Pesawat Milik Angkatan Udara Bolivia Jatuh di Riberalta

Pesawat Milik Angkatan Udara Bolivia Jatuh di Riberalta

Pesawat Milik Angkatan Udara Bolivia Jatuh di Riberalta – Sebuah jet tempur  Hongdu JL-8 (varian K-8VB) milik Angkatan Udara Bolivia jatuh menimpa sebuah bangunan tempat tinggal di Sacaba, provinsi Chapare, Bolivia. Jet yang jatuh itu adalah pesawat latih. Belum diketahui apa yang menyebabkan kecelakaan itu.

Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Bolivia pada Minggu (10/10/2021) jatuh di Riberalta, Departemen Beni. Bahkan pesawat berjenis Cessna C-206 dengan satu mesin itu jatuh hanya beberapa saat setelah lepas landas dari pangkalan udara di kota tersebut.

Pada Maret lalu, sebuah pesawat jet milik AU Bolivia juga jatuh dan menerjang area permukiman di Sacaba, Provinsi Chapare, Departemen Cochabamba. Insiden ini mengakibatkan tewasnya satu orang dan melukai dua orang warga sipil.

1. Pesawat jatuh ketika akan pergi ke Cobija

Pesawat militer berjenis Cessna C-206 itu lepas landas dari pangkalan udara Riberalta pada pukul 08.50 pagi hari. Sedangkan pesawat itu memiliki nama registrasi FAB-320 saat itu ditugaskan dalam Grup Udara Riberalta ke 62 yang membawa tenaga kesehatan.

Pesawat naas tersebut diketahui jatuh hanya berselang lima menit usai lepas landas dan memiliki tujuan akhir ke Cobija. Sementara itu, pesawat milik AU Bolivia itu ditemukan jatuh di sebuah kota kecil Agua Dulce yang hanya berjarak 15 km dari Riberalta.

Mendengar kabar ini, Pemerintah Bolivia tengah mengajukan pengusutan penyebab utama kecelakaan pesawat ini. Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan juga sudah memulai penyidikan di balik misteri jatuhnya pesawat ini, dilansir dari The Rio Times.

2. Sebabkan enam tewas, empat di antaranya tenaga kesehatan

Dikutip dari Mercopress, seluruh penumpang dalam pesawat militer itu diketahui tewas seketika usai pesawat terjatuh dan terbakar. Bahkan empat di antaranya adalah pejabat dari Kementerian Kesehatan yang hendak bertugas ke Cobija.

Empat orang tenaga kesehatan yang menumpang pesawat itu diketahui bekerja untuk Institut Nasional Laboratorium Kesehatan (Inlasa) dan satu di antaranya bertugas sebagai pengontrol program vektor. Sementara dua korban tewas lainnya, yakni pilot dan co pilot berasal dari militer Angkatan Udara Bolivia.

Para korban tewas diidentifikasi bernama Carla Romero Pérez, José Jorge Aruni, Erika Mercad, Walter Delgado dan dua orang militer yakni Kapten Freddy Suárez Téllez dan Letnan Jhon Clinton Mariaca.

3. Tim penyelamat sudah datang ke lokasi kejadian

Tim penyelamat dari pasukan pemadam kebakaran, polisi, militer sudah datang ke lokasi kejadian bersamaan dengan warga sekitar usai mendengar dentuman keras. Kesemua pihak telah membantu memadamkan api dan mengevakuasi jasad korban kecelakaan yang nantinya akan menjalani uji forensik.

Sementara itu, karena seluruh korban diketahui sudah tewas. Maka sejumlah tim penyelamat lebih berfokus dalam mencari kotak hitam demi megungkap penyebab utama kecelakaan pesawat ini, dikutip dari DW.

Mendengar kabar ini, Presiden Luis Arce juga sudah mengungkapkan belasungkawanya kepada keluarga korban. “Kita terkejut. Kami sudah menginstruksikan kepada otoritas untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Kami ucapkan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban” ujar Arce, dilansir dari Mercopress.

Menurut laporan media setempat, satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam kecelakaan yang terjadi di dekat wilayah Lava Lava tersebut. Ketiganya dilaporkan adalah penghuni rumah tersebut. Sedangkan Pilot jet dua kursi itu dilaporkan berhasil keluar dari pesawat dan mendarat dengan selamat.

Polisi telah menutup area kecelakaan, dan petugas pemadam kebakaran sedang bekerja untuk memadamkan api, yang terjadi di dalam rumah sebagai akibat dari insiden tersebut. Seorang anggota tim tanggap darurat mengatakan kepada outlet berita Página Siete Digital setempat bahwa jet itu tidak meledak seperti dikutip dari Sputnik.