Luhut Mengatakan Indonesia Menghadapi Masa Kritis COVID-19

Luhut Mengatakan Indonesia Menghadapi Masa Kritis COVID-19

Luhut Mengatakan Indonesia Menghadapi Masa Kritis COVID-19 – Isu resesi akibat pandemi Covid-19 masih belum basi untuk dibahas oleh semua kalangan sampai saat ini. Resesi atau fenomena kontraksi output  perekonomian penyebabnya sangat beragam, mulai dari perang hingga ekonomi yang overheating akibat ketidakstabilan sistem keuangan.

Namun pemicu resesi kali berbeda dengan yang sudah-sudah, setidaknya dari krisis keuangan global pada 2008 silam. Pada periode tahun 2000-2007 ekonomi Paman Sam tumbuh ditopang oleh sektor properti yang booming.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan selama dua minggu ini Indonesia akan menghadapi masa idn poker88 asia kritis COVID-19. Ini berarti jumlah kasus COVID-19 akan meningkat terus selama dua pekan ke depan.

1. Kasus COVID-19 hari ini kembali mencatat rekor dengan penambahan 27.913 pasien positif
Luhut: Dua Minggu ke Depan Jadi Masa Kritis COVID-19 di Indonesia

Hal tersebut disampaikan Luhut di saat kasus baru harian COVID-19 Indonesia terus meningkat pesat selama beberapa hari terakhir. Bahkan pada hari ini, Indonesia kembali mencatatkan rekor lonjakan kasus COVID-19.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 pada Sabtu (3/7/2021), jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 27.913 kasus sehingga sudah terdapat 2,25 juta orang di tanah air yang terpapar virus corona. Itu merupakan rekor penambahan kasus harian tertinggi.

Jumlah tersebut membuat Indonesia masuk ke urutan 17 dalam daftar negara dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak di dunia.

2. Peringatan untuk pelanggar peraturan terkait harga obat
Luhut: PPKM Darurat Akan Diterapkan Secara Tegas dan Terukur

Dalam kesempatan yang juga dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto tersebut, Luhut juga membahas mengenai harga obat.

Luhut mengatakan akan menindak siapapun yang berani mencari keuntungan dengan cara menaikkan harga obat-obatan yang dibutuhkan untuk perawatan pasien COVID-19.

“Saya minta tadi pada Kabareskrim Pak Komisaris Jenderal Agus, jangan ragu-ragu kita dalam keadaan darurat seperti ini. Juga tadi dari kejaksaan, kita harus tindak tegas orang-orang yang bermain-main dengan angka-angka ini,” kata Luhut.

“Saya nggak ada urusan siapa dia, nggak ada urusan beking-beking, pokoknya sampai ke akar-akarnya kita cabut saja ini nanti Mas Agus. Kita betul-betul nggak boleh main-main. Jadi kita back up kementerian kesehatan karena ini menyangkut masalah kemanusiaan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI telah menandatangani keputusan Kementerian Kesehatan RI No HK.1.7/Menkes/4826 tahun 2021, tentang harga eceran tertinggi obat dalam masa pandemik COVID-19. Aturan ini akan berlaku di seluruh Indonesia.

“Harga eceran tertinggi atau HET ini merupakan harga jual tertinggi obat di apotek, instalasi farmasi, rumah sakit, klinik dan faskes yang berlaku di seluruh Indonesia,” katanya.

3. Daftar harga tertinggi obat-obatan COVID-19

Adapun nominal harga eceran tertinggi obat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Tablet Favipiravir 200 mg (merek dagang Avigan) harga per tablet Rp22.500

2. Injeksi Remdesivir dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp510 ribu

3. Kapsul Oseltamivir 75 mg dalam bentuk kapsul harga eceran tertinggi Rp26 ribu

4. IVIG (intravenous immunoglobulin) 5 persen atau 50 ml dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp3.262.300

5. Intravenous Immunoglobulin 10 persen atau 25 ml dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp3.965.000

6. Intravenous Immunoglobulin 10 persen atau 50 ml dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp6.174.900

7. Tablet Ivermectin 12 ml harga eceran tertinggi Rp7.500

8. Tocilizumab 400 mg atau 20 ml infus dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp5.710.600

9. Tocilizumab 80 mg atau 4 ml infus dalam bentuk vial harga eceran tertinggi Rp1.162.200

10. Tablet Azithromycin 500 mg harga eceran tertinggi Rp1.700

11. Azithromycin 500 mg dalam bentuk infus atau vial, harga eceran tertinggi Rp95.400