Kemendes Perkuat Sinergi dan Kerja Sama dengan Bank Mandiri

Kemendes Perkuat Sinergi dan Kerja Sama dengan Bank Mandiri

Kemendes Perkuat Sinergi dan Kerja Sama dengan Bank Mandiri РKementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDTT Taufik Madjid menerima kunjungan Senior Vice President Goverment & Institutional 1 Group Bank Mandiri Dadang Ramadhan P di ruang kerja, Senin (10/5/2021).

Kedatangan Dadang yang didampingi oleh Vice President Government & Institutional 1 Group Alexander J Patty itu memperkuat sinergi dan kerja sama yang memang selama terjalin antara Bank Mandiri dan Kemendes PDTT.

Bank Mandiri¬† adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Dadang menerangkan, pada masa depan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara digital, makanya dihadirkan aplikasi baru Club388 Indonesia untuk transaksi digital yang diberi nama Livin’ by Mandiri. Ke depan nantinya, kata Dadang, transaksi digital lebih digunakan. Terbukti, saat ini ATM hanya untuk menarik uang tunai.

1. Mendes PDTT ingin penyaluran Dana Desa dilakukan secara digital

Kemendes Perkuat Sinergi dan Kerja Sama dengan Bank Mandiri

Menteri Desa yang akrab disapa Gus Menteri ini menceritakan keinginan agar aktivitas transaksi, termasuk soal Dana Desa juga dilakukan secara digital atau yang sering disebutnya cashless.

Hal ini kata Gus Menteri, sebenarnya lebih aman karena jejak aktivitas keuangannya dan alur penggunaan dana lebih jelas. Sebenarnya, Gus Menteri mencanangkan saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa itu gunakan sistem cashless.

“Tapi karena kondisi sejumlah wilayah belum memungkinkan maka diizinkan secara konvensional,” kata Gus Menteri.

2. Ini salah satu fokus Kemendes pada 2021
Kemendes Perkuat Sinergi dan Kerja Sama dengan Bank MandiriMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan kerja ke Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Sabtu (8/5). (Dok. Kemendes PDTT)

Keinginan cashless juga didasari fakta bahwa hampir sebagian besar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak memiliki tempat penyimpanan uang yang aman. Lemari di kamar saja kadang tidak ada kuncinya.

Oleh karena itu, jika ada rekening sendiri maka KPM memiliki tempat penyimpanan uang yang lebih aman dan tidak mudah hilang, tinggal lebih hati-hati menyimpan kartu ATM miliknya di tempat yang mudah diingat.

Gus Menteri juga menjelaskan bahwa salah satu fokus Kemendes PDTT 2021, yaitu pengembangan BUMDes karena terbukti jika badan usaha ini maju maka akan memberi manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi warga desa.

Gus Menteri mencontohkan BUMDes Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto yang berkembang pesat dan miliki banyak unit usaha, seperti penyewaan kandang dan sejumlah destinasi wisata.

“Terbukti, KPM di desa ini turun drastis,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

3. Mendes berterima kasih atas bantuan dari Bank Mandiri
Kemendes Perkuat Sinergi dan Kerja Sama dengan Bank Mandiri

Gus Menteri pun berharap Bank Mandiri selaku Bank BUMN memberikan bantuan untuk pembangunan dan pengembangan desa agar ekonomi warga lebih maju dan sejahtera.

Gus Menteri juga menerima bantuan paket bahan pokok (sembako) Ramadan dari salah bank BUMN ini. Ia pun menyampaikan terima kasih atas pemberian bantuan tersebut.