Kemenhub Wajibkan Perjalanan Darat DiIndonesia Harus Antigen

Kemenhub Wajibkan Perjalanan Darat DiIndonesia Harus Antigen

Kemenhub Wajibkan Perjalanan Darat DiIndonesia Harus Antigen – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (disingkat Kemenhub RI) adalah kementerian dalam  Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan transportasi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewajibkan setiap pelaku perjalanan darat di Indonesia melampirkan hasil tes antigen.

Kemenhub dipimpin oleh seorang Menteri Perhubungan (Menhub) yang sejak tanggal 27 Juli 2016 dijabat oleh Budi Karya Sumadi. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 94 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemik COVID-19. Ketentuan wajib tes antigen tersebut sudah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021, dan SE Satgas COVID-19 Nomor 22 Tahun 2021.

Selain vaksin dua kali dan antigen, pelaku perjalanan juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Selain syarat vaksin dan antigen, penumpang juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

1. Hasil tes antigen ditunjukkan sebelum keberangkatan
Tok! Pelaku Perjalanan Darat di Indonesia Wajib Tes Antigen

Dalam SE itu, disebutkan pelaku perjalanan jarak jauh yang menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan angkutan penyeberangan di dalam dan luar Jawa-Bali, dengan kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1, wajib menunjukkan hasil tes antigen.

Tes antigen ini harus dilaksanakan maksimal 1×24 jam. Sedangkan untuk syarat vaksin COVID-19, minimal penumpang sudah vaksinasi dosis pertama. Hasil tes dan kartu vaksin harus ditunjukkan sebelum keberangkatan.

2. Ketentuan untuk pengemudi kendaraan logistik dan wilayah aglomerasi
Tok! Pelaku Perjalanan Darat di Indonesia Wajib Tes Antigen

Adapun bagi pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, masih berlaku ketentuan yang sama seperti peraturan sebelumnya. Berikut adalah ketentuan-ketentuannya:

a) Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 14×24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin dosis lengkap.

b) Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 7×24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin dosis pertama.

c) Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan apabila belum mendapatkan vaksinasi.

d) Bagi yang belum melaksanakan vaksinasi diarahkan untuk melakukan vaksinasi oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19, jika tersedia di lokasi simpul transportasi darat.

Kemudian, khusus pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum, transportasi sungai, danau, dan penyeberangan dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan hasil tes antigen.

Pembatasan jumlah penumpang juga berlaku untuk kendaraan pribadi, kendaraan umum, serta kapal sungai, danau, dan penyeberangan. Pembatasan sebesar 70 persen dari kapasitas tempat duduk berlaku bagi daerah PPKM Level 3 dan PPKM Level 2. Untuk daerah dengan PPKM Level 1, kendaraan dapat diisi hingga maksimal 100 persen dari kapasitas tempat duduk.

3. Kemenhub akan melakukan pemeriksaan secara acak
Hari Ke-11 Masa Peniadaan Mudik : Menhub Cek Penerapan Tes Acak Rapid  Antigen Bagi Pengendara Sepeda Motor Yang Menuju Jabodetabek

Terkait pengawasan pelaksanaan SE, Kemenhub akan melakukan pemeriksaan secara acak, melibatkan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, TNI, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Dinas Perhubungan.

Pemeriksaan acak ini akan dilakukan di terminal, pelabuhan, rest area, pos koordinasi, dan lokasi pengecekan lainnya. Budi Setiyadi juga berharap, para pelaku perjalanan darat menerapkan protokol kesehatan ketika melakukan perjalanan.