Kini Orang Dewasa di India Penuhi Syarat untuk Divaksinasi

Kini Orang Dewasa di India Penuhi Syarat untuk Divaksinasi

Kini Orang Dewasa di India Penuhi Syarat untuk Divaksinasi – Vaksinasi disebut juga imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Kata vaksinasi berasal dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi – diistilahkan demikian karena vaksin pertama berasal dari virus yang menginfeksi sapi.

India tengah jadi sorotan dunia karena mengalami gelombang kasus Covid-19 parah dalam beberapa pekan terakhir.  Tercatat, India melaporkan kasus harian Covid-19 sebanyak 314.835 kasus. Lonjakan ini tentu membuat kebutuhan layanan kesehatan membeludak. Dokter dan tenaga kesehatan kewalahan. Inilah kesaksian para dokter di India yang berjuang melawan tsunami Covid-19.

Belum lama ini, semua orang dewasa di India, tepatnya berusia 18 tahun ke atas, akhirnya dianggap memenuhi syarat untuk Club388 Indonesia divaksinasi. Hal ini disebabkan karena penambahan kasus COVID-19 di India telah melebihi 400 ribu kasus. Bagaimana awal ceritanya?

1. Sebelumnya, India berfokus pada pemberian vaksin terhadap orang-orang berusia 45 tahun ke atas dan pekerja garis depan
Semua Orang Dewasa di India Kini Penuhi Syarat Divaksinasi

Dilansir dari BBC, meski semua orang dewasa di India memenuhi syarat untuk divaksinasi, tetapi beberapa negara bagian di India mengatakan mereka tidak memiliki dosis untuk memberikan vaksin. Sebelumnya, India berfokus pada vaksinasi pekerja garis depan dan orang-orang berusia di atas 45 tahun. India sendiri kini menghadapi masalah kekurangan oksigen medis serta tempat tidur rumah sakit, karena gelombang kedua COVID-19 telah menghancurkan sistem kesehatan di India.

Sejauh ini, lebih dari 2 persen dari total populasi di India sebanyak 1,4 miliar telah divaksinasi penuh dengan salah satu dari dua jenis vaksin, jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat, di mana 29,8 persen dari total populasi sudah diberikan vaksinasi penuh. Hampir sebanyak 13,3 juta orang mengajukan vaksinasi pada hari pertama pembukaan pendaftaran. Dalam konferensi pers pada hari Jumat, 30 April 2021, waktu setempat, Kepala Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal, mendesak warga untuk tidak mengantri untuk pengambilan gambar karena wilayah New Delhi belum menerima pasokan vaksin.

Kepala Menteri Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan, mengatakan 25 juta dosis lagi telah dipesan untuk memenuhi peluncuran vaksin, akan tetapi vaksin tersebut tidak akan tiba tepat waktu. Kepala Menteri Gujarat, Vijay Rupani, mengumumkan negara bagian Gujarat Barat juga mendorong peluncuran vaksin yang diperluas hingga 15 Mei 2021 ini. Begitu juga di negara bagian Andhra Pradesh, di mana Kepala Menteri setempat mengatakan pada hari Kamis, 29 April 2021, waktu setempat bahwa peluncuran vaksin yang diperluas tidak akan dimulai hingga September 2021 ini.

2. Sebelumnya, India memiliki ambisi untuk memvaksinasi penuh sebanyak 300 juta warga
Semua Orang Dewasa di India Kini Penuhi Syarat Divaksinasi

India memulai tahun 2021 ini dengan tujuan yang ambisius, yakni memberikan vaksinasi penuh kepada 300 juta warga di bulan Agustus 2021 ini. Program vaksinasi di India sendiri dimulai pada pertengahan Januari 2021 lalu, tetapi peluncuran vaksin tersebut penuh dengan masalah. Awal peluncuran yang begitu lambat dengan masalah logistik serta keraguan vaksin di antara populasi, terutama terhadap vaksin Covaxin yang dikembangkan sendiri di India, yang telah disetujui untuk penggunaan darurat sebelum data kemanjuran dari uji coba fase ketiga dirilis.

Kepercayaan publik India terhadap vaksin perlahan-lahan meningkat dan tingkat vaksinasi yang semakin meningkat, akan tetapi gelombang kedua COVID-19 justru melanda dalam beberapa pekan terakhir ini. Dengan permintaan yang begitu meroket, persediaan vaksin COVID-19 dengan cepat menyusut. Pemerintah India sendiri telah berusaha mengejar ketertinggalan dengan urgensi yang semakin meningkat di tengah gelombang kedua yang semakin cepat.

Menurut data yang dikeluarkan dari Duke Global Health Innovation Center, pemerintah India setidaknya telah membeli 205,5 juta dosis vaksin sehingga menempatkan India berada dalam 10 besar pembeli vaksin COVID-19 terbanyak di dunia. Kementerian Kesehatan India telah mengumumkan lebih dari 10 juta vaksin disimpan di seluruh negara bagian di India serta 2 juta vaksin lainnya akan didistribusikan dalam 3 hari ke depan.

3. Pada hari Jumat, 30 April 2021, waktu setempat, India mengalami penambahan kasus sebanyak 402.110 kasus
Semua Orang Dewasa di India Kini Penuhi Syarat Divaksinasi

Sampai hari Jumat, 30 April 2021, waktu setempat, India memiliki jumlah kasus COVID-19 sebanyak 19.177.029 kasus dengan rincian 211.915 kasus berakhir meninggal dunia serta 15.684.406 kasus berakhir sembuh. Di hari yang sama, India mengalami penambahan kasus baru sebanyak 402.110 kasus baru dengan rincian 3.522 kasus berakhir meninggal dunia. Situasi seperti in ternyata membuat India kembali mencetak rekor tertinggi harian sekaligus menjadikan India menjadi negara pertama yang menembus lebih dari 400 ribu kasus baru hanya dalam jangka waktu 24 jam.

Sejauh ini, India telah telah menggunakan vaksin buatan AstraZeneca serta vaksin buatan lokal, Covaxin, yang dibuat oleh perusahaan Bharat Biotech. Vaksin Sputnik V buatan Rusia juga telah disetujui untuk penggunaannya serta sebanyak 150 ribu dosis pertama tiba di India pada hari Sabtu, 1 Mei 2021, ini. Pemerintah India sendiri telah menghabiskan dana sebesar 5 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp72,2 triliun untuk memberikan dosis gratis di klinik yang dikelola pemerintah, pusat kesehatan umum, serta rumah sakit.