Inilah Sosok Luar Biasa Kepala Satgas Operasi Nemangkawi

Inilah Sosok Luar Biasa Kepala Satgas Operasi Nemangkawi

Inilah Sosok Luar Biasa Kepala Satgas Operasi Nemangkawi – Operasi Nemangkawi merupakan operasi kemanusiaan kepolisian dengan melakukan kegiatan Binmas Noken kepada masyarakat Papua. Selain itu, Operasi Nemangkawi juga melakukan penegakan Hukum Kepada KKB. Satgas Operasi Nemangkawi sangat menjunjung tinggi dan sangat menghargai HAM.

Kelompok kriminal bersenjata ini sebelumnya menembak Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu Danny di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. KKB juga menembak guru dan pelajar OAP, membakar fasilitas sekolah dan melakukan pemerkosaan terhadap gadis-gadis kampung, memeras dana desa dan membakar “honai” kepala suku di Beoga.

Satgas Nemangkawi merupakan operasi Fafaslot APK gabungan personel TNI-Polri yang bertugas untuk memberangus Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Saat ini, KKB telah dilabeli sebagai organisasi terorisme oleh Pemerintah. Satgas Nemangkawi sendiri dipimpin oleh Brigjen Roycke Harry Langie sebagai Kepala Operasi Nemangkawi Polri sejak tahun 2020 hingga saat ini.

1. 150 KKB ditangkap, 48 pucuk senjata api diamankan

Wakapolda Bali Brigjen Roycke Harry Langie Mutasi ke Mabes Polri - BeritaManado.com: Berita Terkini Manado, Sulawesi Utara

Pria kelahiran Manado 24 November 1970 itu menjelaskan, sepanjang 2020 hingga 2021 setidaknya ada 150 KKB yang sudah ditangkap termasuk simpatisannya. Selain itu, disita pula 48 pucuk senjata api, 933 butir amunisi, tahun 2020. Kemudian, menembak mati Hengky Wamang pada 16 Agustus 2020 yang merupakan kelompok Kalikopi.

Selain itu, menembak mati Danton Kelompok Kalikopi, Feri Ilas, pada 28 Februari 2021. Kemudian, ajudan Leswin Waker serta dua personil teroris KKB tewas di Mayuberi dan salah satu yang terbesar adalah penangkapan Victor Yaimo yang merupakan salah satu DPO aktor kerusuhan di Jayapura tahun 2019 pada 9 Mei 2021 di Abepura.

“Saya genggam dengan penuh rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga Papua Karena Papua adalah Indonesia Sa Papua Sa Indonesia,” kata Roycke lewat keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2021).

2. 21 KKB kembali ke NKRI
Sosok Brigjen Roycke, Kepala Satgas Nemangkawi Pemburu KKB Papua

Tak hanya itu, Jenderal yang pernah menjabat sebagai Anjak Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri itu juga berhasil mengembalikan 21 anggota KKB ke NKRI. Hal itu juga hasil kerja keras penggalangan dan kerja keras tim Satgas Nemangkawi.

“Begitu pula penangkapan Paniel Kogoya atau penyandang dana dan pemasok KKB pimpinan Egianus Kogoya. Penegakan hukum siber Nemangkawi juga telah menangkap lima tersangka ujaran kebencian yang menyebar hoaks genosida ras Papua melalui Medsos,” ujar Roycke.

3. Brigjen Roycke melakukan upaya soft aproach kepada masyarakat
Sosok Brigjen Roycke, Kepala Satgas Nemangkawi Pemburu KKB Papua

Selain pendekatan penegakan hukum, mantan Wakapolda Bali itu juga berhasil melakukan upaya soft aproach kepada masyarakat melalui pembinaan Binmas Noken Nemangkawi yang begitu banyak di terima oleh masyarakat. “Binmas Noken Nemangkawi hadir melalui berbagai kegiatan, diantaranya program Pembagian Baksos, trauma healing khususnya bagi anak-anak, Polisi Pi Ajar memberikan bantuan bibit ternak , memberikan cara beternak dan berkebun yang baik kepada peternak maupun petani orang asli Papua. Pendampingan dan pemberian pupuk serta bibit diberikan pula,” kata Roycke.

Brigjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. (lahir di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara Selasa, 24 November 1970; umur 50 tahun) adalah seorang Perwira Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menjabat sebagai Anjak Utama Bid. Pidum Bareskrim Polri sejak Kamis, 18 Februari 2021.

Brigjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., lulusan Akademi Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia Angkatan 1994 ini berbakat dan berpengalaman dalam bidang Reserse. Jabatan sebelumnya dari salah satu Perwira Tinggi Polri bintang 1 ini adalah Wakapolda Bali.