Inilah Bahaya & Efek Samping Dari Penggunaan Obat Ivermectin

Inilah Bahaya & Efek Samping Dari Penggunaan Obat Ivermectin

Inilah Bahaya & Efek Samping Dari Penggunaan Obat Ivermectin – Ivermectin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infestasi parasit. Pada manusia, ini termasuk kutu rambut, kudis, kebutaan sungai, strongyloidiasis, trikuriasis, ascariasis, dan filariasis limfatik. Yang Dalam kedokteran hewan, digunakan untuk mencegah dan mengobati heartworm  dan acariasis , di antara indikasi lainnya.

Dapat diminum atau dioleskan ke kulit untuk infestasi eksternal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan, obat Ivermectin yang diklaim membantu pemulihan pasien COVID-19 yang sudah disebar di sejumlah daerah, memiliki efek samping.

BPOM menegaskan, obat yang semestinya untuk infeksi cacing itu memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di IDNPoker laboratorium. “Masih diperlukan bukti ilmiah yang lebih meyakinkan terkait keamanan, khasiat, dan efektivitasnya sebagai obat COVID-19 melalui uji klinik lebih lanjut,” tegas BPOM dalam siaran tertulis.

1. Ivermectin merupakan obat keras
Diklaim Bisa Obati COVID-19, Ini Bahaya dan Efek Samping Ivermectin 

BPOM menerangkan, Ivermectin kaplet 12 miligram yang terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis). Ivermectin diberikan dalam dosis tunggal 150 sampai 200 mcg/kg berat badan, dengan pemakaian 1 (satu) tahun sekali.

“Ivermectin merupakan obat keras yang pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter,” tegas BPOM.

2. Deretan efek samping yang muncul jika Ivermectin digunakan dalam jangka waktu panjang
Obat Covid-19 Ivermectin Siap Diproduksi di Indonesia

BPOM mengingatkan, Ivermectin yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping, antara lain nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.

“Sebagai tindak lanjut untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COVID-19 di Indonesia, akan dilakukan uji klinik di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dengan melibatkan beberapa rumah sakit,” imbuh BPOM.

3. Penjualan obat Ivermectin tanpa resep dokter dapat dikenakan sanksi
Hoax! Ivermectin Bukan Obat Untuk Menyembuhkan Virus Corona

BPOM terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan COVID-19, melalui komunikasi dengan World Health Organization (WHO) dan Badan Otoritas Obat negara lain.

Untuk kehati-hatian, BPOM meminta kepada masyarakat agar tidak membeli obat Ivermectin secara bebas tanpa resep dokter, termasuk membeli melalui platform online.

“Untuk penjualan obat Ivermectin termasuk melalui online tanpa ada resep dokter, dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” demikian penjelasan BPOM.

Efek samping yang umum termasuk demam, gatal, dan ruam kulit saat diminum,  dan mata merah , kulit kering, dan kulit terbakar saat digunakan secara topikal untuk kutu rambut. Tidak jelas apakah aman untuk digunakan selama kehamilan , tetapi mungkin dapat diterima untuk digunakan selama menyusui . Itu milik keluarga obat avermectin .  Ia bekerja melalui banyak mekanisme aksi yang mengakibatkan kematian parasit yang ditargetkan.