban tewas lebih banyak dari yang diucapkan oleh pemerintah.

Di samping itu, jumlah pendemo yang ditangkap oleh otoritas setempat sudah mencapai 3.811 orang. Kerusuhan ini disebut sebagai yang terburuk di Kazakhstan sejak 30 tahun merdeka dari Uni Soviet, dilaporkan dari RFE/RL.

Pemerintah juga sudah meningkatkan penjagaan di seluruh pelosok Kazakhstan dalam beberapa hari terakhir. Hal itu dilakukan dengan menambah titik pengecekan hingga 70 lokasi yang beroperasi selama 24 jam.

3. Petugas keamanan diperintahkan tembak pendemo demi stabilkan situasi

Dilansir DW, Presiden Kassym-Jomart Tokayev telah mendeklarasikan perintah konstitusional untuk mengendalikan dan mentabilkan situasi di Almaty. Atas perintah itu, aparat keamanan diperbolehkan menembakkan peluru kepada pendemo tanpa adanya perintah.

Bahkan, presiden berusia 68 tahun itu mengatakan sebanyak 20 ribu pendemo yang berada di Almaty itu sebagai bandit dan teroris. Ia juga berjanji akan menghancurkan mereka semua yang telah menyebabkan kerusuhan.

“Teroris terus menghancurkan properti dan menggunakan senjata dalam melawan warga sipil. Saya sudah memberikan perintah kepada aparat penegak hukum untuk menembak siapa saja yang berbuat onar tanpa menunggu perintah,” ujar Tokayev.

“Ada usulan untuk mengadakan negosiasi resolusi damai. Namun, itu adalah sesuatu yang buruk. Negosiasi macam apa yang dapat kamu lakukan dengan kelompok kriminal? Kami tengah menghadapi bandit bersenjata lengkap, baik dari dalam maupun luar negeri. Bandit dan teroris harus dihancurkan. Ini akan terjadi dalam waktu dekat,” tuturnya, seperti dikutip The Guardian.