India Sukses Menguji Rudal Agni-5 yang Berkemampuan Nuklir

India Sukses Menguji Rudal Agni-5 yang Berkemampuan Nuklir

India Sukses Menguji Rudal Agni-5 yang Berkemampuan Nuklir – Agni-V (“Fire”) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan atau Defence Research and Development Organisation (DRDO) India.

Agni V adalah bagian dari rangkaian rudal Agni, di bawah Integrated Guided Missile Development Program (IGMDP). Pada hari Rabu, rudal Agni-5 (Agni-V) milik India sukses diluncurkan dalam sebuah uji coba. Peluncuran di lakukan dari salah satu pulau sebelah timur dan rudal jatuh di Teluk Benggala. Uji coba rudal India disebut memiliki kemampuan nuklir dan memiliki jangkauan jelajah antar benua.

Kesuksesan peluncuran itu terjadi di tengah ketegangan hubungan dengan China, khususnya di perbatasan yang disengketakan. Awal bulan ini, kedua belah pihak telah melakukan pembicaraan untuk penarikan pasukan dari perbatasan di Ladakh, di lereng Himalaya. Tapi pembicaraan tersebut gagal dan kemungkinan situasi tegang di perbatasan masih akan berlaku.

1. Kebijakan untuk pencegahan minimum yang kredibel

India, sejak tahun 1990-an telah mengembangkan rudal dengan jangkauan menengah dan jauh. Pengembangan itu dilakukan karena terjadi persaingan yang strategis di kawasan, juga termasuk dengan China.

Di kawasan Asia Selatan, India selalu bersaing dengan Pakistan, negara tetangga yang juga bisa disebut sebagai musuh bebuyutannya. Di sisi lain, Pakistan sendiri juga telah menjalin kemesraan hubungan dengan China, mendapatkan investasi besar untuk pembangunan infrastruktur.

Upaya pengembangan rudal jelajah antar benua, menurut pernyataan pemerintah, adalah “kebijakan India untuk memiliki pencegahan minimum yang kredibel,” katanya dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah mereka sukses melakukan uji coba peluncuran rudal Agni-5 yang memiliki kemampuan nuklir.

Selain itu, pemerintah India juga menyatakan bahwa kesuksesan uji coba peluncuran rudal, “mendasari komitmen untuk tidak menggunakan (sebagai pihak) pertama.”

Dengan kemampuan jangkauan 5.000 kilometer, rudal Agni-5 mampu menjangkau seluruh wilayah Pakistan.

2. Rudal Agni-5 memiliki tingkat akurasi tinggi
India Uji Coba Rudal Jelajah Berkemampuan Nuklir

Pulau yang jadi tempat pengujian peluncuran rudal India adalah pulau APJ Abdul Kalam. Pulau tersebut berada di lepas pantai Odisha. Uji coba dilakukan pada pukul 19.50 waktu setempat.

Menurut India Today, rudal Agni-5 yang memiliki kemampuan balistik tersebut adalah rudal berbahan bakar padat tiga tahap. Dia juga memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Dengan kemampuan jelajah 5.000 kilometer, rudal Agni-5 diyakini mampu mencapai hampir seluruh wilayah China.

India dan China bersengketa atas perbatasan di daerah Ladakh, daerah dataran tinggi di lereng pegunungan Himalaya. Kedua negara itu pernah terlibat perang mematikan pada tahun 1962. Kedua belah pihak sama-sama kehilangan ribuan personel militernya.

Sejak saat itu, sengketa perbatasan tersebut sampai saat ini belum kelar dan masih tetap menjadi salah satu titik nyala hubungan India-China.

3. China melakukan uji coba peluncuran rudal hipersonik

Pada tahun 2020 lalu, ketegangan kembali berkobar di perbatasan India-China. Pasukan India terlibat baku hantam dengan pasukan China. Menurut pernyataan resmi pemerintah India, sebanyak 20 pasukan tewas.

Sedangkan di pihak China, Beijing mengatakan mereka kehilangan 4 personel militernya. Tapi menurut Tass, media pemerintah Rusia, China kehilangan 45 pasukan. Dan menurut AS, China kehilangan antara 20-35 pasukan.

Ketegangan yang terjadi di perbatasan tahun lalu, berlangsung pada bulan Juni. Kedua belah pihak masih terlibat baku hantam secara sporadis sampai awal tahun 2021.

Pada bulan Agustus 2020, setelah pasukan India dan China terlibat bentrok, China dikabarkan melakukan uji coba rudal berkemampuan hipersonik. Hal itu diungkapkan oleh Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS.

Rudal itu diluncurkan dari China ke luar angkasa, kemudian kembali lagi ke China.

Dilansir dari Sky News, Milley mengatakan “apa yang kami lihat adalah peristiwa yang sangat signifikan dari uji coba sistem senjata hipersonik, dan itu sangat memprihatinkan,” katanya mengomentari uji coba rudal China.

Tapi Beijing membantah pernyataan tersebut. Mereka mengatakan bahwa itu adalah “tes rutin kendaraan ruang angkasa untuk memverifikasi teknologi penggunaan kembali (reusability).”

Diperkirakan bahwa rudal akan beroperasi setelah empat hingga lima tes berulang. Otoritas India percaya bahwa Agni-V berbahan bakar padat lebih dari cukup untuk memenuhi persepsi ancaman saat ini dan masalah keamanan. Bahkan dengan jangkauan hanya 5.000 km, Agni-V dapat mencapai target apa pun di Cina, termasuk Beijing.

Rudal itu akan memungkinkan India untuk menyerang sasaran di seluruh Asia dan ke Eropa. Rudal itu juga cenderung mirip dengan rudal lain dengan jangkauan 10.000 km. Rudal itu dirancang agar mudah diangkut melalui darat melalui pemanfaatan sistem peluncuran rudal tabung yang berbeda dari rudal Agni sebelumnya.

Agni-V juga akan mengangkut muatan MIRV (beberapa reentry vehicle yang dapat ditargetkan secara mandiri) yang sedang dikembangkan secara bersamaan. Satu rudal yang dilengkapi MIRV dapat mengirimkan beberapa hulu ledak pada target yang berbeda.