Pemerintah Menurunkan Status PPKM di DKi Menjadi Level Satu

Pemerintah Menurunkan Status PPKM di DKi Menjadi Level Satu

Pemerintah Menurunkan Status PPKM di DKi Menjadi Level Satu – Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-4 di Jawa dan Bali mulai 2 sampai 15 November 2021. Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali.

“Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 2 November 2021 sampai dengan tanggal 15 November 2021,” demikian bunyi diktum ke-18 sebagaimana dikutip Liputan6.com dari salinan Inmendagri, Selasa (2/11/2021).

Dalam perpanjangan kali ini, DKI Jakarta berhasil turun ke PPKM level 1. Selain DKI, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Bogor, hingga Kabupaten Bekasi juga turun ke PPKM level mulai Selasa hari ini.

1. Penurunan status PPKM diikuti capaian DKI dalam penanggulangan pandemik COVID-19
PPKM DKI Jakarta Turun Jadi Level Satu

Keputusan Pemerintah Pusat untuk menurunkan status PPKM di Jakarta berpedoman pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemik COVID-19.

Selain itu, masyarakat DKI juga telah mencapai vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen dan vaksinasi dosis satu untuk warga lanjut usia di atas 60 tahun minimal 60 persen.

2. Penyesuaian kebijakan baru dilakukan di beberapa sektor

Simak 5 Level PPKM Menurut Standar WHO, Beserta Aturan Penyesuaian dalam  Sektor Ekonomi dari Pemerintah Pusat - Kabar Lumajang - Halaman 2

Riza menjelaskan penyesuaian kebijakan baru untuk kapasitas aktivitas dalam perkantoran, di antaranya sektor keuangan dapat dilakukan hingga 100 persen, administrasi hingga 75 persen dan pasar modal diperbolehkan hingga 100 persen.

Kemudian sektor perhotelan juga sudah sampai 100 persen untuk staf, untuk kegiatan belajar mengajar maksimal hanya 50 persen, kecuali Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang masih 33 persen dan sekolah luar biasa (SLB) maksimal 62 hingga 100 persen.

Selain itu, kapasitas pusat kebugaran juga meningkat menjadi 75 persen dari sebelumnya 50 persen.

Riza juga menyampaikan untuk sektor kebutuhan sehari-hari, kapasitas yang diizinkan sudah 100 persen dengan masih menetapkan batas jam operasinal hanya sampai pukul 22.00 WIB dari awalnya pukul 21.00 WIB.

3. Restoran dan pedagang kaki lima boleh buka sampai pukul 22.00 WIB
PPKM Darurat: Kafe hingga Pedagang Kaki Lima Hanya Boleh Layani Take Away -  Nasional Tempo.co

Riza juga mengatakan penyesuaian tersebut termasuk jam operasional pedagang kaki lima yang diperbolehkan buka hingga pukul 22.00 WIB dari awalnya pukul 21.00 WIB.

“Kegiatan makan minum di tempat sampai jam 22.00 yang sebelumnya jam 21.00 maksimum makan diberi kesempatan tadinya 50 persen sekarang 75 persen dan banyak lagi, juga di mal kapasitasnya dimaksimalkan 100 persen operasional sampai 22.00, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk mal,” kata Riza Riza.

Riza berpesan, walaupun PPKM diturunkan menjadi level 1 dan pelonggaran semakin lebar, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan.