Inilah Kekuatan Alutsista Israel yang Berada di Jalur Gaza

Inilah Kekuatan Alutsista Israel yang Berada di Jalur Gaza

Inilah Kekuatan Alutsista Israel yang Berada di Jalur Gaza – Sejak 1948, Israel telah menggunakan mesin militer yang sangat efektif. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga telah mencatatkan beragam kesuksesan di medan pertempuran. Pada 1960-an dan 1970-an, baik karena kebutuhannya sendiri maupun karena boikot internasional, Israel mulai mengembangkan teknologi militernya sendiri di samping mengadopsi teknologi dari asing. Saat ini, Israel membanggakan angkatan bersenjatanya serta berbagai persenjataan berteknologi maju.

Tank Merkava bergabung dengan IDF pada 1979, menggantikan tank asing yang dimodifikasi dan telah digunakan Israel sejak 1948. Israel menggantungkan desain dan konstruksi tank ini secara domestik guna menghindari masalah pasokan asing yang tidak stabil. Operasi militer yang dilaksanakan Israel Defense Force (IDF) di Jalur Gaza selama 11 hari konfrontasi bersenjata dengan kelompok sayap militer Palestina, melibatkan banyak alutsista canggih dan amunisi “pintar” yang telah lama mereka persiapkan.

Persenjataan tersebut menjadi alat utama yang diandalkan Israel dalam Download IDNPlay Apk melakukan serangan. Instrumen itu sebagian besar digunakan untuk melakukan serangan balasan terhadap serangan roket, sebagaimana yang disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Namun tak jarang Israel juga melancarkan serangan lebih dulu ke Gaza dengan alasan “mengantisipasi” ancaman yang akan datang. Dengan operasi militer sebagai respons utama terhadap pejuang Palestina di Gaza, pemerintah Israel mengandalkan IDF serta alutsista modernnya yang diharapkan dapat menuntaskan misi dengan sempurna.

1. Pesawat F-16 dan F-35 Israel menguasai udara
Intip Kekuatan Alutsista Israel yang Meluluhlantakkan Gaza

Belajar dari rumitnya melancarkan operasi pertempuran kota di Gaza dengan melibatkan angkatan darat, pemerintah Israel lebih memilih serangan udara presisi yang dilancarkan oleh jet-jet tempur angkatan udara mereka. Dikutip dari Forbes, pesawat jet tempur generasi keempat F-16 dan jet tempur generasi kelima dan kehebatan siluman F-35 buatan Amerika Serikat menjadi andalan Israel.

Mereka menjadi kendaraan utama Angkatan Udara Israel demi meraih hasil yang maksimal dalam melaksanakan pengeboman presisi di berbagai wilayah di Gaza.  Pesawat jet tempur tersebut umumnya akan dipersenjatai dengan bom-bom pintar yang dikembangkan secara domestik ataupun dibeli langsung dari negara-negara sahabat Israel, seperti bom JDAM versi GBU-38, GBU-32, dan GBU-31.

Tanpa adanya rudal antiudara yang digunakan pejuang Gaza, Angkatan Udara Israel sebenarnya dapat dengan mudah menguasai ruang udara Gaza, serta melancarkan serangan udara presisi tanpa perlu khawatir tertembak jatuh.

Meskipun begitu, dalam pertempuran 11 hari yang terjadi di Gaza beberapa waktu lalu, ratusan bom presisi yang digunakan AU Israel ternyata masih banyak menyasar warga sipil. Jatuhnya banyak korban jiwa dari kalangan warga sipil pun membuat dunia murka.

2. Artileri Howitzer M109 “Paladin” dan Tank Merkava IV ikut menggempur Gaza
Intip Kekuatan Alutsista Israel yang Meluluhlantakkan Gaza

Militer Israel belum mempertimbangkan invasi darat terhadap wilayah Gaza pascakonflik berdarah pada 2014. Meski demikian mereka tetap melibatkan salah satu cabang di angkatan daratnya guna melaksanakan penggempuran strategis.

Sebagai salah satu militer paling lengkap dan modern di Timur Tengah, IDF siap dengan alutsista penggempur jarak jauhnya. Artileri M109 “Paladin” buatan AS dan tank domestik andalannya, Merkava IV, adalah jenis-jenis yang terus digencarkan dalam serangan di seluruh Gaza.

Setidaknya 500 peluru artileri telah dimuntahkan puluhan artileri M109 milik IDF ke arah Gaza dalam konfrontasi bersenjata antara Israel dan Gaza yang berlangsung sebelas hari kemarin. Serangan artileri terekam dan tersebar luas di media sosial, seperti yang dilaporkan Forbes.

Selain artileri, tank Merkava juga diterjunkan untuk penembakan presisi terhadap gedung maupun posisi yang dianggap rawan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza bagi, lokasi strategis bagi pejuang Palestina untuk menyerang ke Wilayah Israel.

3. Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Inggris terus memasok persenjataan
Intip Kekuatan Alutsista Israel yang Meluluhlantakkan Gaza

Meskipun negara kecil, Israel termasuk sebagai salah satu yang memiliki sekutu sangat kuat dan pengaruh politik luar negeri yang cukup signifikan. Oleh sebab itulah mengapa sampai hari ini banyak negara di dunia terus menjalin kerja sama militer dan menjual senjata kepada Israel, tanpa terlalu jauh mempertimbangkan serangan beruntun Israel terhadap wilayah Gaza.

Dilaporkan Middle East Eye, setidaknya terdapat empat negara dengan kemampuan teknologi militer di atas rata-rata yang terus memasok alutsista serta amunisi tempur Israel, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Jerman.

AS menjadi pemasok utama alutsista dan amunisi Israel. Sekitar 70 persen persenjataan Israel berasal dari Negeri Paman Sam. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah AS juga sering memberi diskon harga alutsista buatannya khusus untuk sahabat dan sekutu terpercayanya di Timur Tengah, Israel.

Lewat sejumlah pertempuran terbaru, IDF menggunakan Merkava untuk menembus posisi Palestina sementara sistem pertahanan aktifnya menjaga awaknya di dalam tetap aman. Israel juga telah mengembangkan modifikasi yang meningkatkan kemampuan Merkava dalam pertempuran perkotaan dan intensitas rendah. Merkava dianggap sangat berguna sehingga Israel membatalkan rencana untuk menghentikan produksinya, meski pesanan dari asing sangat minim.