Fakta Kejahatan Kebencian Terhadap Kaum LGBT di Spanyol

Fakta Kejahatan Kebencian Terhadap Kaum LGBT di Spanyol

Fakta Kejahatan Kebencian Terhadap Kaum LGBT di Spanyol -LGBT atau  GLBT adalah akronim dari “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa “komunitas gay” karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan.

Akronim ini dibuat dengan tujuan untuk menekankan keanekaragaman “budaya yang berdasarkan identitas seksualitas dan gender”. Kadang-kadang istilah LGBT digunakan untuk semua orang yang tidak heteroseksual, bukan hanya homoseksual, biseksual, atau transgender.

Kelompok LGBT di Spanyol terus melakukan gerakan protes terkait masalah kekerasan terhadap LGBT dalam pernyataannya pada hari Rabu, 8 September 2021, waktu setempat. Kejahatan kebencian terhadap kaum LGBT di Spanyol kini naik sebesar 43 persen.

1. Seorang pria memilih mencabut laporannya setelah beberapa hari sebelumnya melaporkan bahwa dia dilecehkan oleh sekelompok geng bertopeng

Dilansir dari The Guardian, pada hari Rabu sore waktu setempat, polisi Spanyol dan sumber dari Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan seorang pria telah mencabut laporan beberapa hari sebelumnya atas dugaan tindakan kekerasan.

Ketika itu, pria berusia 20 tahun ini melaporkan tindakan kekerasan pada hari Minggu, 5 September 2021, lalu setelah ia mengakui telah menjadikannya sasaran serangan homofobik dengan todongan pisau dan mengukir kata yang tidak pantas di salah satu bagian pantatnya.

Serangan tersebut diduga terjadi di wilayah Madrid pada hari Minggu sore waktu setempat.

Peristiwa itu sendiri mengejutkan Spanyol dan terjadi di tengah meningkatnya kejahatan rasial.

Pria tersebut menceritakan awalnya mengatakan 8 pria bertopeng telah mengikutinya ke lorong rumahnya dan melecehkannya secara verbal sebelum menyayatnya dengan pisau dan menulis cercaan homofobia di pantatnya.

Namun, pada hari Rabu pria tersebut justru memilih mencabut laporan tersebut. Juru bicara Kepolisian Spanyol mengatakan pria itu telah mengubah pernyataannya dan mengatakan bahwa serangan itu atas dasar suka sama suka.

Dia menambahkan bahwa pria itu dapat menghadapi tindakan hukum karena membuat
pengaduan palsu.

2. Menteri Dalam Negeri Spanyol mengatakan pemerintah Spanyol khawatir tentang naiknya dan keganasan kejahatan rasial
Kelompok LGBT Spanyol Gelar Protes Terhadap Kekerasan LGBT

Menteri Kesetaraan Spanyol, Irene Montero, mengatakan kejahatan kebencian terhadap kelompok LGBT di Spanyol naik sekitar 43 persen selama paruh pertama tahun 2021 ini.

Pada hari Selasa, 7 September 2021, lalu Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando-Grande Marlaska, mengatakan pemerintah Spanyol khawatir tentang naiknya dan keganasan kejahatan rasial serta akan menawarkan tanggapan yang kuat.

Sebuah studi yang diterbitkan tahun 2020 lalu oleh Badan Hak-Hak Fundamental Uni Eropa menemukan bahwa 41 persen dari mereka yang disurvei di Spanyol telah mengalami beberapa bentuk pelecehan karena menjadi LGBT dalam 12 bulan sebelumnya.

Ditemukan juga sebanyak 32 persen responden di Spanyol sering atau selalu menghindari tempat atau lokasi tertentu karena takut diserang, diancam, atau dilecehkan karena menjadi LGBT.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, akan memimpin komisi kejahatan anti-kebencian pada hari Jumat, 10 September 2021, ini untuk menganalisis serentetan serangan homofobia baru-baru ini.

Seorang pengacara HAM, Laia Serra, mengatakan dia yakin kombinasi kelompok LGBT yang mendapatkan profil publik yang lebih tinggi dan kebangkitan organisasi sayap kanan baru-baru ini bertanggung jawab atas serangan balasan terhadap homoseksual.

3. Bulan Juli 2021 lalu, seorang pria LGBT tewas setelah diserang oleh 3 orang pria
Kelompok LGBT Spanyol Gelar Protes Terhadap Kekerasan LGBT

Sekitar bulan Juli 2021 lalu, seorang pria LGBT bernama Samuel Luiz tewas setelah diserang oleh 3 orang pria yang kemungkinan merupakan serangan homofobia dan memicu protes nasional pada saat itu.

Ketika itu, Luiz sedang keluar dengan teman-temannya di kota A Coruna di Galicia, Spanyol ketika pertengkaran dimulai di luar sebuah klub malam.

Rekan-rekan dari Luiz mengatakan bahwa Luiz keluar dari klub untuk melakukan panggilan video ketika dua orang lewat menuduhnya mencoba merekam mereka di telepon selular milik Luiz.

Namun, Luiz menjelaskan bahwa dia sedang berbicara dengan seorang teman melalui panggilan video, tetapi dia diduga diserang oleh salah satu pejalan kaki dan pergi dengan wajah memar parah.

Tak lama kemudian, penyerang kembali bersama 12 orang lainnya memukul Luiz hingga pingsan. Sempat dibawa ke rumah sakit, Luiz akhirnya meninggal di sana.

Beberapa hari setelahnya, ketiga pelaku penyerangan telah ditangkap oleh Kepolisian Spanyol dan menjadikan mereka sebagai tersangka pelaku serangan kekerasan.

Serangan tersebut memicu protes besar-besaran yang terjadi di beberapa kota Spanyol, seperti di A Coruna, Madrid, Barcelona, Valencia, Salamanca, Bilbao, dan Zaragoza.

Sejak saat itu hingga saat ini, kelompok LGBT di Spanyol terus menyuarakan untuk menindak setiap bentuk kekerasan terhadap kaum LGBT di Spanyol.

Maka dari itu, sering kali huruf Q ditambahkan agar queer dan orang-orang yang masih mempertanyakan identitas seksual mereka juga terwakili (contoh. “LGBTQ” atau “GLBTQ”, tercatat semenjak tahun 1996[4]).

Istilah LGBT sangat banyak digunakan untuk penunjukkan diri. Istilah ini juga digunakan oleh mayoritas komunitas dan media yang berbasis identitas seksualitas dan gender di Amerika Serikat dan beberapa negara berbahasa Inggris lainnya.