Mantan Pemimpin Catalonia Telah Ditangkap di Sardinia Italia

Mantan Pemimpin Catalonia Telah Ditangkap di Sardinia Italia

Mantan Pemimpin Catalonia Telah Ditangkap di Sardinia Italia – Carles Puigdemont i Casamajó (lahir 29 December 1962) adalah tokoh politik Spanyol yang berasal dari etnis Catalan yang kini menjabat sebagai Presiden dari wilayah komunitas Catalunya.

Sejak deklarasi kemerdekaan Catalunya pada 27 Oktober 2017, statusnya diperselisihkan. Mantan pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, yang gagal mewujudkan kemerdekaan Catalonia dari Spanyol pada 2017 telah ditangkap di Sardinia, Italia.

Penangkapan itu juga dikonfirmasi oleh pengacaranya. Puigdemont telah melarikan diri dari Spanyol pada 2017. Dia merupakan Presiden Pemerintah ke-130 Catalonia dan merupkan anggota di parlemen Eropa sejak 2019.

1. Puigdemont berkunjung ke Sardinia untuk menghadiri festival cerita rakyat
Kabur dari Spanyol Sejak 2017, Petinggi Catalonia Ditangkap di Italia

Pengacara Puigdemont, Gonzalo Boye, melalui Twitter menyampaikan penangkapan tersebut dilakukan ketika Puigdemont tiba di Sardinia. Dalam keterangan lebih lanjut, Boye mengatakan mantan pemimpin Catalonia itu ditahan atas surat perintah penangkapan Eropa pada 2019, dilansir dari Associated Press.

Kantor Puigdemont menyampaikan, kedatangan Puigdemont ke Sardinia untuk berkunjung ke kota Alghero, dengan penerbangan dari Brussel, Belgia. Dia akan menghadiri festival cerita rakyat dan akan mempromosikan cerita rakyat Catalan. Kehadirannya di Sardinia telah dikabarkan sejak awal pekan ini dan dilaporkan telah mendapat undangan dari kelompok pro-separatis Sardinia.

Polisi di bandara Sardinia utara belum memberikan keterangan soal penahanan dan polisi di kota Alghero menyampaikan mereka tidak mengetahui mengenai penahanan tersebut.

Puigdemont pada Jumat (24/9/2021) dilaporkan akan menghadap ke seorang hakim di kota Sassari, yang akan memutuskan apakah dia harus dibebaskan atau diekstradisi.

2. Kekebalannya telah dicabut oleh parlemen Eropa
Kabur dari Spanyol Sejak 2017, Petinggi Catalonia Ditangkap di Italia

Dikutip dari The Gurdian, upaya Puigdemont mengatur referendum kemerdekaan Catalonia pada 2017 dianggap ilegal oleh pengadilan Spanyol, dia juga dituduh melakukan penghasutan. Tindakan itu membuatnya harus meninggalkan Spanyol pada 2017 untuk menghindari penangkapan.

Dia melarikan diri dari Spanyol bersama dengan Antoni Comin dan Clara Ponsati, yang merupakan mantan menteri kesehatan dan pendidikan di pemerintahannya. Pudgemont dan Comin kabur ke Belgia, sedangkan Ponsati ke Skotlandia.

Pada 2019, pengadilan Belgia mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Pudgemont dan Comin. Tapi penahanan tidak bisa dilakukan karena keduanya terpilih menjadi anggota parlemen Eropa pada 2019. Ponsati juga terpilih.

Dengan terpilih sebagai anggota parlemen Eropa, ketiganya memiliki kekebalan yang membuat mereka tidak bisa ditahan.

Namun, pada Maret, parlemen Eropa melucuti Puigdemont dan dua mantan menterinya dari kekebalan itu.

Kemudian, pada Juli, upaya untuk memulihkan kekebalan gagal dilakukan setelah pengadilan umum Uni Eropa mengatakan mereka tidak menunjukkan ada risiko ditangkap.

3. Sembilan tokoh separatis Catalan telah dibebaskan

Melansir dari DW, penangkapan Puigdemont dilakukan seminggu setelah pemerintah pusat Spanyol dan pemerintah regional Catalonia menggelar pertemuan, melanjutkan pembicaraan mengenai referendum kemerdekaan Catalonia. Pembicaraan itu telah terhenti selama satu setengah tahun.

Pada Juli, Madrid telah membebaskan sembilan tokoh separatis Catalan yang dihukum setelah mendukung referendum kemerdekaan pada 2017. Mereka dituntut mulai dari sembilan hingga 13 tahun. Pembebasan sembilan orang itu merupakan upaya Spanyol untuk meredakan ketegangan dengan Catalonia.

Pada bulan ini, warga Catalonia melakukan unjuk rasa di Barcelona, yang diikuti puluhan ribu orang yang menyerukan kemerdekaan wilayah tersebut.

Menurut pemerintah Republik Catalunya, ia adalah presiden dan kepala negara, tetapi menurut Spanyol yang tidak mengakui kemerdekaan Catalunya, statusnya diberhentikan pemerintah pusat sejak 28 Oktober.

Kemudian pada Januari 2020, hanya beberapa jam sebelum pemungutan suara internal yang dijadwalkan di antara Anggota Parlemen Hijau/ALE atas permintaan yang diajukan oleh Puigdemont dan Comín untuk bergabung dengan grup Hijau/ALE, Puigdemont dan Comín menarik aplikasi mereka. 

Pada 30 April 2021, Maroko memberikan suaka kepada Puigdemont. Menurut sumber dari kementerian luar negeri Maroko, keputusan itu dibuat karena “prinsip timbal balik untuk menjadi tuan rumah pemimpin kemerdekaan Catalan” setelah Presiden Sahrawi Brahim Ghali diizinkan pergi ke Spanyol untuk dirawat karena COVID-19 .