Pemerintah Gak Larang Tempat Wisata Beroperasi Selama Natal

Pemerintah Gak Larang Tempat Wisata Beroperasi Selama Natal

Pemerintah Gak Larang Tempat Wisata Beroperasi Selama Natal – Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo, menyebut destinasi wisata di daerah ini tetap beroperasi saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 seiring rencana Pemerintah Pusat yang bakal memberlakukan penerapan PPKM Level 3.

Menurutnya, pengetatan yang bakal dilakukan selama masa libur akhir tahun adalah pembatasan pengunjung dan peningkatan implementasi protokol kesehatan serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Namun demikian, lanjutnya, Dispar DIY masih akan menunggu detail aturan kebijakan PPKM Level.

Mengenai kapasitas tamu hotel, Singgih belum dapat memastikan tetap dibatasi 70 persen seperti yang berlaku selama PPKM Level 2 atau akan berubah. “Kami akan melihat nanti apakah kemudian masih tetap di 70 persen atau di 50 persen. Saya kira kami akan menunggu kebijakan dari pusat,” ujarnya.

1. Menerapkan peraturan ganjil-genap selama libur natal dan tahun baru menuju ke tempat wisata
Kebijakan Ganjil Genap di Tempat Wisata Akan Berlaku Secara Nasional -  Bisnis Tempo.co

Di salah satu poin di Inmendagri nomor 62 disebutkan bahwa salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerumunan hingga menimbulkan klaster baru yakni dengan memberlakukan pelat ganjil genap bagi kendaraan bermotor. Aturan ini khususnya diberlakukan di jalan dan area sepanjang tempat wisata yang kerap dikunjungi oleh warga.

“Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa menjaga jarak,” kata Tito.

Selain itu, pemerintah juga kepada pemda agar menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan). Lalu, menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

Uniknya, di dalam Inmendagri nomor 62 tertulis bila ada aturan yang tidak dimuat di sana, maka publik dapat mengacu ke Inmendagri tentang pengaturan PPKM wilayah Jawa dan Bali serta di luar area tersebut. Sementara, bila merujuk kepada Inmendagri nomor 27 tahun 2021 tentang PPKM level 4 hingga 2 di wilayah Jawa dan Bali, maka untuk area yang masuk ke level 3, tak diizinkan membuka tempat wisata umum.

“Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara,” demikian bunyi Inmendagri nomor 27 yang diteken pada 2 Agustus 2021 lalu.

2. Pemerintah imbau agar masyarakat merayakan Natal dan pergantian tahun 2022 di rumah
Tempat Wisata Tetap Boleh Buka Selama Libur Nataru, Kapasitas Dibatasi

Di dalam Inmendagri itu, Menteri Tito mengimbau agar masyarakat merayakan malam pergantian tahun baru 2022 dilakukan di rumah saja. Warga diimbau untuk menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing- masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Selain itu, warga dapat melakukan antisipasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” ujar Tito.

Pawai dan arak-arakan tahun baru juga dilarang oleh pemerintah. “Acara perayaan old and new year baik yang dilakukan di ruang tertutup dan terbuka yang berpotensi menimbulkan kerumunan dilarang,” kata dia lagi.

3. Semua alun-alun pada 31 Desember 2020 hingga 1 Januari 2022 bakal ditutup oleh pemda
Tempat Wisata Tetap Boleh Buka Selama Libur Nataru, Kapasitas Dibatasi

Di dalam Inmendagri itu juga disebut bahwa semua area alun-alun di seluruh wilayah Indonesia bakal ditutup pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Mendagri Tito tidak menyebut contoh area alun-alun yang bakal ditutup.

Namun, diduga salah satunya adalah area Monumen Nasional. Sebab, area tersebut kerap digunakan oleh warga untuk berkumpul dan menghabiskan waktu pergantian tahun.

“Melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarak antar pedagang dan pembeli,” kata Tito.