Pemerintah Argentina Berangkatkan Stok Jarum Suntik ke Kuba

Pemerintah Argentina Berangkatkan Stok Jarum Suntik ke Kuba

Pemerintah Argentina Berangkatkan Stok Jarum Suntik ke Kuba – Argentina dan Kuba memiliki sejarah yang sama dalam kenyataan bahwa kedua negara itu pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Spanyol . Pada tahun 1816, Argentina memperoleh kemerdekaannya dan pada tahun 1902, Kuba memperoleh kemerdekaannya setelah Perang Spanyol-Amerika. Pada 12 Mei 1909, Argentina dan Kuba resmi menjalin hubungan diplomatik.

Awalnya, hubungan antara kedua negara terbatas karena jarak geografis mereka. Pemerintah Argentina pada Minggu (5/9/2021) telah memberangkatkan pesawat militer yang berisikan jarum suntik ke Kuba. Kiriman ini merupakan aksi solidaritas dari Argentina kepada Kuba yang tengah mengalami kelangkaan pangan dan alat medis akibat embargo Amerika Serikat.

Pada akhir Agustus lalu, organisasi non profit Jepang juga sudah menyumbang alat medis ke negara Karibia itu. Hal ini dimaksudkan untuk menlancarkan program vaksinasi di Kuba demi melawan COVID-19 dengan menggunakan vaksin buatan dalam negeri.

1. Lebih dari 500 ribu jarum suntik dikirim dari Argentina

Pemerintah Argentina kembali mengirimkan bantuan sebanyak lebih dari 500 ribu jarum dan alat suntik beserta alat medis lain ke Kuba yang berfungsi membantu proses imunisasi di Kuba. Bantuan ini diprakarsai oleh organisasi Movimiento Argentino de Solidaridad con Cuba (MasCuba), Union of Cuban Residents (URCA) dan Agrupación Argentina de Graduados en Cuba (AAGraCUBA).

Program dari organisasi tersebut bertujuan memberikan simpati dari seluruh masyarakat di Argentina untuk mendukung Kuba yang tengah mengalami kesulitan lantaran mendapatkan embargo dari Amerika Serikat selama lebih dari 60 tahun.

Selain itu, kampanye itu juga berupaya menolak blokade Amerika Serikat kepada Kuba yang disebut telah memberatkan dan menyulitkan negara Karibia itu dalam beberapa dekade terakhir, dikutip dari Prensa Latina.

2. Argentina sebelumnya sudah mengirimkan jarum suntik ke Kuba
Argentina Kirim Bantuan Jarum Suntik ke Kuba

Dikutip dari Buenos Aires Times, pada awal Juni lalu, Organisasi Sipil Argentina juga sudah memberikan donasi ratusan ribu alat suntik ke Kuba. Ketika itu, sebanyak 380 ribu tabung dan 359 jarum suntik seberat 2,5 ton dikirim dengan menggunakan pesawat Cubana Aviacion dari Buenos Aires.

Selain jarum suntik. organisasi tersebut juga akan mengirimkan pasokan oksigen untuk Kuba yang juga dikirimkan dengan pesawat militer Argentina. Sementara donasi saat ini juga bisa dilakukan lantaran kerja sama erat antara kedua belah pihak dan solidaritas yang tinggi dari masyarakat Argentina untuk Kuba.

Di sisi lain, Argentina sejak awal tertarik untuk mendatangkan vaksin buatan Kuba, Soberana 02 dan Abdala. Serta akan melakukan kolaborasi bilateral untuk memroduksi formula vaksin COVID-19 tersebut, dikutip dari OnCuba News.

3. Kuba menghadapi kekurangan bahan pangan dan alat medis akibat blokade AS

Selama ini, Kuba sudah mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses alat medis dari luar negeri akibat adanya blokade Amerika Serikat. Bahkan embargo selama enam dekade juga membuat negara Karibia itu juga mengalami kelangkaan bahan pangan di tengah pandemik COVID-19.

Kelangkaan pangan dan alat medis membuat adanya demonstrasi besar di Kuba dalam beberapa tahun terakhir. Namun Pemerintah Kuba menyebut demo pada Juli lalu disebabkan pengaruh dan didanai oleh Amerika Serikat.

Setelah insiden demonstrasi, beberapa negara sekutu Kuba turut memberikan bantuan kemanusiaan. Beberapa negara itu, seperti Rusia, Meksiko, Nikaragua, Bolivia, Venezuela, Italia, China dan Vietnam, dilansir dari Sputnik News.

Pada Januari 1959, pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro memasuki Havana dan mengambil alih negara itu. Setelah revolusi, Argentina mempertahankan hubungan dengan pemerintah Kuba yang baru dan pada Mei 1959, Castro berkunjung ke Argentina dan bertemu dengan Presiden Argentina Arturo Frondizi . 

Pada bulan Agustus 1961, komandan revolusioner Kuba kelahiran Argentina, Ernesto “Che” Guevara diam-diam kembali ke Argentina selama beberapa jam dan bertemu dengan Presiden Arturo Frondizi dan bibinya sebelum meninggalkan negara itu.