Meksiko Temukan 10 Jasad Tergantung di Jembatan Cuauhtemoc

Meksiko Temukan 10 Jasad Tergantung di Jembatan Cuauhtemoc

Meksiko Temukan 10 Jasad Tergantung di Jembatan Cuauhtemoc – Cuauhtémoc adalah penguasa (tlatoani) Tenochtitlan yang berkuasa dari tahun 1520 hingga 1521. Ia merupakan penerus Cuitláhuac dan sepupu  Moctezuma II. Istri mudanya, yang nantinya dikenal dengan nama Isabel Moctezuma, adalah salah satu putri Moctezuma.

Ia naik takhta saat masih berusia 25 tahun, saat kotanya sedang dikepung oleh tentara Spanyol  dan Tlaxcala serta diwabahi oleh penyakit variola. Otoritas Negara Bagian Zacatecas, Meksiko menemukan sepuluh jasad orang yang digantung di sebuah jembatan layang di Kota Cuauhtemoc.

Sementara itu, peristiwa ini diduga ulah dari kartel narkoba yang berperang dalam memperebutkan kota tersebut. Hal ini juga menambah tingginya kasus kekerasan dan pembunuhan di Meksiko dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan, kejadian korban yang digantung sudah beberapa kali terjadi di Meksiko.

1. Sembilan korban tergantung dan satu tergeletak di jalan

Daily Mail melansir, aparat kepolisian Zacatecas yang melakukan evakuasi mayat korban mengatakan jika sebanyak sembilan korban tergantung di jembatan layang Fresnillo. Sedangkan satu mayat tergeletak di jalan tol dan kesemua korban tewas adalah laki-laki.

Sementara itu, kesepuluh korban ini awalnya ditemukan oleh warga setempat yang tengah melewati bawah jembatan di lokasi kejadian pada pukul 6 pagi. Kemudian, warga melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian.

Pihak kepolisian yang bertugas datang beberapa menit kemudian dan melakukan upaya evakuasi. Namun, keseluruhan korban baru dapat dievakuasi dari jalan layang pada pukul 10 pagi waktu setempat.

2. Semua korban tewas merupakan warga Cuauhtémoc
Meksiko: 10 Jasad Tergantung di Jalan Layang Cuauhtemoc

Berdasarkan liputan dari TV Azteca Noticias melaporkan bahwa hampir semua korban tewas adalah warga lokal Cuauhtémoc. Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian juga sudah membuka investigasi, tetapi masih belum ada terduga pelaku yang ditangkap.

Seluruh anggota keluarga korban telah meminta untuk mengusut kasus ini dan memperjuangkan keadilannya kepada pemerintah. Mereka juga meminta pemerintah memberikan perlindungan lebih di kota kecil berpenduduk 6.600 jiwa tersebut.

“Mereka membayar dosa orang lain, ini tidak adil bahwa mereka melakukan ini hanya karena mereka membayar bagi pelaku kejahatan. Ini memang mengerikan. Sangat mengerikan untuk pergi ke luar rumah pada malam hari. Kamu harus pergi tidur lebih awal dan setiap hari selalu ada suara motor, jeritan dan semacamnya” ungkap keluarga korban, dalam Daily Mail.

New York Post melaporkan, pada Juni lalu juga terdapat kejadian serupa, di mana tiga mayat digantung pada sebuah jembatan di Kota Fresnillo, Zacatecas. Sedangkan pada Mei lalu, ditemukan sebuah kepala tergantung di Tijuana dan diduga ulah Kartel Tijuana yang memperingatkan lawannya, CJNG.

3. Zacatecas menjadi area pertempuran Kartel Sinaloa dan CJNG

Pemerintah setempat menduga aksi ini dilakukan oleh kartel narkoba yang memiliki kekuasaan di wilayah tersebut. Pasalnya, negara bagian itu menjadi titik strategis untuk transit obat-obatan terlarang, terutama fentanyl menuju ke Amerika Serikat.

Akibatnya, Negara Bagian Zacatecas menjadi area pertempuran antara dua kartel terkuat di Meksiko, yakni Kartel Sinaloa dan CJNG (Cártel de Jalisco Nueva Generación). Sementara, penggantungan mayat ini dilakukan oleh kartel untuk memperingatkan lawan dan otoritas setempat serta menaku-nakuti warga setempat.

Kasus ini juga menambah panjang kekerasan dan pembunuhan di Meksiko sepanjang tahun ini. Bahkan, diketahui selama sembilan bulan terakhir, sudah terjadi lebih dari 25 ribu kasus pembunuhan, tapi angka itu disebut turun 3,4 persen dibanding tahun lalu, dilaporkan dari laman Associated Press.

Cuauhtémoc ditangkap pada tanggal 13 Agustus 1521 saat sedang melarikan diri dari Tenochtitlán dengan menyeberangi Danau Texcoco bersama dengan istri, keluarga, dan teman-temannya. Ia menyerah kepada Hernán Cortés dan, menurut sumber-sumber Spanyol, menawarkan pedangnya kepada Cortés dan memintanya untuk menghabisinya.

Menurut sumber yang sama, Cortés menolak tawaran ini dan berkata “Anda telah mempertahankan ibu kota Anda layaknya prajurit yang berani.” Ia juga menyatakan bahwa “Orang Spanyol tahu bagaimana menghargai keberanian, bahkan pada musuh.”