Pemimpin De Facto Myanmar meminta Dosis Vaksin Kepada Rusia

Pemimpin De Facto Myanmar meminta Dosis Vaksin Kepada Rusia

Pemimpin De Facto Myanmar meminta Dosis Vaksin Kepada Rusia – Min Aung Hlaing adalah seorang jenderal tentara Burma yang merupakan ketua Dewan Administrasi Negara Myanmar, yang menjadikannya sebagai pemimpin pemerintahan de facto. Komandan junta militer sekaligus pemimpin de facto Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, mengatakan Rusia akan mengirimkan dua juta dosis vaksin COVID-19 ke Naypyidaw bulan ini.

Dia juga adalah Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar. Dia merebut kekuasaan setelah menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta pada 1 Februari 2021. “Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya menginginkan dua juta (dosis vaksin), dan mereka akan memberikannya,”

Min Aung Hlaing menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata pada 30 Maret 2011. Dia juga anggota Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC) yang diketuai oleh Presiden Myanmar. kata Min Aung pada Jumat (9/7/2021), dikutip dari idn poker apk versi terbaru. Bulan lalu, Min Aung menyampaikan bila dirinya meminta tujuh juta dosis vaksin kepada Rusia.

1. Myanmar melaporkan 4.320 kasus positif
Myanmar Minta 2 Juta Dosis Vaksin COVID-19 ke Rusia

Situasi pandemik COVID-19 di Myanmar mulai memburuk. Sebab, penanganan wabah terganggu kekacauan domestik imbas kudeta militer yang terjadi pada 1 Februari 2021 silam.

Pada Jumat kemarin, Myanmar melaporkan penambahan infeksi sebanyak 4.320 kasus positif dan 63 kematian dalam sehari. Tercatat, jumlah tersebut sebagai penambahan kasus harian dan kematian terbanyak.

2. Data riil di lapangan diprediksi jauh lebih tinggi
Tantangan Ekonomi Indonesia dan Bauran Kebijakan Atasi Dampak COVID-19 –  Macroeconomic Dashboard

Beberapa pakar kesehatan mengatakan, tingkat infeksi riil di Myanmar jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal itu terjadi karena upaya testing dan penelusuran (tracing) virus tidak optimal, sebab tenaga kesehatan bergabung dalam gerakan protes.

Dikutip dari Worldometer, Myanmar sejauh ini telah melaporkan 184 ribu kasus positif dan 3.685 kematian.

Ironisnya, dokter menjadi salah satu kelompok sipil yang paling diincar aparat. Pada April lalu, militer melayangkan tuntutan hukum kepada 19 dokter karena mendalangi gerakan pemberontakan sipil.

3. Myanmar ingin memproduksi vaksinnya sendiri
KTT ASEAN: Pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, diminta  segera hentikan kekerasan dan memulai proses dialog - BBC News Indonesia

Rusia tercatat sebagai negara yang secara terbuka merangkul pemerintahan militer Myanmar. Meski, pemerintahan militer itu dikutuk secara global atas kudeta dan tindakan brutal terhadap kelompok-kelompok pro-demokrasi.

Militer berdalih aksi represif merupakan bentuk pencegahan sekaligus balasan karena para “teroris”, sebutan untuk etnis pemberontak dan siapapun yang menentang pemerintahan, menghasut kerusuhan hingga pembunuhan terhadap aparat.

Min Aung mengatakan Myanmar ingin membuat vaksin COVID-19 sendiri. Rusia tertarik untuk bekerja sama dan mereka akan mengirim delegasi untuk memeriksa pabrik produksinya bulan ini.