Kominfo Telah Temukan 133 Berita Hoax soal Vaksinasi Lho

Kominfo Telah Temukan 133 Berita Hoax soal Vaksinasi Lho

Kominfo Telah Temukan 133 Berita Hoax soal Vaksinasi Lho – Berita bohong atau hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, atau berita palsu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), Dewan Pers, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Siberkreasi, dan Peduli Lindungi tengah melaksanakan kegiatan vaksinasi COVID-19 dosis kedua bagi Daftar Club388 awak media di Hall Basket A, Senayan, Jakarta Pusat.

Sebanyak 2.000 lebih awak media berhasil mendapatkan vaksinasi pada hari kedua ini. Pemerintah menargetkan untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada 5.512 awak media. Perlu diketahui, vaksinasi dosis kedua bagi awak media mulai dilakukan 16 hingga 17 Maret 2021.

Berkenaan dengan kegiatan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate berharap dengan adanya vaksinasi ini bisa menciptakan herd immunity di kalangan masyarakat sehingga dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

1. Sekaligus adakan literasi digital
Gelar Literasi Digital, Kominfo Temukan 133 Berita Hoax soal Vaksinasi

Kominfo bersama Siberkreasi juga menyuguhkan talk show untuk para peserta vaksinasi sebagai bentuk konten edukasi dengan mengangkat tema-tema yang mengacu pada pilar-pilar literasi digital Indonesia.

Setiap pelaksanaanya, talk show ini menghadirkan beragam narasumber dari berbagai bidang mitra kerja yang mempunyai bidang keahlian dengan setiap tema yang diangkat. Di hari kedua pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini terdapat dua tema yang disajikan dengan dipandu langsung Abi Satria sebagai perwakilan dari Siberkreasi.

Salah satu tema yang disajikan adalah “Digital Fatigue: Dampak Psikologis dan Fisiologis dari Penggunaan Teknologi Selama Masa Pandemik”. Tema talk show tersebut menghadirkan narasumber Amy Kamila sebagai kreator Nongkrong Siberkreasi, Ike Sugianto sebagai psikolog dari Potentia Center, dan Ayu Phita S sebagai perwakilan dari Universitas Bina Nusantara.

Tema ini diangkat karena digital fatigue atau kelelahan masyarakat akan penggunaan teknologi digital semakin meningkat, karena dipicu oleh kegiatan masyarakat yang sudah beralih secara digital.

2. Ditemukan 133 berita hoax soal vaksinasi
Gelar Literasi Digital, Kominfo Temukan 133 Berita Hoax soal Vaksinasi

Selain itu, Kominfo dan Siberkreasi juga menyuguhkan talk show dengan tema “Fakta tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi” dengan menghadirkan dr. Fajri sebagai perwakilan dokter Indonesia dan relawan Covid-19, Eko Juniarto sebagai perwakilan dari Mafindo, dan Afif Nur Rakhman sebagai perwakilan dari Kominfo.

Tema tersebut diangkat untuk merespons kabar yang kurang tepat mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Afif Nur Rakhman menjelaskan, berdasarkan pada laporan yang dikeluarkan oleh Kominfo, per 17 Maret 2021 ditemukan bahwa terdapat 133 berita hoax mengenai vaksinasi COVID-19 yang beredar di dunia maya.

Melalui talk show ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada peserta vaksinasi agar lebih bisa memilah informasi agar tidak terjebak oleh berita hoax, khususnya mengenai berita vaksinasi.

3. Tetap taat protokol kesehatan walaupun sudah divaksinasi
Gelar Literasi Digital, Kominfo Temukan 133 Berita Hoax soal Vaksinasi

Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, antibodi baru akan terbentuk setelah 28 hari seusai vaksinasi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap patuh protokol kesehatan. Sebab, dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, maka mata rantai penularan COVID-19 di Tanah Air pun bisa terkendali.

“Karena walaupun sudah divaksinasi kita masih tetep bisa kena dan kita masih bisa menularkan. Oleh karena itu, tetap patuhi protokol kesehatan karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” imbaunya.