Malala Yousafzai Menikah Dalam Upacara Sakral di Kediamannya

Malala Yousafzai Menikah Dalam Upacara Sakral di Kediamannya

Malala Yousafzai Menikah Dalam Upacara Sakral di Kediamannya – Malala Yousafzai adalah seorang siswi sekolah berkebangsaan Pakistan dan aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat dari provinsi Pakistan Khyber Pakhtunkhwa.

Dia diketahui untuk pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di Lembah Swat, di mana Taliban telah dilarang pada waktu gadis bersekolah. Peraih Hadiah Nobel Perdamaian dan aktivis hak-hak perempuan, Malala Yousafzai telah menikah dan upacara sakral tersebut berlangsung di kediamannya, di Birmingham, Inggris.

Upacara pernikahan yang berlangsung secara Islam ini hanya dihadiri keluarga mereka, di mana Malala mengunggah kabar baik tersebut melalui akun Twitter miliknya.

1. Malala menikah dengan Asser di Birmingham, Inggris

Aktivis perempuan yang kini berusia 24 tahun tersebut mengatakan ini adalah ‘hari yang berharga’ dalam hidupnya.

“Asser dan saya mengikat simpul untuk menjadi pasangan seumur hidup. Kami merayakan upacara nikah kecil di rumah di Birmingham bersama keluarga kami,” ungkap Malala melalui unggahannya di Twitter pada hari Selasa (9/11/2021).

“Mohon kirimkan doa-doa anda kepada kami. Kami bersemangat untuk berjalan bersama untuk perjalanan ke depan,” sambungnya.

Hingga artikel ini diturunkan, ribuan orang menanggapi dengan harapan dan ucapan selamat. Unggahan Malala tersebut pun telah disukai lebih dari 280.000 orang.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau pun merespon unggahan Malala tersebut dan mengucapkan selamat atas pernikahannya, “Selamat, Malala dan Asser! Sophie dan saya harap anda menikmati hari istimewa anda, kami berharap anda bahagia bersama seumur hidup.”

2. Sebelumnya, Malala sempat ragu tentang pernikahan
Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai Menikah

Dilansir Al Jazeera, Malala tidak memberikan informasi lain tentang suaminya. Namun, pengguna media sosial mengidentifikasi laki-laki tersebut adalah Asser Malik, manajer umum Pusat Kinerja Tinggi Dewan Kriket Pakistan.

Sebelumnya, Malala pernah menyuarakan keraguannya perihal pernikahan.

Pada Juli tahun ini, Malala mengungkapkan kepada majalah Vogue Inggris bahwa dia tidak yakin apakah akan menikah.

Dalam wawancaranya tersebut, Malala mengatakan bahwa, “Saya masih tidak mengerti mengapa orang harus menikah. Jika anda ingin memiliki seseorang dalam hidup anda, mengapa anda harus menandatangani surat nikah, mengapa tidak menjadi kemitraan saja?,” ungkapnya.

3. Siapakah Malala Yousafzai?
Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai Menikah

Malala yang saat berusia 15 tahun menjadi sasaran Taliban di Pakistan, di mana dia mendapat tembakan di kepala pada tahun 2012, dan harus menghabiskan berbulan-bulan dalam perawatan. Setelah pulih dari cederanya yang hampir fatal, Malala dan keluarga akhirnya pindah ke Birmingham, yang kemudian dia sebut sebagai rumah keduanya, dikutip dari BBC.

Malala pun menuliskan perjalanan hidupnya dalam buku yang berjudul “I Am Malala”.

Pada usia 17 tahun, dia menjadi orang termuda yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian untuk karyanya pada pendidikan anak perempuan.

Kini, Malala telah lulus dari Universitas Oxford dengan gelar dalam bidang filsafat, politik, dan ekonomi.

Setelah lulus, Malala menyerukan dukungan yang lebih baik untuk pengungsi Afghanistan, di mana dia telah menandatangani kontrak dengan Apple TV+ yang akan membuatnya memproduksi film dokumenter yang berfokus pada wanita dan anak-anak.

Malala juga memiliki nirlaba yang bernama Malala Fund, di mana telah menginvestasikan 2 juta dolar AS atau sekitar Rp28,4 miliar di Afghanistan.

Pada awal tahun 2009, saat berumur sekitar 11 dan 12, Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.

Pada tahun 2014 dia bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka.