Inilah Tiga Serangan Udara Israel Paling Dahsyat di Gaza

Inilah Tiga Serangan Udara Israel Paling Dahsyat di Gaza

Inilah Tiga Serangan Udara Israel Paling Dahsyat di Gaza – Peluru kendali (disingkat: rudal) atau misil adalah senjata roket militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Konfrontasi bersenjata antara Gaza dan Israel pada bulan lalu mulai kembali muncul ke permukaan setelah Angkatan Udara Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pernyataan resmi Pemerintah Israel, serangan tersebut ditujukan sebagai pembalasan atas aksi serangan balon api yang diluncurkan Warga Palestina dari Gaza ke wilayah Israel. Sebelumnya pada Rabu (15/6/2021), Angkatan Udara Israel juga melakukan serangan udara terhadap Gaza atas dasar yang sama.

Meskipun begitu, selama serangan udara Israel dalam dua hari terakhir, otoritas di Gaza tidak menemukan adanya korban jiwa ataupun luka. Namun dengan sejarah panjang yang dimiliki AU Israel dalam aksi serangannya terhadap wilayah Gaza, tidak dapat dipungkiri banyak kekejaman yang telah mereka lakukan, secara khusus terhadap warga sipil yang tidak bersalah.

Berikut Dilansir dari Daftar IDN Poker adalah tiga serangan udara tersadis yang pernah Israel lakukan ke Gaza selama konfrontasinya dengan Hamas dan pejuang Gaza lainnya.

1. Serangan 16 Mei 2021: 23 orang meninggal dunia
3 Serangan Udara Tersadis Israel di Gaza

Dalam konfrontasi sebelas hari antara Gaza dan Israel bulan Mei lalu, Angkatan Udara Israel ternyata tercatat telah melakukan sebuah serangan udara paling berdarah di kofrontrasi terbaru mereka tersebut. Berdasarkan informasi yang dilaporkan AP, pada hari Minggu, 16 Mei 2021, Israel melancarkan satu serangan udara yang meluluhlantakkan tiga gedung apartemen sekaligus menyebabkan 23 orang terbunuh.

Kementerian Kesehatan Gaza menjelaskan bahwa serangan itu menjadi serangan tunggal paling berdarah yang dilakukan Israel selama berlangsungnya konflik bersenjata saat itu. Kematian 23 orang yang sebagian terdiri dari anak-anak langsung mendapat kecaman komunitas internasional, namun Militer Israel terus melanjutkan pengebomannya terhadap lokasi-lokasi yang mereka anggap sebagai ancaman di sepanjang wilayah Gaza.

2. Serangan 20 Juli 2014: 25 orang meninggal dunia
3 Serangan Udara Tersadis Israel di Gaza

Jauh sebelum konfrontasi 11 hari di tahun 2021, Israel dan Gaza sudah pernah mengalami konflik bersenjata serius tujuh tahun sebelumnya. Pertempuran itu tercatat sebagai pertempuran paling berdarah yang pernah dihadapi kedua belah pihak karena total korban mencapai ribuan orang meninggal dunia.

Menurut laporan investigasiĀ B’TSLEM, serangan udara itu ditujukan untuk membunuh seorang Pejuang Hamas bernama Ahmad Suliman Sahmoud yang sedang berkunjung ke rumah, tetapi berbeda dari biasanya Militer Israel tidak memperingatkan Keluarga Abu Jame bahwa rumah mereka akan menjadi sasaran bom Israel. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi maupun tanggung jawab dari Pemerintah Israel mengenai serangan sadis yang mereka lakukan terhadap satu keluarga besar tersebut di Gaza.

3. Serangan 17 Juli 2014: 21 orang meninggal dunia
3 Serangan Udara Tersadis Israel di Gaza

Serangan berdarah lainnya juga terjadi tiga hari sebelum serangan 20 Juli 2014. Meskipun sudah mendapat peringatan keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pertempuran antara Pejuang Gaza dan Israel terus berlanjut hingga akhirnya AU Israel semakin gencar membombardir Gaza.

Dikarenakan korban yang begitu banyak, Pemerintah Israel sempat melakukan penyelidikan mengenai legalitas serangan yang dilakukan angkatan udaranya. Tetapi, setelah dilakukannya investigasi, Israel menyatakan bahwa semua personel yang terlibat dalam serangan tanggal 17 Juli 2014 yang menewaskan 21 orang tidak bersalah atas tindakan apapun ataupun kejahatan perang.