Hampir Empat Juta Manusia di Dunia Meninggal Karena COVID-19

Hampir Empat Juta Manusia di Dunia Meninggal Karena COVID-19

Hampir Empat Juta Manusia di Dunia Meninggal Karena COVID-19 – Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Jumlah kasus COVID-19 dunia terus bertambah. Dilansir dari laman Worldometers, yang diperbarui pada Sabtu (26/6/2021) pukul 00.01 GMT

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. akumulasi kasus virus corona global mencapai 181.158.943 kasus, dengan 3.924.395 kasus kematian, dan 165.745.846 kasus sembuh.

Saat ini masih ada 11.488.702 kasus aktif atau pasien yang masih terinfeksi SARS-CoV-2. Secara rinci, Dilansir dari Daftar IDN Poker sebanyak 11.408.153 kasus atau sekitar 99,3 persen merupakan pasien gejala ringan hingga sedang, dan 80.549 atau 0,7 persen sisanya merupakan pasien kritis.

1. Lima negara dengan kasus corona terbanyak
[UPDATE] Hampir 4 Juta Orang di Dunia Meninggal akibat COVID-19Seorang sukarelawan meletakkan bendera Amerika mewakili beberapa dari 200.000 nyawa yang hilang di Amerika Serikat dalam pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di National Mall, Washington, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2020)

Adapun lima besar negara dengan kasus corona terbanyak adalah:

1.     Amerika Serikat: 34.481.754 kasus positif,
2.     India: 30.182.469 kasus positif
3.     Brasil: 18.322.706 kasus positif
4.     Prancis: 5.766.315 kasus positif
5.     Turki: 5.309.088 kasus positif

Sementara, lima besar negara dengan kasus kematian terbanyak adalah:

1.     Amerika Serikat: 619.134 kasus kematian
2.     Brasil: 511.272 kasus kematian
3.     India: 394.524 kasus kematian
4.     Meksiko: 232.068 kasus kematian
5.     Peru: 191.286 kasus kematian

2. WHO memohon agar negara-negara kaya menyumbangkan vaksinnya
[UPDATE] Hampir 4 Juta Orang di Dunia Meninggal akibat COVID-19

World Health Organization (WHO), untuk yang kesekian kalinya, mengutarakan kegeramannya sebab negara-negara kaya enggan mendistribusikan vaksin bakal negara-negara miskin.

Ketika sejumlah negara produsen vaksin mulai memvaksinasi pemuda dan anak-anak, mereka tidak tergolong sebagai kelompok rentan, banyak negara di Afrika yang bahkan belum memvaksinasi tenaga kesehatannya.

“Dunia kita gagal, sebagai komunitas global kita gagal. Sekarang masalahnya adalah pasokan, beri saja kami vaksin,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers, Jumat (25/6/2021).

“Perbedaan antara si kaya dan si miskin yang sekarang benar-benar mengekspos ketidakadilan dunia kita, ketidakadilan, ketidaksetaraan, mari kita hadapi itu,” tambah dia.

3. Indonesia peringkat 17 sebagai negara dengan kasus corona terbanyak
[UPDATE] Hampir 4 Juta Orang di Dunia Meninggal akibat COVID-19

Indonesia saat ini menempati peringkat 17 sebagai negara dengan kasus corona terbanyak, yaitu 2.072.867 kasus positif. Indonesia juga menempati peringkat yang sama untuk negara dengan kematian akibat COVID-19 terbanyak, yaitu 56.371 kasus.

Rata-rata kematian global adalah 2,1 persen. Semetara, tingkat mortalitas corona di Indonesia adalah 2,7 persen. Artinya, rata-rata orang yang meninggal di Indonesia akibat corona 0,6 persen lebih tinggi daripada rata-rata orang yang meninggal di dunia.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 25.735.376 atau 63,78 persen dari total target. Sedangkan jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dua dosis mencapai 12.956.968, sekitar 32,11 persen. Sasaran target vaksinasi periode awal adalah 40.349.049, mencakup tenaga kesehatan, warga lanjut usia, dan petugas publik.